in

Wajib Tahu 3 Ini Bagi Steak Eater Pemula!

Bukan cuma daging sapi yang dibakar sampai matang.

(Foto: IG @holycow_radal)

Siapa yang tak suka makan steak? Makanan yang akrab di lidah masyarakat ibu kota ini seringkali dijadikan menu favorit untuk makan siang atau makan malam. Daging yang cukup besar dan kondimen lainnya yang mengenyangkan sudah bisa jadi salah satu faktor mengapa steak begitu disukai.

Memilih daging steak

Daging steak tidak hanya menggunakan satu jenis daging yang diambil sembarangan dari tubuh sapi.

Pada umumnya ada 4 jenis daging yang biasa dijadikan potongan steak, dan keempatnya memiliki rasa yang khas.

Pertama adalah rib eye, daging ini berasal dari sekitaran tulang iga atau tulang rusuk sapi yang lebih lembut dan berlemak. Cita rasa dagingnya lebih enak dan punya aroma yang khas.

Baca juga: Makan Steak Bisa Ke Inggris?

Kedua adalah T-bone, merupakan bagian penting dan paling lengkap karena memiliki lapisan lemak, daging yang lembut dan tulang sekaligus. Daging T-bone terdapat di fillet tenderloin dan sisi lain pinggang atas sapi.

Ketiga striploin atau sirloin adalah potongan yang berkualitas tinggi dan ideal karena ukuran dan bentuknya besar. Sirloin ini memiliki tekstur yang lembut dan halus dengan lapisan lemak yang juicy.

Keempat adalah tenderloin, daging ini memiliki tekstur yang paling empuk dan halus dengan lemak rendah.

Potongan steak satu ini dianggap yang paling mewah. Dari satu sapi berukuran 500 kg hanya ada 5 kg bagian ini, sehingga harganya mahal.

Dari keempat jenis daging tersebut, menurut Wynda Mardio, Founder Steak Hotel by Holycow, orang Indonesia lebih suka bagian sirloin.

Alasannya, harga sirloin lebih bersahabat dengan tekstur dan rasa tidak kalah enak dibandingkan tenderloin.

Mengenal kualitas daging steak

Selain mengenal keempat jenis daging di atas, tak boleh ketinggalan adalah kemampuan untuk mengenal kualitas daging yang baik.

Menurut Kevin Soemantri, pengamat kuliner, ada dua hal yang bisa menentukan kualitas daging.

Pertama adalah marbling, yakni kandungan lemak intra otot pada daging steak, ditandai dengan garis-garis putih seperti marmer yang menyebar di sekitar daging.

Baca juga: Dicap Buruk, Padahal Mereka Makanan Sehat

“Daging steak yang berkualitas memiliki marbling yang banyak. Semakin banyak marbling, tekstur daging yang dihasilkan akan semakin lembut dan juicy,” ujar Kevin saat temu media di Steak Hotel by Holycow di Jakarta (19/03).

Kedua adalah warna pada daging. Daging yang segar akan berwarna merah, jika warna merah pada daging pudar berarti kualitas daging yang dikonsumsi kurang baik.

Tingkat kematangan daging

Ada lima tingkat kematangan daging steak, yaitu dari rare yang terlihat masih mentah di bagian dalam, lalu medium rare, medium, medium well, dan well done dengan daging steak yang matang menyeluruh.

Menurut founder Steak Hotel By Holycow, Wynda Mardio 70% konsumen di restonya lebih menyukai tingkat kematangan well done atau matang merata dan lebih kering dibandingkan dengan kematangan lain.

Padahal, menurut Wynda, tingkat kematangan paling oke menikmati steak adalah medium.

“Sebenarnya steak paling enak itu dinikmati di tingkat kematangan medium, karena masih terasa juicy. Tapi orang kita lebih suka well done. Itu karena sudah budaya di sini seperti itu,” jelas Wynda.

Kevin menambahkan, “Makan steak itu lebih baik di tingkat kematangan medium atau medium rare, kenapa? Karena kita masih bisa merasakan tekstur, kualitas, lemak dan juicy-nya.”

Menurut Kevin, pada tingkat kematangan well done cita rasa inti dari daging hilang menguap karena proses masak yang cukup lama, sekalipun daging yang dipilih berkualitas.

Daging pun akan lebih alot untuk dikunyah pada tingkat kematangan well done.

Jika tidak merasa nyaman dengan tingkat kematangan yang menunjukkan bagian dalam steak yang masih merah mentah, ada tingkat kematangan lain yang bisa dipilih sesuai selera, yakni medium well.

Tidak terlalu matang seperti well done, tapi masih merasakan steak yang juicy.

Selanjutnya adalah medium rare, dengan cita rasa daging yang lebih kuat dan masih berwarna sangat merah.

Banyak orang mengira, warna merah daging pada tingkat kematangan ini masih mentah dan mengandung darah, padahal menunjukkan zat besi yang dikandung daging.

Untuk mengenali tingkat kematangan daging kamu dapat melihatnya dari warna-warna berikut:

1. Well done, memiliki warna cokelat tanpa kemerahan.

2. Medium well, sudah berwarna cokelat namun di bagian tengah masih ada sedikit warna merah muda.

3. Medium, merah muda hanya di bagian tengah.

4. Medium rare, mayoritas warna daging setelah dipotong masih merah tua.

5. Rare, semua bagian dalam daging berwarna merah tua.

Dengan mengetahui 3 hal ini, kamu sudah siap untuk memilih steak favoritmu sendiri. Jadi, kapan akan makan steak?

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by AnisaGiovanny

Content Author

Rayakan 35 Tahun, Pizza Hut Beri Promo Ini!

Hati-Hati, Jangan Sampai Mual Saat Yoga Karena Ini!