in

Ternyata Gorengan Bisa Lebih Sehat Kalau Pakai Minyak Ini

Mendengar kata lemak reaksi orang bisa berbeda. Mungkin di antara kalian ada yang bereaksi dengan rasa benci terhadap lemak dan menghindarinya sama sekali? Mari berpikir ulang sejenak. Pola makan manusia yang sehat dan seimbang justru butuh sumber lemak sebesar 30% per hari.

Acara “Masak dengan Bertolli Olive Oil” di Almond Zucchini Cooking Studio (24/01) membahas kebutuhan tubuh akan lemak, tapi bukan sembarang lemak.

Menurut ahli gizi Emilia Achmadi yang menjadi narasumber acara, “Kalau ada yang bilang lemak is bad for you, itu bukan lemaknya yang bad for you. You are the one who choose the bad fat.”


Nutrisionis Emilia Achmadi menjelaskan manfaat minyak zaitun. (Foto: Belanga.id/Anisa Sekarningrum)

Pernah dengar makan gorengan bikin jerawatan? Mitos.

Timbulnya jerawat bukan hanya dipengaruhi oleh minyak goreng, tapi juga hormon, porsi makan yang tidak berimbang serta kualitas makanan yang jelek.

Bukan cuma jerawatan, emosi yang tidak terkontrol atau baperan juga disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang.

Sebab ketidakseimbangan itu bisa jadi karena tidak idealnya konsumsi jumlah lemak yang masuk atau sumber lemak yang salah.

Salah satu sumber lemak yang dianggap cocok dan sehat dikonsumsi manusia bersumber dari buah zaitun.

Buah zaitun dapat diolah menjadi minyak, yaitu yang dikenal sebagai olive oil. Sebagai minyak, zaitun merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal (mono unsaturated fatty acids) dengan besaran kandungan lebih dari 70%.

Mediterranean diet, yang dipercaya sebagai pola makan tersehat di dunia, menggunakan persentase lemak tinggi yang bersumber dari minyak zaitun.

Di Indonesia, masih banyak orang yang belum familiar dengan penggunaan minyak zaitun. Padahal, selain lemak sehat, ia juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat berfungsi sebagai pencegah kanker.

Antioksidan memiliki fungsi sebagai anti inflamasi yang dapat menekan infeksi yang terjadi pada tubuh manusia akibat pola hidup yang kurang sehat, yang juga dapat menaikkan daya tahan tubuh.

Chef Rinrin memasak bola-bola talas. (Foto: Belanga.id/Anisa Sekarningrum)

Tiap hal yang mengandung lemak, termasuk minyak zaitun, tentunya memiliki titik asap, yaitu keadaan saat sumber lemak dipanaskan pada suhu tertentu, sumber lemak akan menjadi rusak.

Melewati titik asap ini yang terkadang mengubah sumber lemak baik menjadi buruk. Makanya dalam penggunaan minyak zaitun, perhatikan juga suhunya.

Misalnya, antioksidan itu biasanya tidak tahan panas, namun dalam minyak zaitun, kadar antioksidan masih bisa tahan hingga suhu 180oC.

Salah satu produk minyak zaitun yang memiliki variasi titik asap adalah Bertolli Olive Oil.

Tiga varian tersebut adalah Bertolli Classico Olive Oil, Bertolli Extra Light Olive Oil, dan Bertolli Extra Virgin Olive Oil.

Produk Bertolli Classico Olive Oil dapat dipanaskan hingga suhu 200oC sehingga cocok untuk membuat tumisan hingga memanggang kue.

Sementara untuk menggoreng tempe, disarankan menggunakan Bertolli Extra Light Olive Oil yang tahan panas hingga 220oC.

Variasi terakhir yaitu Bertolli Extra Virgin Olive Oil juga dapat dipanaskan hingga suhu 180oC, namun penggunaannya lebih disarankan sebagai saus pasta, mayonaise, atau salad dressing.

“Saya sudah menggunakan Bertolli Olive Oil selama puluhan tahun, karena produk ini bervariasi sehingga apapun proses masak yang ingin saya lakukan dapat menggunakan produk Bertolli,” jelas Emilia.

minyak zaitun
Cakwe dan bola-bola talas kreasi Chef Rinrin menggunakan Bertolli Extra Light Olive Oil. (Foto: Belanga.id/Anisa Sekarningrum)

Pada kesempatan yang sama hadir Chef Rinrin Marinka yang beraksi dan mencontohkan masakan Indonesia yang dapat dimasak dengan minyak zaitun.

Keduanya adalah bola-bola talas dan cakwe saus asam manis yang digoreng dengan Bertolli Extra Light Olive Oil.

Jadi, siapa bilang gorengan tidak bisa menjadi konsumsi yang lebih sehat?

Penulis: Anisa Sekarningrum
Editor: Ellen Kusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Emina Cheese, Cara Baru Konsumsi Keju

Rayakan “Veganuary” Emirates Sajikan 20.000 Menu Vegetarian!