in

Gak Susah Bikin Tempe Sehat Berbasis Probiotik

Hanya saja prosesnya sampai 4 hari!

Proses percampuran kunyit pada kedelai yang sudah diberi ragi. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Rasanya mustahil bagi orang Indonesia untuk tidak kenal tempe. Penganan satu ini, bersama teman sepadannya – tahu, sudah menjadi konsumsi sehari-hari. Kebanyakan mengonsumsi tempe dengan cara digoreng atau dibuat sayur, namun tempe juga baik dimakan mentah-mentah.

Pendapat ini dilontarkan oleh Agustinus Priyanto, pemilik usaha pembuatan tempe organik Agus’s Tempe dalam suatu kesempatan di gelaran Pasar Langsat, akhir Maret silam.

Ia menyarankan untuk mengonsumsi tempe dalam bentuk jus yang dicampur bersama buah. Bisa pula dijadikan salad dan diberikan dressing.

Dimakan bersama kecap juga enak. Baginya, yang penting tempe itu tetap berupa tempe yang putih, segar, dan padat.

Di tengah maraknya impor kedelai, sebagai pengusaha tempe sendiri, Pak Agus, sapaan akrab pria berusia 64 tahun ini, tetap memilih kedelai lokal.

resep agust's tempe
Agus Priyanto, pemilik Agus’s Tempe. (Foto: Belanga.id/Anisa Sekarningrum)

Ia melihat ada perbedaan kualitas dari kedelai impor dan yang asli dari dalam negeri.

Kedelai impor utamanya memiliki banyak genetically modified organism (GMO) atau organisme yang material genetikanya telah dimodifikasi menggunakan metode rekayasa genetika.

Biasanya kedelai impor memiliki mata lembaga yang berwarna hitam pekat. Bentuknya bulat dengan kulit kedelai agak kecokelatan. Ciri lainnya, kedelai impor tahan sampai berbulan-bulan.

Sedangkan kedelai lokal memiliki mata lembaga yang nyaris tidak terlihat. Bentuknya pun nyaris oval atau tidak bulat sempurna dengan kulit berwarna cerah. Dalam waktu 2-3 bulan saja kedelai lokal sudah kutuan.

Tapi di situlah Agus melihat kebaikan dari kedelai lokal, yang harus selalu diolah dengan tepat dan menggunakan bahan-bahan segar.

Dalam membuat tempe, Agus melakukan berbagai langkah untuk menghasilkan tempe yang sempurna selain menggunakan kedelai lokal.

Salah satunya ada dengan menggunakan cairan probiotik. Penambahan cairan probiotik ini digunakan agar perendaman bisa lebih optimal.

Probiotik atau bakteri baik akan membantu saat proses fermentasi tempe, termasuk untuk mengurangi kadar peptida dalam kedelai yang tidak baik untuk tubuh.

resep agust's tempe
Varian tempe kunyit dan spirulina yang siap didiamkan selama 36 jam ke depan. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Cairan probiotik ini yang jadi jurus ampuh Agus untuk memproduksi tempe yang lebih sehat dan mudah dicerna dalam tubuh.

Bila kamu penasaran dengan cara pembuatannya, Agus berbagi resep tempe miliknya.

Bahan-bahan

1 kg kedelai lokal
1/4 sdm ragi
5 gram bubuk kunyit
20 ml cairan probiotik per 1 liter air
air bersih

Alat

Dandang kukusan
Centong kayu
Sendok
Kompor
Tampah
Plastik atau daun pisang

Cara Pembuatan

  1. Rendam kedelai yang telah dicuci. Berikan cairan probiotik 20 ml untuk 1 liter air.
  2. Tutup rapat selama di wadah yang sudah disediakan dalam keadaan anaerob (tidak ada udara keluar masuk).
  3. Setelah 48 jam berlalu, buang air rendaman. Bilas sambil diremas-remas untuk membelah kedelai sekaligus mengupas kulit arinya. Pembilasan 2 sampai 3 kali agar bersih. Air bekas rendaman bisa dimanfaatkan untuk siram tanaman
  4. Siapkan dandang untuk proses pengukusan. Setelah air mendidih masukan kedelai yang sudah dibilas tadi dan tunggu sampai 40 menit. Hitung waktu sejak air kukusan mendidih.
  5. Angkat dan tiriskan menggunakan tampah untuk memastikan kandungan airnya tidak terlalu banyak.
  6. Jika sudah cukup kering dan dingin, beri sejumput atau sekitar 1/4 sendok makan ragi. Aduk hingga rata menggunakan centong kayu.
  7. Tambahkan bubuk kunyit, jika ingin membuat tempe kunyit, aduk rata lagi.
  8. Jika sudah, masukan kedelai ke dalam kemasan plastik yang sudah dilubangi kecil-kecil di beberapa sisi agar tetap ada sirkulasi udara. Bila menggunakan daun pisang tidak perlu dilubangi. Usahakan ketebalan daun hanya 2-3 cm saja.
  9. Simpan dalam suhu ruang di bawah 30 derajat celcius dengan tidak menggunakan pendingin ruangan (AC).
  10. Setelah 36 jam, tempe pun siap diolah dan dikemas.

Sebaiknya setelah jadi, kalau tidak langsung dimasak, simpan tempe di wadah plastik dan masukkan kulkas. Dibekukan agar lebih baik untuk menjaga kualitas tempe.

“Membuat tempe itu kurang lebih 4 hari, dari mulai proses perendaman sampai proses mengukus dan menunggu kedelai hingga jadi tempe,” tutur Agus sambil menutup penjelasannya.

Membuatnya mudah, hanya saja mengalami proses yang panjang hingga butuh ketekunan dalam membuat tempe dari awal.

Tertarik mencoba sendiri resep tempe ini?

Kamu juga bisa belajar langsung dari Pak Agus yang sering mengadakan workshop pembuatan tempe. Sering-sering saja cek Instagramnya di @agus_tempe.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by AnisaGiovanny

Content Author
resep sate lilit

Resep Sate Lilit Kecombrang a la Chef Rahung, Dijamin Mantul!

Gado-Gado Direksi, Langganan Para Bos Sejak 1967