Sejumlah Bukti Profesi Barista di Indonesia Kian Maju dan Diminati

Mulai dari sekolah barista, sertifikasi profesi, hingga kompetisi barista tingkat internasional, semua ditempuh demi menciptakan secangkir kopi berkualitas tinggi.

Barista
Berangkat dari passion, barista menjadi seseorang yang selalu menuangkan seni dalam secangkir kopi buatannya (Foto: Instagram/On Three)

Pertumbuhan jumlah penikmat kopi di Indonesia naik sebesar 10% setiap tahunnya. Namun tak hanya itu, minat pada profesi barista pun semakin bertambah seiring dengan perkembangan jumlah penikmat kopi dan pertumbuhan coffee shop.

Demikian data Lembaga Sertifikasi Kopi Indonesia menyebutkan, seperti diungkapkan Edy Panggabean, Ketua Lembaga Sertifikasi Kopi Indonesia.

“Minum kopi di café telah menjadi gaya hidup, sehingga tidak heran jika profesi barista ini terbilang fenomenal,” kata Edy, dikutip dari Republika.

Beberapa tahun lalu, profesi sebagai barista masih dianggap sebelah mata. Barista sekadar dianggap sebagai pembuat dan penyuguh kopi di kedai kopi.

Kini, barista lebih dari sekadar peracik. Mereka yang berprofesi ini memiliki pengetahuan dan passion terhadap kopi, dan menuangkan passion-nya dengan menciptakan seni dalam secangkir kopi.

Sebab, untuk meracik kopi yang sempurna, para barista ini tak main-main dalam mempelajari dan memperdalam ilmunya.

Melalui sekolah dan training, para barista mempelajari ilmu seputar kopi sesuai dengan kurikulum yang telah dirancang. Mulai dari mendefinisikan apa itu kopi, mengenali jenis-jenis kopi, membedakan biji kopi, hingga meracik kopi dengan tepat untuk mendapatkan cita rasa khas setiap kopi.

Misalnya seperti yang ada di ABCD (A Bunch of Caffeine Dealer) School of Coffee, sekolah barista yang diprakarsai oleh Venerdi Handojo dan Hendri Kurniawan.

Belajar menyeduh kopi di Ruang Seduh

Belajar menyeduh kopi di Ruang Seduh (Foto: Instagram/ABCD School of Coffee)

 

Di ABCD School of Coffee, murid-murid akan belajar dalam beberapa tahap, mulai dari Appreciation, Brewing, Cupping, dan Definitive Expresso.

Di kelas Appreciation, para murid mempelajari pengetahuan dasar seputar kopi. Dilanjutkan di kelas Brewing, mereka mulai melakukan praktik memilih biji kopi berkualitas, cara menggiling (grind) yang baik dan benar, mengenal peralatan brewing dan mempelajari metode manual brewing.

Selanjutnya di kelas Cupping, mereka diajak mengasah kepekaan indera perasa dengan mencicipi, mengenali, dan menilai rasa kopi sesuai dengan standar Coffee Quality Institute. Terakhir, di kelas Definitive Espresso, para murid akan belajar menyajikan espresso, cappuccino, latte, dan piccolo.

Tak hanya menempuh pendidikan di sekolah barista, para barista ini juga mengikuti sertifikasi profesi. Sertifikasi ini diadakan oleh pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi.

Hal ini dilakukan agar para barista memiliki kompetensi profesional pada bidangnya sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan mampu menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Pada 2017 lalu, Bekraf menargetkan 2000 barista dapat memperoleh sertifikasi profesi. Jumlah ini sendiri akan meningkat setiap tahunnya, sebab Presiden Joko Widodo berharap bahwa Indonesia tak hanya mampu mengekspor kopi ke luar negeri, tetapi juga mengekspor barista.

Presiden Jokowi juga doyan ngopi

Presiden Jokowi juga doyan ngopi (Foto: kaskus.co.id)

“Yang paling penting adalah bagaimana produk kopi ini tidak dijual mentahan, dengan barista yang semakin banyak nanti yang dikirim, misalnya ke Timur Tengah itu adalah barista,” kata Presiden Jokowi, dilansir dari Detik.

Selain dua hal tadi, para barista juga tak segan ikut serta dalam ajang kompetisi untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan kebolehannya.

Di Indonesia, ada sejumlah turnamen yang cukup bergengsi, di antaranya Indonesia Coffee Events, Indonesia Cup Tasters Championship, Indonesia Latte Art Championship, Indonesia Brewers Cup, dan yang paling terkenal adalah Indonesia Barista Championship.

Juara nasional dari Indonesia Barista Championship akan mewakili Indonesia di ajang World Barista Championship, yang tahun ini dilaksanakan di Amsterdam pada 20-23 Juni mendatang.

Di ajang World Barista Championship di Seoul, Korea pada 2017 lalu, Indonesia diwakili oleh Yoshua Tanu berhasil menduduki peringkat 13 dari 57 peserta.

Yoshua sendiri telah tiga tahun berturut-turut menjadi juara Indonesia Barista Championship, dan juga telah tiga tahun berturut-turut pula mendapat kehormatan mewakili Indonesia di ajang World Barista Championship.

Yoshua Tanu mewakili Indonesia di ajang World Barista Championship 2017 di Seoul, Korea

Yoshua Tanu mewakili Indonesia di ajang World Barista Championship 2017 di Seoul, Korea (Foto: sprudgelive.com)

Dikutip dari Kopikini.com, Yudistira Bawono, Ketua Panitia Indonesia Coffee Event 2018 berharap bahwa Indonesia bisa masuk 10 besar peringkat dunia di World Barista Championship tahun ini.

Seru sekali ya menjadi barista? Ada perjalanan panjang yang mereka tempuh untuk menyajikan minuman yang kita nikmati.

Pastinya karena mereka sadar berangkat dari passion saja tak cukup, sehingga mereka terus mengasah kemampuan dengan belajar dan berkompetisi demi menghadirkan secangkir kopi yang sempurna. Passion, patience, and practice makes perfect!

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up