Logo Balanga

Si Manis Dari Bengkulu

 Si Manis Dari Bengkulu

Di zaman yang semakin cangih ini, trend terus berkembang dari waktu ke waktu. Seperti salah satunya adalah trend di bidang kuliner. Banyak sekali kuliner yang menyajikan makanan baru yang berasal dari luar negeri di Indonesia dan menarik perhatian masyarakat Indonesia.

Tidak sedikit yang beranggapan jika mengkonsumsi makanan dari luar negeri akan terlihat keren atau dalam bahasa sekarang itu disebut “kekinian”. Maka dari itu, kuliner luar negeri laku keras di Indonesia. Padahal kita sebagai masyarakat Indonesia hendaklah mengkonsumsi kuliner lokal serta membantu mempromosikannya ke manca negara.

Tapi prinsip kekinian tersebut tidak tertanam dalam hati seorang nenek yang bernama Sita. Beliau adalah penjual makanan khas Kota Bengkulu tepatnya di kelurahan lempuing.

Makanan yang dijual nenek sita dikenal dengan nama lepek binti. Lepek binti merupakan kudapan dari Bengkulu yang berbahan baku dari ketan dan inti kelapa yang diolah dan di bungkus dengan daun pisang. Rasa manis dan gurih membalut di setiap gigitan ketika memakan lepek binti. Si manis ini tidak cukup satu, karena manisnya selalu membuat ketagihan untuk makan lagi dan lagi.

Dengan kebiasaan nenek sita sebagai penjual lepek binti, masyarakat di kelurahan lempuing bisa mengkonsumsi makanan tradisional setiap hari. Sehingga cita rasa makanan tradisional pun tidak terlepas dari lidah masyarakat kelurahan lempuing. Jasa yang sangat besar dari nenek sita yang membantu para tetangganya agar tidak lupa dengan makanan khas Bengkulu dan tetap menjadi penikmat makanan kampung halaman sendiri.

Lepek binti yang dibuat nenek sita setiap harinya di jual di teras rumahnya dengan menggunakan sebuah meja kecil yang di letakkan di teras rumah. Selain berjualan di teras rumah, nenek sita juga menitipkan lepek binti di warung-warung.

Harga lepek binti sangatlah ramah bagi kantong dan dompet. Hanya dengan seribu rupiah saja, kita bisa menikmati rasa lepek binti yang manis dan enak dan rasanya pun tidak diragukan lagi. Karena nenek sita adalah masyarakat asli Bengkulu, maka dari itu beliau paham sekali cara pembuatan lepek binti. Dan beliau pun selalu ingin melestarikan lepek binti yang merupakan si manis dari Provinsi Bengkulu dengan cara berjualan di setiap harinya.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *