10 Sajian Ayam Khas Nusantara yang Wajib Dicoba

Ayam Lodho Tulungagung
Ayam Lodho (Foto: wonderfullislandindonesia.id)

Orang Indonesia ternyata suka sekali makan ayam. Tidak percaya?

Data statistik yang dirilis Dirjen Pertenakan dan Kesehatan Hewan pada 2017 menunjukkan, konsumsi ayam di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dari data tersebut disebutkan, orang Indonesia mengonsumsi 9,854 potong olahan ayam di tahun 2016, naik cukup drastis dari tahun sebelumnya yang “hanya” 7,456 potong.

Belanga yakin, data ini juga dipengaruhi ragam kreasi olahan ayam yang semakin variatif dan eksploratif. Sebab, banyak daerah di Indonesia memiliki ragam resep ayam sendiri, dengan keunikan cita rasa dan cara mengolahnya.

Apa saja contohnya?

1. Ayam Tangkap – Aceh

Ayam Tangkap. (Foto: Belanga/Anisa)

Sajian khas Aceh bernama unik ini memiliki mitos sesuai namanya. Beberapa orang setempat bergurau, koki yang membuat sajian khas Aceh ini harus benar-benar mengejar ayamnya sebelum dihidangkan.

Bumbu yang digunakan untuk membuat ayam ini cukup sederhana, yakni bawang putih, bawang merah, lada, kemiri, kunyit, jahe, dan garam. Yang membuatnya berbeda dengan sajian ayam lainnya adalah kehadiran daun-daunan seperti daun kari, daun salam koja dan daun pandan, yang ikut digoreng bersama ayam.

Alhasil, ayam seakan ‘terperangkap’ dalam daun-daun goreng nan renyah tersebut. Aromanya begitu wangi, tekstur daging ayam pun terasa berempah dan gurih.

Baca juga: Resep Ayam Tangkap, Kejar Dulu Sampai Dapat Barulah Masak

2. Ayam Pinadar – Batak

Sajian khas masyarakat Batak identik dengan penggunaan bumbu gota, yang tak lain adalah darah hewan yang dipotong.

Tak terkecuali dengan hidangan manuk na pinadar atau ayam pinadar. Manuk berarti ayam, sedangkan napinadar berarti dibakar atau dipanggang dengan dilumuri bumbu.

Bumbu sajian ini menonjolkan tiga rasa, yakni asam, asin, dan pedas. Rempah dan bumbu yang digunakan untuk memberi rasa pada ayam pinadar adalah bawang putih, bawang merah, andaliman (lada batak), jeruk nipis, dan garam.

Nantinya, potongan ayam dimasak dengan bumbu ini. Tak lupa darah ayam (gota) yang masih segar ikut ditumis di dalamnya untuk menambang cita rasa sajian ini.

Baca juga: Masakan Khas Manuk Na Pinadar dan Nasi ‘Pollong’ Ini Buat Aku Kangen Ibu

3. Ayam Pop – Padang

Ayam Pop dengan Sambal Merah. (Foto: dapurdyah.blogspot.com)

Biasanya, ayam goreng identik dengan warna cokelat keemasan. Namun, ayam pop khas Minang tampil beda tanpa meninggalkan rasa gurih nan lezat.

Ayam pop khas Minang berwarna putih dan disajikan tanpa kulit. Ketika digigit, rasanya lembut dan juicy di mulut.

Konon, ayam pop dibuat tanpa sengaja. Sebuah restoran Padang mendapat banyak pesanan ayam goreng. Karena terburu-buru, ayamnya digoreng sebentar dan belum sampai berwarna cokelat keemasan. Tanpa diduga, ayam yang digoreng sebentar ini banyak penggemarnya dan jadi salah satu menu andalan sejak itu.

Cara membuatnya, ayam kampung dipotong dan dilumuri dengan bumbu putih. Bumbu ini terdiri dari bawang putih, bawang merah, kemiri, dan garam.

Setelah didiamkan dan bumbunya resap, ayam direbus dalam air kelapa hingga asat. Ayam pun digoreng dalam minyak panas sebentar saja hingga permukaannya terselimuti minyak.

