Logo Balanga

Ticah Boh Pik, Menu Sederhana Nan Menggoda

 Ticah Boh Pik, Menu Sederhana Nan Menggoda

Halo, selamat siang! Dari kota paling ujung pulau Sumatra. Siang ini aku lagi kangen berat sama masakan Mamak yang paling juara dan hanya bisa aku dapatkan jika berada di kampung halaman.

Bagi seorang anak yang baru pertama kali merantau, tentu jam makan siang menjadi jam paling melow, tiba-tiba otakku jadi mengingat aroma masakan Mamak yang begitu menggoda.  

Aku nih lagi ngebayangin makan siang di temani gambas? Yuhuuuu rasanya seperti rasa cintaku padamu. Eaaak.

Hampir saja membuat ilerku jatuh. Mamakku punya beribu cara membuat masakan yang biasa aja menjadi luar biasa dari hasil lokal bercita rasa internasional nan bermanfaat. Dialah koki terhebat. Jadilah hari ini aku bercerita mengenai makanan kesukaan “Ticah boh pik (baca: gambas)”.

Nih, gambarnya gambas yang udah di panggang dan kelapa kukur yang belum di giling dan dicampur dengan bumbu.

Pik (red- Aceh) merupakan nama lain dari gambas. Tidak ada orang yang tidak mengenal gambas yang merupakan jenis sayuran hijau yang tumbuhannya rambat seperti mentimun berbentuk hijau serta daging yang berwana putih.

Selain rasanya unik, gambas ini bisa dibuat menjadi berbagai macam olahan makanan. Apalagi jika dimasak ticah.

Aku sulit menerjemahkan ticah dalam Bahasa Indonesia, karena tidak semua bahasa daerah harus diterjemahkan. Inilah keberagaman Indonesia yang kaya akan kulinernya.

Ticah Boh Pik itu bentuknya bagaimana sih?

Tidak ada bedanya. Boh pik alias gambas terlebih dulu dicuci, bersihkan, dan dipanggang di bara api. Jangan sampai hangus ya, nanti gosong jadinya enggak enak.

Untuk bumbu ticah-nya, persiapkan saja kelapa kukur, serai, cabai rawit, bawang merah, dan tentunya asam sunti (kunci masakan orang Aceh).

Bumbu ticah-nya digiling ya, tapi mamakku selalu menggilingnya menggunakan batu giling bukan pake blender. Katanya sih biar lebih nikmat. Lalu jangan sampai kelapa kukurnya hancur dan lumat ya.

Cukup bumbu rempahnya saja yang dihaluskan sehalus halusnya. Setelah itu,campurkan dengan gambas yang sudah dipanggang dan di potong-potong. Taraaa ticah boh pik pun siap disantap.

Maaf tampilannya tidak menarik, tapi saya jamin rasanya bikin kamu tertarik

Ternyata buat ticah boh pik itu gampang banget. Apalagi dimasak dengan penuh cinta oleh Mamak tecintah. Juara deh!

Pantaslah kalau Mamak mendapatkan predikat sebagai koki terhebat sepanjang asa yang mampu membuatku galau berkepanjangan jika sedang bertugas di luar kota.

Ticah boh pik sangat nikmat jika di makan dengan nasi putih panas dikasih sedikit minyak dan ikan teri goreng, duduk di atas balai dekat persawahan sambil menjaga padi yang di ganggu burung pipit.

Tambah berasa jika diiringi oleh alunan sepoi sang angin siang hari yang mampu menambah nafsu makan hingga melupakan sang mantan.

Ticah boh pik ala Mamak ini lebih lezat daripada fastfood. Oh Mak, mengapa masakanmu mengalihkan duniaku.

Inilah juara kampung halaman sejati yang tak pernah terganti. Pingin cepat balik ke kampung halaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *