in

Serbu 7 Makanan Pedas Indonesia ini di Festival Jajanan Bango 2019!

Pecinta pedas jangan sampai ketinggalan!

Ribuan penjaja kuliner dari seluruh penjuru Nusantara terus berupaya meracik rasa yang nikmat di lidah. Resep warisan dengan kelezatan asli berhasil bertahan dan dinikmati lintas generasi. Beberapa dari mereka akan hadir dalam Festival Jajanan Bango 2019 yang berlokasi di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sejak dulu, orang Indonesia gemar makan pedas. Entah rasa pedas cabai atau kuatnya rempah-rempah dalam satu hidangan.

FJB jadi salah satu ajang untuk kamu mencicipi rasa pedas yang sudah turun temurun disukai banyak orang.

Siapkan perut dan minuman, berikut makanan pedas yang wajib dicoba! Mungkin salah satunya adalah langgananmu?

1. Ayam Geprek Dabu-Dabu Lilang

Seporsi Ayam Geprek Dabu-Dabu Lilang. (Foto: Ulasan Google oleh Ogy Johanes)

Umumnya, ayam geprek memakai sambal bawang. Namun ada racikan baru yang bisa ditemui dalam Festival Jajanan Bango.

Sesuai namanya, Ayam Geprek Dabu-Dabu Lilang memakai dabu-dabu khas Manado.

Dabu-dabu merupakan sambal yang terdiri dari irisan cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, tomat, daun kemangi, dan jeruk cui. Sambal ini disajikan mentah tanpa ulekan atau proses masak.

Sang pemilik, Ajeng, ingin menyesuaikan cita rasa Manado dengan lidah Jawa. Ia menyiapkan seporsi nasi dengan ayam geprek berlumur sambal. Pengunjung bisa pilih bagian ayam sesuai selera.

Setelah digeprek, ayam akan dilumuri dabu-dabu hasil racikan sang pemilik. Tak lupa dilengkapi kol goreng dan timun segar agar makin mantap!

2. Ayam Taliwang Bersaudara

Ayam taliwang merupakan kuliner asal Lombok. Di tangan Baiq Hartini dan keluarga, bisnis ayam super pedas ini telah berjalan selama 33 tahun.

Ayam Taliwang Bersaudara pertama buka di Bali. Kini cabangnya tersebar di kota lain, seperti Lombok dan Jakarta.

Pada 2015, Ayam Taliwang Bersaudara terpilih sebagai penjaja dalam World Street Food Congress di Singapura.

Konsistensi rasa pun jadi kunci utama. Sejak dulu, Ayam Taliwang Bersaudara memakai ayam kampung usia 3 bulan.

Cara pengolahannya pun unik ketika Baiq menyikapi wabah flu burung beberapa waktu silam. Sebelum dibakar, ayam kampung digoreng terlebih dulu agar bebas virus.

Bumbu kemerahan pun diracik khas Lombok. Rasanya menyatu dengan gurihnya daging ayam, terlebih dengan tambahan sambalnya yang membara.

3. Kepala Ikan Manyung Bu Fat

Ikan manyung merupakan ikan laut yang dagingnya diolah menjadi jambal roti. Kuliner satu ini memang langka, tapi jangan sampai melewatkannya di Festival Jajanan Bango!

Kepala Ikan Manyung Bu Fat berasal dari Srondol, Semarang. Warung yang berdiri sejak 1969 ini ditangani oleh generasi ketiga, Winda Riskayani, cucu Bu Fatimah yang menggagas bisnis ini.

Dari segi penyajian, warung legendaris ini konsisten dengan tampilan dan rasa. Ukuran kepala manyungnya terbilang cukup besar.

Belum lagi siraman kuah santan dan irisan cabai rawit melimpah di atasnya.

Meski harga cabai naik, mereka tidak mengurangi penggunaannya sebagai taburan ikan manyung. Yang penting siap-siap berkeringat ketika menyantapnya dengan nasi hangat!

4. Mie Aceh Seulawah

Ingin mencicipi cita rasa khas Aceh Pidie? Segera melipir ke Mie Aceh Seulawah yang disebut-sebut sebagai “Legenda Mie Aceh Terenak di Jakarta”.