Ayam ini disajikan dengan sambal merah pedas manis dan rebusan daun singkong.

Baca juga: Resep Ayam Pop, Sajian Gurih Idola Rakyat Minang

4. Ayam Bekakak – Jawa Barat

Ayam Bekakak Sunda

Ayam Bekakak Khas Sunda (Foto: diahdidi.com)

Apa jadinya kalau ayam bakar disajikan dalam keadaan utuh tak terpotong? Itulah ayam bekakak khas Sunda, Jawa Barat.

Sebetulnya, ayam bekakak bisa ditemukan di daerah lain seperti Betawi, Bali, dan Batam.

Ada istilah “bekakak” di Yogyakarta, yakni ritual adat untuk mengenang abdi dalem Sri Sultan Hamengku Buwono I dalam bentuk arak-arakan boneka raksasa. Ayam bekakak adalah sajian wajib dalam acara ritual ini. Namun, kata “bekakak” juga bisa bermakna besar atau utuh, seperti penyajian olahan ayam ini.

Ayam bekakak terasa manis dan gurih. Bumbunya tak jauh beda dengan ayam bakar biasa, yakni bumbu halus dan kecap manis. Bumbu halus terdiri dari cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, dan kemiri.

Untuk versi Sunda, ayam diungkep dalam santan kelapa, gula merah, kecap, dan bumbu halus, lalu dibakar hingga matang.

5. Ayam Geprek – Jawa Tengah

A post shared by Intan (@intankarinaijo) on

Olahan ayam satu ini sempat menduduki peringkat pertama hasil pencarian Google pada 2017. Viralnya sajian ini memang bukan tanpa sebab. Kelezatan rasanya memang mewakili generasi sekarang.

Ayam geprek berasal dari Yogyakarta. Gerai cepat saji Quick Chicken sempat mengklaim resep fenomenal ini. Menurut pemiliknya, ayam geprek bermula dari menu “American Penyet” milik gerai yang beroperasi sejak 2013 itu. Padahal, ayam geprek sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya, lho.

Seperti namanya, ayam geprek ditumbuk hingga bentuknya hancur. Berbeda dengan ayam penyet, ayam geprek khas Kota Pelajar memakai sambal bawang yang terdiri dari cabai rawit, bawang putih, garam, dan sedikit minyak.

Baca juga: Resep Ayam Geprek, Pilih Jumlah Cabai Sendiri dan Nikmati Pedasnya!

6. Ayam Lodho – Jawa Timur

Ayam Lodho Tulungagung

Ayam Lodho (Foto: wonderfulisland.id)

Apa yang terlintas dibenakmu saat mendengar kata “lodho”? Apakah bumbu dapur lada yang rasanya pedas dan panas itu?

Ternyata, menurut kamus bahasa Jawa, lodho berarti lembut dan mudah lepas dari tulang.

Sajian khas Tulungagung dan Trenggalek ini memang unik. Biasanya, ayam panggang atau bakar segera disajikan saat matang. Namun dalam resep ini, ayam panggang justru dimasak lagi dalam kuah kari.

Teknik memasaknya disebut kothok, yakni teknik slow-cooking dengan api kecil hingga bumbunya meresap dan kuah santannya asat. Teknik ini juga dipakai untuk rendang dan kari.

Rasa ayam lodho didominasi pedas dan gurih. Aroma rempahnya begitu khas saat hidangan ini matang. Bumbunya memakai bumbu kuning halus, yakni bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kencur, dan cabai. Tak hanya itu, kuah santannya pun dimasak dengan merica, ketumbar, jinten, cabai, serai, lengkuas, dan daun salam.

Baca juga: Rawon, Sup Khas Jawa Timur yang Menggugah Selera

7. Ayam Betutu – Bali

Ayam Betutu

Ayam betutu (Foto: yukwisatakuliner.blogspot.com)

Jalan-jalan di Bali rasanya belum afdol jika tidak mencicipi yang satu ini.

Kata betutu berasal dari bahasa setempat. “Be” berarti daging, sedangkan “tutu” berasal dari kata tunu yang berarti dibakar atau dimasak. Awalnya, sajian ini hanya diperuntukkan untuk upacara adat. Kini ayam betutu dapat dinikmati oleh semua kalangan dan mudah ditemui.

