in

Sudah Tahu Cara Seduh 5 Jenis Teh Ini?

Beda jenis teh, beda pula cara seduhnya.

Teh adalah pilihan andalan saat minum di warung atau restoran. Tidak jarang ada orang yang lebih memilih minum teh daripada air putih. Tapi tahukah kamu kalau teh itu tidak hanya sekadar teh tawar atau teh manis saja? Itu sih lebih pada preferensi teh yang disukai.

Kalau di kopi ada robusta dan arabika, secara umum teh dibagi menjadi lima jenis berdasarkan warnanya, yaitu teh putih (white tea), teh hijau (green tea), teh kuning (yellow tea), teh merah (red tea), dan teh hitam (black tea).

Baca juga: Warga Dunia Makin Suka Ngopi, Kok Kopi Indonesia Stagnan?

Jenis teh yang paling dikenal adalah teh hitam dan teh hijau. Kedua teh tersebut punya perbedaan utama dalam proses pembuatannya.

Secara umum teh hitam diproses sedemikian rupa melalui fermentasi, sedangkan teh hijau hanya melalui satu kali proses penyaringan.

Teh hitam diambil dari daun yang letaknya jauh dari pucuk, kadang bersama dengan batangnya juga. tes

Teh hitam melewati proses fermentasi yang panjang, sekitar 90 menit hingga, kadar airnya turun 3-4% dengan pengeringan selama 18-20 menit.

Proses pengeringan yang lama ini membuat rasa teh hitam menjadi lebih smokey dibanding teh lainnya, sehingga cocok untuk dicampur dengan gula. Biasanya teh hitam itu paling cocok diminum pagi hari.

Teh hijau diambil dari daun kedua dan ketiga dari pucuk. Daun-daun tersebut kemudian melewati proses pelayuan, yang kemudian dikeringkan dengan cara penguapan atau sangrai biasa.

Setelah itu daun melewati proses penggulungan. Hal ini yang membuat rasa teh hijau menjadi sedikit pekat dibandingkan teh putih, namun tidak sepekat teh hitam.

Teh hijau banyak dijadikan sebagai ramuan pengontrol berat badan.

Zat-zat yang terkandung di dalamnya disinyalir dapat membantu proses pembersihan lemak di dalam tubuh. Sehingga teh hijau cocok diminum di malam hari atau saat makan masakan berlemak, seperti seafood atau nasi padang.

Bila dibandingkan, aroma dan warna dari teh hitam lebih kuat sedangkan teh hijau punya warna dan aroma yang segar.

Teh putih berasal dari daun teratas atau pucuk daun teh muda yang masih kuncup. Bentuknya pipih berwarna putih sehingga banyak orang menyebutnya sebagai silver needle.

Teh putih memiliki kualitas teh paling baik dibanding keempat jenis lainnya. Karena sulit diperoleh, harganya pun tergolong mahal.

Aroma dan rasa bunga dari teh putih cenderung kuat dengan tekstur full body (kekentalan yang terasa nyata di mulut) namun dengan rasa ringan dan warna yang jernih.

Jika kamu menemukan teh putih yang saat diseduh berwarna kuning, berarti kualitasnya jelek.

Daun teh putih hanya dibersihkan dan dikeringkan pada suhu rendah dalam ruangan.

Proses pengolahannya yang singkat ini menyebabkan teh putih dapat diseduh hingga lima kali, bahkan bisa dimakan sebagai camilan juga.

Tidak aneh bila harganya sepadan dengan kualitas dan manfaatnya. Satu kilogramnya bisa seharga 1 juta rupiah.

Teh putih juga memiliki antioksidan paling tinggi dibanding jenis teh lainnya. Setidaknya 12 kali melebihi antioksidan dalam buah jeruk, sehingga bagus dikonsumsi untuk mencegah kanker.

Teh kuning yang berkualitas biasanya diambil dari daun kedua dan ketiga saja, sama seperti teh hijau. Hal ini dimaksudkan agar teh kuning memiliki rasa segar dan aroma bunga yang maksimal, walaupun tidak sekuat teh putih.

Setelah melewati proses pelayuan, daun diuapkan, digulung dan dikeringkan. Kemudian diuap kembali agar lembab, ditutup selagi masih panas, dan dikeringkan.

Proses ini menciptakan rasa beragam pada teh kuning. Sedikit rasa fruity, sedikit rasa sangrai. Teh kuning sering dijuluki sebagai teh yang memiliki rich taste.

Berbeda dengan teh merah yang memiliki rasa unik. Walaupun warnanya pekat mendekati warna teh hitam, rasanya justru agak asam seperti rasa buah dengan aftertaste yang manis.

Daun teh merah diproses dengan pelayuan dan fermentasi sekitar 30-60 menit dalam suhu yang lebih rendah dari teh hitam sehingga timbul rasa asam dan manis seperti buah dari proses tersebut.

Untuk mendapatkan rasa maksimal dari teh-teh di atas, cara penyeduhan pun harus diperhatikan, terutama suhu dan waktu penyeduhan.

Jika menggunakan resep 3 gram teh dengan 150 ml air, maka untuk teh putih baiknya diseduh dalam suhu 80oC selama 2-3 menit, sedang teh hijau pada suhu 85oC selama 2-3 menit.

Teh kuning baiknya diseduh selama 3-4 menit pada suhu 90oC, lalu teh merah pada suhu 95oC selama 3-4 menit.

Teh hitam sendiri baiknya diseduh dalam air mendidih bersuhu 100oC selama 4-5 menit agar dapat menikmati rasanya dengan optimal.

Jangan sampai salah cara seduh lagi, ya!

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Food Cycle Indonesia Kurangi Food Wasting dengan 3 Prinsip

Serbu 7 Makanan Pedas Indonesia ini di Festival Jajanan Bango 2019!