Warung masakan Aceh ini sudah ada sejak 1996. Pemiliknya, Hj. Ratna Dwikora, memakai resep sang ibu yang asli Pidie Jaya. Bumbu-bumbunya sengaja diterbangkan dari Serambi Mekkah demi rasa otentik.

Salah satu menu andalannya adalah mie kepiting. Tak tanggung-tanggung, kepiting utuh turut disajikan dalam sepiring mie Aceh.

Pengunjung bisa memesan jenis mienya, entah itu kuah, kering, atau tumis. Dilengkapi acar segar dan emping yang serasi dengan kuatnya rempah mie Aceh.

Dari Bondan Winarno hingga Haruka JKT 48 sudah mencoba, kalau kamu?

5. Pempek Ny. Kamto

Pucuk dicinta ulam tiba, begitulah kisah awal Pempek Ny. Kamto. Adalah seorang perempuan Palembang yang menikah dengan laki-laki asal Yogyakarta.

Cinta bertumbuh, bisnis berkembang. Pempek Ny. Kamto menjadi warung pempek asli Palembang pertama yang populer di Yogyakarta. Sejak 1984 hingga kini, resep dan bisnisnya telah diwariskan pada generasi kedua.

Pempek Ny. Kamto mengadaptasi resep asli Palembang. Rahasia kuah cuko yang kental adalah gula aren pilihan dan ebi.

Ada dua jenis kuah cuko yang disajikan, yakni cuko manis dan cuko asam pedas.

Untuk pempeknya pun lengkap tersedia dengan rasa gurih menggoda. Tak lupa irisan timun dan bubuk ebi yang disajikan bersama pempek.

Kenikmatannya menumbuhkan prestasi sebagai pemenang  kompetisi “Bango Penerus Wisata Kuliner” 2018.

6. Sate Padang Ajo Ramon

Sate Padang Ajo Ramon adalah salah satu pelopor sate Padang Indonesia di Jakarta. Kekhasan Pariaman turut dirasakan dari judul kuliner ini.

Pemakaian kata “ajo” yang berarti abang biasa ditemukan di sebelah utara kota Padang itu. Sejak 1980, bisnis ini telah memasuki generasi kedua.

Ajo Ramon sendiri telah wafat 2016 silam, tapi brand-nya terus menguat hingga “dipinjam” pedagang-pedagang sate lainnya.

Ada perbedaan antara sate Padang Kota dan Padang Pariaman. Daging sate milik Ajo Ramon cenderung kemerahan.

Kuah cokelatnya lebih pekat dan tidak ditambahkan kunyit. Sekali gigit terasa rempahnya, apalagi ditemani keripik balado yang sama nikmatnya.

Artis-artis ibukota pun jadi langganan, siapa tahu ketemu Bunga Citra Lestari atau Ringgo Agus Rahman?

7. Seblak Jeletet Murni

Ketika satu level pedas ditakar dengan secentong sambal, berapa banyak centong yang akan kamu pakai? Dari namanya, rasa pedas makanan ini memang beda dari yang lain.

Terinspirasi dari tren tahu jeletot, Seblak Jeletet Murni ini menyedot perhatian warga Jakarta. Sedangkan Murni adalah nama pemilik bisnis makanan khas Bandung ini.

Seblak Jeletet Murni tak hanya bermain level pedas. Pilihan isi seblaknya pun upgraded dari versi asli. Pengunjung bisa memilih kerupuk, bakso, mie, tulang, ceker, makaroni, hingga sayap ayam.

Kuah jeletet yang membakar lidah itu juga punya rahasia. Pemakaian cabai keriting yang dikeringkan ternyata menguatkan rasa pedas. Tak heran banyak yang menguji diri dengan mencoba seblak level 5. PEDES!

Festival Jajanan Bango 2019 berlangsung pada 16-17 Maret 2019 di Area Parkir Squash, Gelora Bung Karno, Jakarta, dan menghadirkan lebih dari 80 penjaja kuliner dengan kelezatan asli.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by Manggarayu

Content Author

Sudah Tahu Cara Seduh 5 Jenis Teh Ini?

Meneruskan Kuliner Legendaris Pada Generasi Sekarang