Ayam betutu memakai seekor ayam kampung utuh yang dilumuri dan diisi bumbu halus. Bumbunya memakai bumbu genep, yakni bawang merah, kencur, kemiri, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, laos, cabai rawit, serai, gula merah, terasi, daun limau, daun salam, dan minyak kelapa. Banyak juga, ya?

Bumbu ini dilumuri pada ayam berikut dimasukkan sebagai isi. Tak lupa, daun singkong rebus juga ikut dimasukkan. Ayam kemudian dibungkus daun pisang untuk dikukus hingga matang. Terakhir, ayam dibakar di atas bara api dalam keadaan terbungkus.

Cita rasanya gurih, pedas, dan berempah. Cocok untuk hidangan bersama keluarga.

Baca juga: Ayam Betutu, Sajian Sedap dari Pulau Dewata

8. Ayam Taliwang – Lombok

Ayam Taliwang Khas Lombok

Ayam Taliwang (Foto: lombok-airport.co.id)

Penggemar pedas, siap-siap merasakan ayam bakar khas Lombok ini.

Konon, sajian ini sudah lama terkenal sejak 1960-an. Olahan ini diperkenalkan oleh Suku Sasak kepada masyarakat Karang Taliwang. Racikan bumbunya benar-benar nonjok.

Cara membuatnya tak beda dengan ayam bakar biasa. Namun, kamu harus mempersiapkan beragam bumbu, yaitu cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, teras, kencur, hingga gula merah agar rasanya mantap. Cabai yang digunakan bisa disesuaikan dengan selera pedasmu.

Semua bumbu dihaluskan dan ditumis bersama ayam. Jika bumbu telah meresap sempurna, ayam taliwang siap dibakar di atas bara api.

Warnanya yang kemerahan benar-benar menggoda. Aromanya ikut menyengat hidung dan dijamin dahsyat!

9. Ayam Rica Rica – Manado


Manado terkenal dengan makanannya yang bercita rasa pedas.

Salah satu yang wajib dicoba adalah ayam rica-rica. Pada dasarnya, kata “rica” berarti pedas atau cabai dalam bahasa Manado. Kata ini sering dipakai untuk aneka sajian bercita rasa pedas atau memakai banyak cabai.

Ayam rica-rica mirip dengan balado ayam. Hanya saja, bumbu merahnya diolah lebih kasar.

Untuk menonjolkan rasa pedas, kamu membutuhkan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, cabai hijau, garam, dan sedikit minyak. Semuanya ditumbuk atau dihaluskan sebentar dengan blender. Bumbu ditumis hingga harum, lalu dimasak bersama potongan ayam. Biasanya, orang Manado suka menambahkan daun kemangi agar beraroma wangi dan menggugah selera.

Tak hanya ayam, ada berbagai variasi sajian rica-rica khas Manado. Sebutlah rica daging, rica bebek, rica ikan, dan sebagainya.

10. Ayam Gagape – Makassar

Ayam Gagape Khas Makassar

Ayam Gagape (Foto: kitamuda.id)

Kalau Jawa punya opor ayam kuning, Bugis menyajikan ayam gagape sebagai teman buras (lontong khas Sulawesi) di hari Lebaran.

Ayam gagape berasal dari Makassar. Sekilas tampak seperti opor dengan kuah yang lebih sedikit dan kental. Sajian ini merupakan hidangan wajib untuk Idul Fitri dan perayaan adat di Kota Makassar. Teksturnya lembut dengan bumbu rempah yang khas. Tak hanya buras, sajian ini juga cocok dengan nasi, singkong, dan ubi jalar.

Pembuatan ayam gagape tidak beda dengan opor kuning. Siapkan bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jintan, dan kunyit. Semuanya dihaluskan dan ditumis hingga harum. Kemudian masukkan potongan ayam dan tuang santan segar.

Keunikan lain dari sajian ini adalah penambahan kelapa parut yang sudah disangrai. Teksturnya menambah cita rasa dalam ayam gagape. Masak hingga dagingnya empuk dan bumbunya meresap, lalu angkat dan siap disajikan. 

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up