Makan Steak Bisa Ke Inggris?

Steak Hotel by Holycow tahun ini sudah memasuki usia ke 9 tahun. Holycow, biasa ia disebut, adalah sebuah restoran steak yang sudah berdiri sejak 2010. Dari sebuah warung kecil sederhana hingga kini berhasil membuka 18 cabang di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang.

Seperti yang diketahui, steak adalah makanan yang menggunakan daging, biasanya sapi, sebagai bahan utamanya. Daging sapi dibakar sampai tingkat kematangan tertentu sesuai selera, bisa rare, medium, medium rare, hingga well done.

Steak juga lebih mudah diterima di lidah orang Indonesia, dibanding makanan a la western lainnya.

“Pada dasarnya orang Indonesia itu sudah suka daging dari dulu. Orang Minang, Sulawesi, Kalimantan, semua suka daging,” ujar Kevin Soemantri, pengamat kuliner, saat ditemui di perayaan 9 Tahun Steak Hotel by Holycow di Jakarta (19/03).

“Jadi tidak sulit menerima hidangan steak,” tambahnya.

Baca juga: Menikmati Makanan Mentah a la Indonesia

Keberadaan steak di Indonesia, khususnya di ibukota juga mudah ditemui. Di restoran bintang lima atau hotel dengan reputasi bagus biasanya hidangan ini tersedia.

Rata-rata untuk menikmati steak itu tak murah, bisa menguras kantong hingga ratusan ribu.

Belum lagi kalau pilihan dagingnya yang terbaik, seperti wagyu yang dikenal mahal dibanding jenis daging lainnya.

Untuk memberikan alternatif menikmati steak dengan kualitas daging yang oke, rasa yang enak, tapi ramah kantong, Steak Hotel by Holycow hadir untuk menjawabnya.

Di Holycow para pecinta makanan bisa menikmati steak dengan berbagai jenis daging yang berkualitas termasuk daging wagyu yang dikenal memiliki kualitas premium.

Steak wagyu dari bagian sirloin, rib eye, dan tenderloin di Holycow dibanderol tak sampai Rp230.000. Terbilang murah, melihat reputasi wagyu yang bagus karena tekstur dagingnya yang lembut dan juicy.

Terciptanya Steak Hotel by Holycow dengan membawa daging wagyu yang murah tak lepas dari kegemaran Wynda Mardio, Founder Steak Hotel by Holycow.

Wynda memang gemar makan steak bersama sang suami sedari dulu. Makanya ia bertujuan ingin memberikan pengalaman makan steak yang tidak setengah-setengah pada masyarakat.

“Saya ingin memberikan pengalaman makan steak kepada orang lain secara benar dan enak, jadi ga tanggung-tanggung. Makanya memutuskan memilih wagyu,” ujarnya.

Wagyu yang dipilh oleh Holycow pun bukan sembarangan. Daging wagyunya berasal dari Rangers Valley sebuah produsen daging berkualitas tinggi asal Australia.

Selain itu untuk bumbu-bumbu yang digunakan semuanya masih dibuat oleh Wynda. Menurutnya hal ini dilakukan agar kualitas produknya selalu terjaga dan terus disenangi para pelanggan.

Meski identik dengan hidangan western namun Holycow tetap menggunakan bahan-bahan lokal untuk berbagai jenis sayuran dan bumbu yang digunakan.

Seperti kentang yang berasal dari Dieng, basil dari Bandung, dan bayam hidroponik dari petani lokal yang telah diajak kerja sama.

“Karena kita brand Indonesia, makanya mau memperdayakan para petani lokal,” tambahnya.

Wynda juga terus melakukan inovasi agar bisa menemukan berbagai menu baru, salah satu menu yang tercipta dari inovasinya adalah menghadirkan steak a la Indonesia.

Steak a la Indonesia versi Holycow dengan tambahan sambal matah. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Hasilnya adalah bistik yang dinikmati bersama saus khas bistik dan sambal matah. Ternyata cocok dimakan bersama.

Tak hanya dari segi menu, ia juga terus mencari berbagai jenis daging baru, bahkan menurut Wynda tidak menutup kemungkinan ia akan menggunakan daging sapi asli dalam negeri.

Apalagi kini ia bersama tim riset sedang menggodok beberapa daging lokal yang mungkin bisa jadi pilihan diberbagai menu steak miliknya.

Sebagai restoran yang mengedepankan menu steak, Holycow telah berhasil menjual 160.000 kg daging selama tahun 2018 setara 750.000 piring.

Membahagiakan Konsumen

Usia panjang Holycow tentu saja hal ini tak dapat terwujud jika tidak ada peran konsumen yang silih berganti berdatangan.

Oleh karena itu untuk memeriahkan ulang tahun dan menjawab keinginan para pelanggan, Holycow mengadakan undian berhadiah bertema “one steak closer“.

Dari makan steak bisa diajak jalan-jalan ke destinasi impian. Ada 3 pilihan destinasi, yaitu menonton sepak bola di Inggris, menonton konser K-Pop di Korea, atau wisata religi yang bisa dipilih sesuai keyakinan masing-masing.

“Setiap ulang tahun kita selalu kasih hadiah. Pas awal-awal masih seputar gadget, sekarang makin meningkat. Kita kasih jalan-jalan ke luar negeri apalagi orang-orang lagi suka traveling, ‘kan,” ujar Wynda sembari tersenyum.

Dari ketiga pilihan wisata itu akan dipilih satu orang pemenang yang boleh memilih salah satunya. Pemenang bisa mengajak satu orang lagi untuk menemani tripnya.

Cara ikut undiannya mudah. Makan di gerai Steak Hotel By Holycow di mana pun di Indonesia, dan dapatkan One Step Card #onesteakcloser dengan minimal transaksi Rp300.000.

Lalu ikuti @holycow_radal dan @ict_travel di Instagram/Twitter. Unggah fotomu saat di TKP dengan hashtag #onesteakcloser. Tag @holycow_radal dan satu temanmu.

Kompetisi berlangsung dari 15 Maret hingga 31 Mei 2019. Informasi lengkapnya kunjungi akun instagram @holycow_radal atau www.holycowsteak.com.

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *