in

LoveLove

Seketika Bersama Nona, Mau Yang Ini atau Yang Itu?

Makan dulu baru ngopi atau ngopi dulu baru makan? Kalau di sini mah bebas!

Dua buah kedai yang berbeda namun ada dalam satu area yang sama, itulah Seketika dan Warpopski. Mau ngopi, pesan di Seketika. Mau makan ada Warpopski.

Tiga pilihan menu di Seketika dengan harga terjangkau. (Belanga.id/Anisa)

Yang Ini, atau Yang Itu?

Nama kedai kopi ini, Seketika, tergolong unik. Tapi tunggu sampai kamu tahu nama menunya.

Seketika hanya menjual tiga menu kopi lokal, yaitu Seketika Bersama Nona, Yang Ini dan Yang Itu.

Biar orang enggak ribet bilang ini kopi apa, itu kopi apa. Jadi Yang Ini dan Yang Itu aja, biar lebih akrab.

Onik – CoFounder Seketika, Creative Director ONX Studio

Kopi yang digunakan Seketika adalah blend kopi robusta dan arabika yang bijinya berasal dari Ciwidey Garut. Menu Yang Ini adalah latte sementara Yang Itu adalah black coffee.   

Lalu, siapakah Nona?

Dialah Alin, salah satu pendiri Seketika, peracik takaran dan rasa tiga menu kopi Seketika. Sebelumnya, Alin sempat bekerja di sebuah gerai kopi ternama di Jakarta selama tiga tahun.

Racikan menu Seketika Bersama Nona terinspirasi dari salah satu menu di gerai kopi tersebut yang kemudian disempurnakan oleh Alin, yaitu campuran espresso, crystal brown sugar dan heavy milk.

Seruputan pertama racikan kopi susu ini membuahkan rasa manis cenderung asam. Namun, rasa tersebut kelak berubah pahit di lidah belakang dan menghilang.

Yang Ini (kiri) dan Seketika Bersama Nona. (Belanga.id/Anisa)

Kopi ini juga sengaja diracik demi pengalaman baru. Ketika meneguk Seketika Bersama Nona, elemen crystal brown sugar ini memberi tekstur unik dalam kopi.

Awalnya Seketika

Terletak di Jalan Tebet Timur Dalam 6A, kedai ini berbagi tempat dengan Warpopski. Meja dan kursinya pun berbagi. Hanya tembok yang membatasi dapur masing-masing.

Tempat duduk untuk pengunjung sengaja didesain pendek dan kecil agar pengunjung lebih banyak berkomunikasi.

Kami juga sengaja nggak pasang wifi biar pengunjung nggak sibuk dengan gawai masing-masing.

Suasana sore di venue Seketika dan Warpopski. (Belanga.id/Anisa)

Seketika sendiri, awalnya tidak dibangun khusus sebagai warung kopi, melainkan studio desain.

Tempat itu berawal dari kesulitan para founder Seketika dan Warpopski untuk pergi main keluar studio karena tuntutan pekerjaan yang banyak. Akhirnya mereka menciptakan tempat bermainnya sendiri, sehingga orang-orang bisa datang berkunjung.

“Dulu kami semua ini penghuni A3 di Gudang Sarinah, termasuk Popop (pemilik Warpopsky) juga, lalu kemudian baru sekitar dua bulan ini kami pindah ke sini,” cerita Onik.

Tiga serangkai pendiri Seketika adalah Onik (Creative Director ONX Studio), Arya (Project Manager ONX Studio), dan Alin (AE ONX Studio). Studio desain yang mereka kelola, dipadu dengan racikan tiga menu kopi, akhirnya menjadi Seketika: Kopi, Desain, dan Diskusi.

Kopi, awalnya, disajikan ke teman-teman, kolega atau klien yang berkunjung.

Lama kelamaan banyak relasi hingga teman-teman klien banyak yang ingin mencicipi kopi buatan mereka juga. Dari situlah akhirnya Seketika berkembang dan betul-betul menjual kopi lokal untuk publik.

“Namanya Seketika, karena memang keputusan jualan kopi ya tiba-tiba saja. Seketika, gitu.”

Tagline Seketika yaitu kopi, desain, diskusi. (Belanga.id/Anisa)

Seketika berkembang menjadi ruang pamer hasil karya ONX Studio dan rekan-rekannya, sekaligus menjadi tempat lahirnya ide desain dan proyek baru.

Bulan Februari mendatang, Onik dan teman-teman berencana memajang instalasi desain yang dapat digunakan sebagai tempat duduk para pengunjung.

Onik juga menyebutkan, akan ada ruangan yang nantinya disewakan sebagai meet-up space. Sehingga jika ada yang perlu ruang untuk berdiskusi atau meeting dengan klien, mereka bisa menyewa ruangan dengan paket lengkap bersama kopi dari Seketika dan makanan dari Warpopski.

Playlist Ngopi

Buat yang nge-fans dengan White Shoes and The Couples Company, bersiap-siaplah memanjakan telinga sambil meneguk Seketika Bersama Nona, dengan kompilasi playlist Seketika buatan aleantipony-id di Spotify.

“Pemilihan musik akan menyesuaikan suasana pengunjung yang datang saat itu,” ujar Onik.

Arya, pemilik Seketika, sedang membuat Seketika Bersama Nona. (Belanga.id/Anisa)

Inilah alasan lain mengapa Onik, Arya dan Alin memilih untuk terjun langsung dalam mengerjakan bisnis ini, sehingga perubahan-perubahan kecil sekalipun dapat langsung diputuskan. Semua demi kenyamanan pengunjung.

Jadi jangan kaget ketika melihat para pemiliknya sendiri yang melakukan serving, memasak sampai beres-beres karena memang itulah passion dan kecintaan mereka dalam mengembangkan tempat ini.

Baca juga:
Warpopski, Nasi Rempah Sang Ilustrator

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Makin Sehat, Makin Unik, Makin Sering Dicari

Emina Cheese, Cara Baru Konsumsi Keju