Logo Balanga

Resep Semur Jengkol, Aroma Legendaris Tak Lekang Waktu

 Resep Semur Jengkol, Aroma Legendaris Tak Lekang Waktu

Kita harus bangga bahwa Indonesia punya jengkol. Bahan masak beraroma menyengat ini ternyata tumbuh sebagai tanaman asli Indonesia.

Konon, jengkol sudah ditemukan saat zaman kolonial. Beberapa ilmuwan Belanda mencatat, masyaraka Indonesia sudah lama menyantapnya sebagai bahan makan. Bahkan, beberapa daerah menganggapnya sebagai favorit.

Berdasarkan Historia.id, botanis Belanda Karel Heyne mengungkapkan jengkol sebagai salah satu komoditas pasar di Jawa kala itu. Dilanjutkan bahwa orang Eropa tidak suka makanan ini, tapi kaum pribumi justru memasaknya saat masih sangat muda atau tua.

Ilmuwan Jerman Justus Karl Hasskarl justru menuliskan tentang kejengkolan. Yakni gangguan pencernaan dimana buang air kecil terasa sakit dan sulit. Hal ini disebabkan oleh konsumsi jengkol yang berlebihan.

Aroma kencing penyantap jengkol juga sangat menyengat dan tak bisa hilang berhari-hari.

Baca juga: 

Terlepas dari itu, masyarakat Indonesia tetap mengandalkannya sebagai bahan makanan.

Suku Betawi pun mengolahnya jadi semur yang naik daun belakangan ini. Maklum, pohon jengkol banyak tumbuh di pekarangan rumah orang Betawi.

Semur jengkol biasa disajikan dengan nasi uduk atau nasi ulam. Kalau makan warteg seputaran Jakarta, kamu akan melihat semur jengkol sebagai salah satu lauknya.

Rasa jengkol memang agak sepat. Tapi teksturnya yang lembut berpadu dengan bumbu semur agak kental dan sesuap nasi hangat.

Belanga yakin, kamu pasti ingin mencobanya sendiri di rumah. Berikut resepnya!

Semur Jengkol Khas Betawi

Bahan:

  • 1/4 kg Jengkol Tua
  • 4 siung Bawang Merah
  • 3 siung Bawang Putih
  • 1/2 sdt Lada Bubuk
  • 3 siung Kemiri
  • 5 lembar Daun Jambu Biji
  • 250 ml Air
  • Cengkeh secukupnya
  • Kecap Manis secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Kaldu Bubuk secukupnya

 Cara Membuat:

  1. Belah dua jengkol dan rebus bersama daun jambu biji sampai empuk. Daun jambu biji berguna untuk mengurangi aroma jengkol.
  2. Tiriskan jengkol dan bilas dengan air bersih. Kalau masih menyengat, ulangi langkah di atas. Setelah itu, geprek sedikit jengkol hingga pipih.
  3. Haluskan bawang merah, bawang putih, lada dan kemiri.
  4. Tumis bumbu halus hingga wangi. Masukan cengkeh, aduk rata.
  5. Masukan jengkol dalam tumisan bumbu. Aduk merata dan tuang air sedikit demi sedikit. Sesuaikan kekentalan kuah semur dengan seleramu ya.
  6. Tuang kecap manis dan aduk rata. Masak hingga asat (kuah menyusut, bumbu meresap). Masukan garam dan penyedap rasa.
  7. Angkat dan sajikan dengan taburan bawang goreng.

Sumber: Indonesian Food Week NCC – Semur Jengkol Betawi

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *