in

Waroeng Solo, Rasa Khas Surakarta di Jakarta

Mau yang otentik, a la barat, sampai yang kekinian juga ada!

halaman waroeng solo
Selamat datang di Waroeng Solo. (Foto: Belanga.id/Anisa Sekarningrum)

Penat dengan hiruk pikuk ibukota? Kadang kala ingin rasanya melipir sebentar ke tempat sejuk dan tenang. Mungkin tempat dengan sentuhan tradisional jadi opsi menarik. Bila memang pelarian sejenak yang dicari, cobalah mampir ke Waroeng Solo.

Warung asri dengan pepohonan rindang di halamannya ini membawa suasana dan makanan khas kota yang juga disapa Surakarta ini ke Jakarta.

Tidak susah mencarinya, di kawasan Cilandak Timur, warung ini tampil mencolok dengan bangunan rumah joglonya.

Suasana Waroeng Solo
Suasana adem rumah bergaya joglo. (Foto: Belanga.id/Anisa Sekarningrum)

Duo Rio Sarwono dan Dani Sarwono yang asli Solo menjadi pencetusnya lebih dari sepuluh tahun lalu.

“Ya, jadi kalau ada orang yang asli Solo kangen dengan kampung halamannya tapi tidak punya waktu banyak bisa mampir ke sini,” ujar Jerry Faiz, Marketing Waroeng Solo, saat ditemui Belanga Indonesia akhir Juni lalu.

Konsep tradisional Jawa terlihat kental di Waroeng Solo. Sebelum masuk, tamu dihibur dengan penyanyi keroncong yang melantunkan lagu-lagu Jawa.

Pelayan warung terlihat mengenakan batik dan kebaya modern yang praktis— senyum manis tersungging di wajah menyambut tamu.

Interior Waroeng Solo pun tidak kalah Jawa dan jadul. Ada kursi-kursi kayu bersanding dengan meja-meja yang dulunya adalah mesin jahit manual dengan ayunan kaki dan minus mesin jahitnya.

Ada pula pigura wayang dan foto-foto pejuang kemerdekaan yang dipajang rapi di dinding kayu, menambah semarak ruangan.

Ada juga replika Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang sedang duduk di kursi, siap bercengkrama dan berpose dengan tamu yang mengambil foto Instagramable.

Tidak hanya pemandangan yang memanjakan mata, Waroeng Solo menyajikan berbagai menu asli Solo yang siap memanjakan lidah, seperti timlo, botok melanding, nasi liwet, dan tengkleng.

“Menu itu dipilih Pak Dani dan Pak Rio. Memang dicari yang otentik Solo.”

Hidangan populer Jawa lainnya, seperti garang asem, nasi liwet, dan gudeg, juga dihadirkan.

Tempat makan yang memang didesain serupa warung ini juga menyediakan menu western sebagai variasi hidangan.

Soal rasa, Waroeng Solo tidak main-main. Mereka menjaga kualitas bahan dan bahkan tak segan mengirim beberapa bahan dari luar kota.

“Seperti kecap gandaria yang hanya ada di Solo, agar rasanya tetap enak ya beli langsung di sana,” ujar Jerry ramah. “Kita juga tidak pakai MSG, lebih banyak menggunakan rempah.”

Selain hidangan utama, Waroeng Solo juga menyediakan stan khusus pembuatan serabi dan otak-otak jadi tamu bisa melihat langsung prosesnya. Untuk sate ayam bahkan lengkap dengan gerobaknya.

“Kita juga mengikuti pasar ya, seperti waktu itu kan terkenal ayam geprek dan ayam telur asin, di sini juga ada,” papar Jerry.

Namun ia mengakui bahwa pelanggan yang datang tetap mencari menu khas warungnya.

Hidangan Waroeng Solo
Berbagai hidangan di Waroeng Solo yang menggugah selera. Makan yang mana dulu ya? (Foto: Belanga.id/Anisa Sekarningrum)

Belanga Indonesia berkesempatan mencicipi selad solo, tengkleng, sosis solo telur, dan bonelass di Waroeng Solo.

Selad solo dengan isian telur, irisan daging, kentang goreng, dan aneka sayur rebus pendamping seperti buncis, wortel, selada, dan tomat, plus taburan keripik kentang sukses membuat kami tersenyum bahagia saking enaknya.

Makanan dengan rasa manis, khas masakan Jawa, ini memiliki tekstur yang kaya—daging yang lembut, renyah keripik, dan empuknya sayuran rebus berpadu pas dengan saus manisnya.

Ingin yang lebih gurih? Coba saja tengkleng. Kuah hidangan ini kaya rasa rempah, namun masih terasa ringan di lidah. Dagingnya empuk dan mudah dilepas dari tulang. Enak!

Jika ingin mencoba hidangan barat, boleh pesan Bonelass. Ayam tanpa tulang yang disiram dengan saus jamur keju meleleh ini juga cocok menjadi hidangan favorit untuk anak-anak.

Puas bersantap, kami memilih es degan gulo djowo dan es pala serut untuk menyegarkan tenggorokan.

Sebagai menu penutup, kami memilih sosis telur solo dan tidak ketinggalan es campur dengan ragam isian seperti cendol, tape, kolang kaling, dan mutiara.

Ah, rasanya menghabiskan waktu di sini seperti menikmati seluruh Solo dalam satu tempat, dari suasana, makanan, hingga hiburan yang disajikan.

Waroeng Solo

Buka setiap hari, 09.00-22.00 WIB
Komplek Balai Sarwono, Jalan Madrasah No 14
Cilandak Timur, Jakarta Selatan
Instagram: @waroengsolo

Stasiun Terdekat: Stasiun Duren Kalibata
Halte Transjakarta terdekat: Turun di Kemang

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by AnisaGiovanny

Content Author
Hidangan tradisi makan bedulang

Makan Bedulang, Tradisi Kuliner Belitung Memupuk Kebersamaan