Logo Balanga

Sala Lauak, Hidangan Cemilan Merakyat

 Sala Lauak, Hidangan Cemilan Merakyat

Setiap daerah di Tanah Air memiliki keanekaragaman kuliner dengan ciri khas dan kelezatan masing-masing. Sebagai gadis keturunan Minang Pariaman Sumatera Barat, saya ingin mengenalkan salah satu cemilan atau hidangan pelengkap khas yaitu “Sala lauak” atau juga kerap disebut dengan “sala bulek”.

Secara harfiah sala memiliki arti ‘goreng’, sedangkan lauak yaitu ‘ikan’, maka memiliki arti “ikan goreng”. Namun kenyataannya sala lauak adalah sejenis gorengan berbentuk bulat seperti bola pingpong dengan warna kuning kecoklatan. Dengan campuran bahan tepung beras, ikan teri, serta bumbu rempah-rempah membuat sala lauak nikmat menjadi santapan. Sala lauak ini tidak cukup dimakan hanya 1buah karena membuat mulut ingin mengunyah lagi dan lagi.  

Cemilan ini biasanya menjadi pelengkap sarapan keluarga saya dengan dicampur lontong sayur padang, tidak lengkap rasanya makan lontong tanpa sala lauak. Gigitan pertama kulit luarnya terasa renyah, isi didalamnya pun tidak kalah lezat memiliki  rasa pedas bercampur asin serta tekstur yang gurih sangat tepat menjadi pelengkap makanan berat diantaranya lontong, ketupat, nasi, dan lain-lain.

Selain itu aroma wangi rempah-rempahnya membuat selera makan menjadi meningkat. Bahan-bahan dalam proses pembuatan sala lauak ini sangat mudah ditemukan serta dengan tarif yang murah, meskipun begitu dalam proses pembuatannya harus memiliki teknik-teknik turun temurun dari nenek moyang keluarga Minang  karena bila kita tidak mengetahuinya ini menjadi sedikit sulit dalam proses pembuatan serta tidak menghasilkan bentuk bulat dan cita rasa yang sempurna.

Harga yang terbilang murah ini menjadi cemilan merakyat karena bisa dijangkau oleh semua orang. Sala lauak biasanya dijual dengan harga yang ekonomis berkisar 500-1000 rupiah. Sangat murah bukan? Tidak tahu pasti sejak kapan keberadaan sala lauak ini, namun yang saya ketahui makanan ini tak lekang oleh waktu.

Dari zaman dulu hingga ke zaman modern serba canggih seperti saat ini, sala lauak masih tetap ada dan mudah dijumpai karena banyak dicari orang-orang sebagai santapannya. Cemilan tradisional dengan bahan-bahan alami tanpa bahan pengawet ini tak kalah berkualitas dengan cemilan-cemilan  modern junk food yang sering kita jumpai. Maka dari itu lestarikan selalu kuliner tradisional daerah mu ya!

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *