in

Tongseng Lezat Pengobat Rindu

Menjadi seorang perantuan yang jarang pulang ke tanah kelahiran kecuali saat mudik lebaran, memang terkadang saya harus berat menahan rindu.

Saya adalah perantauan dari Kota Gudeg ke Kota Tapis Berseri alias Lampung.

Sudah hampir 12 tahun sejak awal menjejakkan kaki di tahun 2006 saat saya diterima sebagai CPNS LIPI sebagai peneliti yang ditugaskan di Lampung. Rasanya tentu kaget dengan kultur yang berbeda. Namun, Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.

Memang benar jika rezeki, jodoh semua sudah ada yang mengatur. Ternyata selain rezeki jodoh saya pun dipertemukan di Bumi ruwai jurai.

Seorang Puja Kesuma, alias putri Jawa kelahiran Sumatra. Jadi, usut punya usut nenek, pakde, bude istri ada juga di Yogyakarta. Wah ini yang namanya ruh tidak akan pernah salah gaul. Hehehe. Jadi, bertemu lagi dalam satu dasar kebudayaan yang sama.

Menjadi seorang perantuan yang jarang pulang ke tanah kelahiran kecuali saat mudik lebaran, memang terkadang saya harus berat menahan rindu.

Menahan rindu pada satu menu masakan yang jadi favorit saya, yaitu tongseng kambing. Kalau di Yogya yang saya suka adalah Tongseng Kambing Godril. Emm, rasa rempah dan gurihnya potongan daging menyatu membuat saya susah melupakannya.

Beruntung saya memiliki istri yang punya hobi memasak dan mencoba-coba resep. Suatu hari saat sedang rehat siang, saya mengobrol dengan istri tentang kerinduan saya dengan si tongseng kambing.

“ Bu, sudah lama nih Ayah enggak makan tongseng, rasanya kangen sekali menyantapnya.”

“ Tongseng kambing yang dimasak dengan rempah Indonesia ya, memang seperti apa rasaya? Wah harus jajan dulu Yah untuk bisa mencari rempah yang dipakai apa saja.” Istri saya menimpali dengan wajah serius.

“ Oh , jadi harus mencicip dulu baru bisa memasaknya?” Saya balik bertanya.

“ Iya, agar rasa yang didapat itu otentik, karena tongseng kan kuliner Indonesia, sedang rempah yang dipunya banyak. Jadi, agar tidak salah memakai rempahnya.” Istri saya memberikan alasan.

Iya juga, masuk akal pendapat istri saya. Dan akhirnya selang beberapa hari kami pun jajan tongseng hehe.

Setelah mencicip secara langsung, istri pun mulai mencatat dan mencari informasi melalui Wikipedia tentang rempah-rempah Indonesia.

Dan akhirnya dengan penuh semangat, istri mulai eksekusi resep dengan modifikasi sendiri. Resep ini juga pernah dibagikan ke teman yang ingin memasak tongseng.

Nah, ini resep tongseng yang bisa mengobati kerinduan saya pada kuliner kampung halaman. Karena cari daging kambing susah, resep diganti menggunakan daging sapi. Yuk, mari ikuti resepnya.

Resep Tongseng Lezis Ala Linda

Bahan-bahan:

  1. Daging sapi 500 gram, potong sesuai selera.
  2. 300 ml santan kental dari 1 butir kelapa segar
  3. 500 ml santan encer
  4. Air 750 ml untuk merebus daging sampai empuk
  5. 4 lembar daun salam
  6. 4 cm lengkuas, memarkan
  7. 2 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya, dan sobek-sobek
  8. 4 batang serai, memarkan
  9. 7 buah cengkih
  10. 4 buah cabai jawa
  11. 2 cm kayu manis
  12. Garam secukupnya
  13. Gula merah secukupnya
  14. Kecap manis sesuai selera
  15. 2 sdm minyak goreng

Bumbu Halus:

  1. 6 siung bawang putih
  2. 4 butir bawang merah
  3. 5 buah cabai merah besar
  4. 4 buah cabai rawit merah
  5. 2 cm pala
  6. 1 sdt merica
  7. 1 sdt ketumbar
  8. 6 butir kemiri
  9. 4 cm jahe
  10. 4 cm kunyit

Pelengkap:

  1. Bawang merah goreng untuk taburan dan penyajian
  2. 2 buat tomat, iris-iris
  3. 5 lembar daun kol, potong-potong
  4. 2 batang daun bawang, iris-iris
  5. Acar timun dan wortel

Cara Membuat:

  1. Rebus daging sampai empuk, saring kaldunya, buang bagian busanya dan sisihkan.
  2. Tumis bumbu halus sampai harum dan matang.
  3. Masukan daun salam, lengkuas, serai, daun jeruk, cengkih, kapulaga, cabai jawa, dan kayu manis. Aduk rata. Matikan api.
  4. Siapkan panci, masukkan daging, air kaldu, dan santan encer. Lalu masukan bumbu yang sudah ditumis.
  5. Masak di atas api, sambil diaduk agar santan tidak pecah. Masukan garam dan gula merah.
  6. Masukan santan kental dan kecap. Aduk rata dan biarkan sampai bumbu meresap.
  7. Cicipi rasa, jika ingin ditambah bubuk kaldu optional sesuai selera. Tambahkan bawang merah goreng dan matikan api.

Saran Penyajian:

  1. Ambil panci kecil, masukkan tongseng dan panaskan.
  2. Masukkan irisan tomat, kol, dan daun bawang.
  3. Taburi bawang merah goreng, angkat
  4. Sajikan bersama nasi dalam keadaan panas.

Hasil dari masakan istri ternyata lezat dan terasa hangat di badan karena banyak mengandung rempah-rempah.

Rasanya bisa mengobati kerinduan saya terhadap kuliner tanah kelahiran. Rasa lezat daging sapi dan gurihnya santan berpadu dengan pas di lidah, apalagi saat menyantapnya dilengkapi acar timun dan wortel yang ada cabai rawitnya.

Emm, benar-benar kuliner asli Indonesia memang juara.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Arsik Ikan Mas; Lezatnya Hidangan Tanah Batak

Nasu Palekko, Si Hidangan “Galak” yang Selalu Eksis