in , , , ,

Saatnya Puaskan Nafsu Makan Mi Kamu!

Tirta Lie, antusias mengumpulkan pedangang mi seluruh Nusantara. (Foto: belanga.id)

Aroma sedap bakmi akan menyergap hidung jika Anda berkunjung ke Mal Gandaria City (Gancit) akhir pekan ini. Ya, bagi kamu para pecinta kuliner, khususnya mi, ini adalah waktu yang tepat untuk berburu berbagai jenis mi, karena ada Gandaria City & Tirta Lie 2.0 Mie Festival pada 2-6 Oktober 2019.

Kuliner peranakan dari Tiongkok ini memang sudah menjadi idola masyarakat sejak dulu. Mulai dari mi ayam gerobakan seharga Rp10 ribuan hingga bakmi di restoran yang dibanderol Rp50 ribuan, selalu diburu.

Pedagang Mi Berkumpul

Jadi… kebayang, kan, kalau food blogger spesialis mi Tirta Lie dan Mal Gandaria City menggelar festival khusus mi selama lima hari? Wuih… pasti seru! Ada 30 gerai mi yang diklaim sebagai best noodles di Jakarta ikut berpartisipasi. Acara ini akan jadi surga bagi pecinta mi.

“Dari mulai anak kecil sampai orang dewasa, semua suka makan mi. Kita bisa lihat, hampir di setiap pelosok daerah pasti ada penjual bakmi,” kata Tirta saat ditemui di Gandaria City, Rabu (2/10) lalu. 

Tirta adalah food blogger yang pernah mendapat rekor MURI sebagai Pengunjung dan Presensi Rasa Bakmi Terbanyak pada 2016. Saat itu Tirta mempu menghabiskan 1.000 mangkuk bakmi berbagai jenis. Tapi tidak dalam sekali makan tentunya.

Cita-cita Tirta ingin mengumpulkan pedagang bakmi dari Aceh sampai Papua. Menurutnya, jika pedagang bakmi berkumpul menjadi satu, mereka cenderung tidak menganggap satu dengan yang lain sebagai saingan.

Sebagai contoh, Tirta bercerita kalau dulu pedagang bakmi yang bersebelahan selalu menganggap produk buatannya paling enak sehingga menimbulkan persaingan tidak sehat. Namun dengan diadakannya festival bakmi, semua pedagang bakmi bisa berdagang berdampingan dengan rukun.

“Saya mengumpulkan mereka menjadi satu. Kalau pelanggan lagi ramai dan ada yang kehabisan stok, mereka malah bisa saling pinjam-pinjaman mi. Saya berharap bisa bikin tempat permanen untuk mereka,” harap Tirta, yang berhubungan erat dengan para penjual bakmi karena ketiadaan sistem bayar-membayar atau endorsement.

Pada kesempatan ini, Tirta juga meluncurkan buku kuliner bertajuk 100+ Bakmi Terlezat di Jakarta. Pengunjung yang membeli buku Tirta bisa mendapatkan satu porsi mi ayam gratis di salah satu gerai yang berpartisipasi.

Ajang Promosi Bakmi Indonesia

Jika tahun lalu festival mi yang sama bisa menjual 21 ribu mangkuk, tahun ini jumlahnya diprediksi akan meningkat, karena digelar selama lima hari.

Area non halal untuk pengunjung non Muslim. (Foto: belanga.id)

Area Gandaria City Festival Mie x Tirta Lie 2019 ini terbagi dua zona, yaitu halal dan non halal. Pada area halal yang ditujukan untuk pengunjung muslim, ada tujuh gerai yang siap menyajikan bakmi terenak, antara lain Bakmi Ationg, Umaramu Indonesia Noodle, MyaYam Mi Ayam Siantar, dan sebagainya. Sedangkan sisanya adalah gerai bakmi non-halal, seperti YU-I Kitchen, Lau Lim Mee Pork, dan sebagainya.

Festival ini diharapkan dapat memajukan kuliner Indonesia, khususnya makanan bakmi. Apalagi semua gerai bakmi yang berpartisipasi dalam festival ini berasal dari dalam negeri, sehingga mampu membangkitkan potensi kuliner Indonesia. 

Menurut pemilik MyaYam Mie Ayam Siantar, Avelino, acara seperti ini penting untuk meningkatkan minat masyarakat akan kuliner Indonesia, juga sebagai ajang promosi bagi pemilik usaha untuk mengenalkan kuliner unik tanah air. “Kita pemain baru di dunia kuliner sehingga butuh branding dan promosi melalui acara-acara seperti ini. Kita ingin kuliner mi ayam yang unik-unik bisa diangkat menjadi tambahan pilihan bagi masyarakat,” ujar Avelino.

Avelino, pemilik MyaYam Mie Ayam Siantar, berharap banyak ajang serupa untuk branding dan promosi. (Foto: belanga.id)

MyaYam, misalnya, mengenalkan bakmi khas Siantar berlabel halal. Padahal selama ini bakmi Siantar lebih dikenal sebagai makanan non-halal. Gerai ini juga menyajikan menu andalan lain, seperti Mie Ijo Sambal Matah No MSG dan Hokkian Mee Seafood. 

Pengunjung Datang Dari Jauh

Antusiasme pengunjung juga cukup tinggi yang datang ke acara ini. Terlebih jika datang saat jam-jam makan siang dimana karyawan yang kantornya di sekitar Gancit berbondong-bondong datang.

Tapi ternyata tidak hanya dari sekitar Gancit, pengunjung juga datang dari daerah yang agak jauh. Niko, misalnya, berkantor di Pancoran namun menyempatkan datang di sela-sela kesibukan kerja. “Penjual bakmi yang jauh-jauh, seperti yang di Kelapa Gading dan daerah-daerah Utara berkumpul di sini. Jadi memudahkan kita menemukan bakmi favorit kita,” kata Niko yang datang bersama dua rekan kerjanya.

Bakmi Spesial dari gerai Bakmi Rudy. Rasanya nagih. (Foto: belanga.id)

Belanga juga tak mau kalah menyicipi salah satu gerai bakmi di festival ini. Pilihan jatuh pada Bakmi Rudy yang memiliki antrean cukup panjang. Hasilnya memuaskan. Dengan Rp50 ribu kami mendapatkan semangkuk Bakmi Spesial yang rasanya nagih. Seporsi Bakmi Spesial terdiri dari mi ayam (boleh yamin atau biasa), dua bakso, dua gyoza, suwiran ayam polos dan taburan ayam manis.

Penasaran ingin mencoba berbagai mi paling nendang di Jakarta? Festival mi ini dibuka sampai tanggal 6 Oktober 2019, pukul 10.00-22.00. Acaranya sendiri gratis, tapi tetap harus bayar makanannya, ya. Bisa bayar tunai, debit, atau digital payment, harga rata-rata bakmi berkisar Rp35 ribu belum termasuk minum.

Selamat berburu bakmi favoritmu!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by Rikko Ramadhana

Work hard, pray harder.

Content AuthorYears Of Membership
Padang Platters, Marco

Padang Platters, Menikmati Nasi Padang Lebih Puas ‘ala’ Restoran Marco

Ketika Rasa Lokal Dapat Face Over di Jakarta Dessert Week!