Tips Menyimpan Bahan Makanan Lebih Tahan Lama

Menyimpan bahan makanan kerap dianggap sepele. Kalaupun busuk atau rusak, beli yang baru saja lagi.

Hal ini menyebabkan food-wasting besar-besaran. Setiap tahunnya, sepertiga atau 1,3 milyar ton makanan di bumi terbuang percuma.

Oleh karena itu, mulai dengan menyimpan bahan makanan secara tepat. Dijamin, kandungan gizinya pun akan ikut terjaga.

Berikut tips menyimpan bahan makanan segar sebelum diolah atau dimasak.

1. Tentukan Tempat Penyimpanan

Tidak semua buah cocok disimpan dalam kulkas. Pisang, alpukat, melon, dan jeruk adalah jenis buah yang lebih awet di suhu ruang.

Bumbu dapur, umbi, dan rimpang seperti jahe, lengkuas, dan kunyit sebaiknya disimpan dalam suhu ruang.

Suhu kulkas yang cukup lembab dapat membuatnya berjamur. Pastikan untuk meletakkan bumbu dapur jauh dari sinar matahari dan panas kompor.

2. Gunakan Wadah yang Tepat

Setiap bahan makanan bisa disimpan dalam dua jenis wadah, yakni wadah plastik kotak atau wadah plastik zip lock.

Pastikan bahan atau bumbu beraroma menyengat seperti bawang putih disimpan dalam wadah kedap udara. Aromanya dapat memengaruhi cita rasa bahan makanan lain di dekatnya.

Sayuran yang akan disimpan tidak perlu dicuci. Langsung tempatkan dalam wadah plastik zip lock dan beri lubang-lubang kecil pada wadahnya. Simpan dalam lemari pendingin di laci khusus sayuran.

Jangan mencampur sayur atau buah tertentu dalam satu wadah. Misalnya, jangan mencampur tomat dan mentimun dalam satu wadah. Gas yang dikeluarkan tomat dapat membuat mentimun cepat busuk.

Apel juga sebaiknya dipisahkan dari sayuran dan buah lain. Zat gasnya dapat mempercepat pembusukan bahan di sekitarnya.

3. Terapkan Sistem FIFO

FIFO atau “first in, first out” adalah sistem dalam dapur-dapur restoran, dimana bahan makanan baru akan didata sebelum masuk tempat penyimpanan.

Sistem ini mempermudah kita untuk tahu letak penyimpanan dan kesegaran bahan makanan.

Untuk sistem FIFO di rumah, cukup beri label tanggal pada wadah penyimpanan. Tuliskan tanggal masuknya bahan tersebut ke dalam kulkas atau tempat penyimpanan.

Letakkan bahan makanan baru di belakang bahan lama. Secara otomatis, kita akan menghabiskan bahan lama terlebih dulu.

4. Bersihkan Tempat Penyimpanan Secara Teratur

Tempat penyimpanan dalam bentuk apapun perlu dibersihkan secara rutin.

Wadah kotak plastik perlu dicuci dengan sabun anti bakteri sebelum dipakai.

Kulkas perlu dibersihkan secara berkala supaya kuman dan bakterinya tidak mengendap dan makanan tetap higenis.

Lemari penyimpanan dalam suhu ruang juga harus diperhatikan. Bersihkan dari kuman dan debu agar makanan cepat berjamur dan busuk.

5. Hindari Simpan Banyak Makanan dalam Kulkas

Kulkas yang terlalu pernuh membuat sirkulasi udaranya tidak lancar. Suhu udara kulkas pun berubah dan mempengaruhi bahan makanan yang disimpan.

Hindari menimbun banyak bahan makanan di kulkas. Terapkan sistem FIFO agar sirkulasi udara kulkas terus berjalan baik.

Baca juga:

Sebelum Simpan, Bersihkan Dengan Cara Ini:

  • Untuk sayuran dan buah, cuci hingga bersih di bawah air mengalir. Dengan demikian, bakteri penyebab kebusukannya dapat berkurang.
  • Untuk daging dan unggas, cuci di bawah air mengalir. Bersihkan dari darah dan lendir, buang juga lemak yang tak terpakai. Masukkan dalam plastik zip lock dan simpan dalam lemari es.
  • Untuk ikan, bersihkan sisik, insang, dan isi perut sebelum dicuci. Bagian-bagian tersebut merupakan sumber pencemaran mikrooganisme. Cuci bersih dengan air mengalir, lalu biarkan tiris sebelum disimpan.
  • Untuk seafood, tidak jauh beda dengan ikan. Bersihkan bagian-bagian tertentu, lalu cuci di bawah air mengalir. Tiriskan.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *