Rujak Rumput Laut Khas Pulau Dewata

Pulau Bali dikenal dengan keindahan alam pesisir pantai dan lautnya. Tak heran jika pulau ini menjadi salah  satu pulau penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Bali memiliki potensi pengembangan rumput laut  seluas 800 ha yang mana potensi tersebut tersebar di lima wilayah perairan di beberapa kabupaten yang meliputi  Kabupaten Klungkung, Karangasem, Badung, Buleleng dan Kota Denpasar (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, 2009).  

Salah  satu jenis  rumput laut yang  dibudidayakan oleh masyarakat Bali  adalah Eucheuma  cottonii.  Rumput laut ini sedikit menyerupai bihun karena bentuknya yang lurus menguntai dan warnanya yang terdiri dari warna putih dan hijau. Jenis ini banyak dibudidayakan karena teknologi produksinya relatif murah dan mudah serta penanganan pasca panen relatif sederhana.

Selain sebagai bahan baku  industri, rumput laut jenis Eucheuma cottonii juga  dapat diolah menjadi makanan  yang dapat dikonsumsi secara  langsung (Wijayanto dkk, 2003). Salah satu pemanfaatan rumput laut ini adalah dimanfaatkan sebagai rujak. Berbeda dengan jenis rujak pada umumnya yang menggunakan buah-buahan, rujak ini memanfaatkan rumput laut sebagai bahan utamanya.

Rujak rumput laut atau oleh masyarakat Bali dikenal dengan istilah Rujak Bulung,  adalah salah satu  makanan yang memanfaatkan rumput laut sebagai bahan dasarnya.

Rujak ini hanya dapat ditemui di Bali, sehingga makanan ini termasuk makanan khas daerah Bali. Makanan ini termasuk jenis makanan camilan atau kudapan, yang dikonsumsi untuk menghilangkan rasa lapar seseorang sementara waktu dan sesuatu yang dikonsumsi untuk memenuhi kepuasan sensoris.

Rujak bulung ini memang sedikit berbeda dengan rujak pada umumnya. Perbedaannya terletak pada jenis bahan yang digunakan serta adanya penambahan parutan kelapa bakar dan siraman bumbu kuah pindang sebagai bahan campuran pembuatan rujak.

Untuk bumbu rujak bulung ini sendiri tidak jauh berbeda dengan rujak lainnya yaitu terdiri dari cabai, garam dan terasi. Cita rasa dari rujak bulung ini sangat gurih dan nikmat. Rujak bulung ini sendiri sangat mudah untuk dijumpai di Bali, harga seporsi rujak bulung berkisar antara Rp. 6.000 – Rp. 8.000.

Adapun bahan bahan yang diperlukan untuk membuat rujak bulung ini diantaranya yaitu, rumput laut segar, 1 sendok sayur kuah pindang, air, ¼ butir daging kelapa yang dibakar (parut), 1 cm lengkuas parut, cabai merah, terasi bakar, garam, gula pasir, jeruk limau dan kacang. Cara pembuatan diawali dengan merebus rumput laut kurang lebih selama 10 menit.

Kuah pindang juga direbus hingga mendidih selanjutnya didinginkan. Daging kelapa dibakar hingga bagian kulitnya berwarna kecoklatan kemudian diparut. Cabai merah, terasi, garam dan gula pasir dihaluskan menggunakan ulekan dan tuangkan kuah pindang ke bumbu rujak ulekan tersebut kemudian aduk dan campurkan.

Tata rumput laut (bulung) diatas piring, selanjutnya tambahkan parutan kelapa bakar dan lengkuas parut diatas rumput laut. Siram bumbu ulekan dan kuah pindang diatasnya. Tambahkan kacang dan perasan jeruk limau agar lebih nikmat. Rujak bulung siap disajikan

Tingginya potensi produksi  rumput laut di Bali menciptakan berbagai kreasi unik untuk diolah menjadi makanan. Dengan  berbekal resep turun temurun serta memanfaatkan komoditi lokal yang ada, makanan atau kuliner dapat menjadi salah satu daya tarik yang mampu memikat wisatawan untuk datang ke daerah tersebut. (Ayu Nila Ratna)

Daftar Pustaka:

Dinas  Kelautan  dan Perikanan  Provinsi Bali (2009).  Produksi Rumput Laut di  Bali turun 15,2%. http://www.kabarbisnis.com/read/282238.

Wijayanto, T., Hendri, M., & Aryawati, R. (2003).  Studi Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma cottonii Berbagai Metode  Penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan  Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *