in

Resep Sate Lilit Kecombrang a la Chef Rahung, Dijamin Mantul!

Segigitan rasa nikmat yang membungkus batang sereh.

Sate Lilit Kecombrang dengan tusuk batang sereh. (Foto: Belanga.id/Rikko R.)

Sebagian orang mungkin belum familiar dengan kuliner khas Pulau Dewata ini. Sate lilit adalah daging cincang berbumbu — bisa daging babi, ikan, ayam, daging sapi, atau bahkan kura-kura — dilekatkan pada tusuk dari bambu atau tebu, kemudian dipanggang di atas arang.

Jika sate pada umumnya adalah daging yang ditusuk, sate lilit lebih merupakan gumpalan daging yang dipadatkan dan membungkus sekeliling tusukannya.

Dalam bahasa Bali, lilit artinya membungkus, maka tidak heran bila dinamai sate lilit.

Berbeda dengan sate pada umumnya, tusuk sate lilit berbentuk datar, lebar, dan tidak berujung tajam. Pada versi lainnya, tusukan sate bisa jadi tidak berbahan kayu, tapi batang serai.

Serai dipilih sebagai tusuk sate karena bisa mengeluarkan aroma yang memperkuat cita rasa sate lilit, sehingga rasanya lebih nikmat dan “rempah”.

Ada trik agar bisa menyematkan gumpalan daging sate pada batang serai yang masih hijau. Adonan dagingnya harus bulat serta padat.

Terakhir, sate dibakar di atas bara api sambil sesekali diolesi santan kental.

Kali ini Belanga berkesempatan menyaksikan Chef Rahung Nasution beraksi di acara demo masak di Almond Zuchini, Jakarta (6/4).

Koki Bonga Bonga Lapo yang berlokasi di Cipete ini membeberkan resep personalnya saat membuat sate lilit menggunakan olahan ikan.

“Kali ini kita coba resepnya menggunakan ikan tenggiri,” ujarnya.

Aksi Chef Rahung memasak sate lilit. (Foto: Belanga.id/Rikko R.)

Selain tenggiri, jenis ikan yang bisa dipilih adalah ikan kakap, dan tuna. Jenis ikan-ikan ini dikenal memiliki profil rasa yang lezat dan mudah dipadupadankan dengan bumbu dan rempah.

Yang spesial dan berbeda dari resep ini adalah kehadiran kecombrang yang menjadi identitas rempah masyarakat Batak.

Baca juga: Andaliman, Rempah Endemik Simbol Budaya Batak

Maklum, pria yang sempat menjuluki dirinya sendiri sebagai ‘koki gadungan’ lantaran tidak berlatar belakang ilmu boga ini memang berdarah Batak Mandailing.

Kecombrang — tanaman berbunga berwarna merah jambu yang memiliki aroma khas — dipilih untuk menghilangkan bau amis pada makanan khususnya olahan ikan, seperti sate lilit, ataupun arsik ikan mas — kuliner khas Batak.

Lalu, bagaimana cara membuatnya? Ikuti resep dan langkah-langkah yang digunakan Chef Rahung berikut.

Bumbu halus

5 buah cabe rawit
10 buah cabe keriting
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 buah honje (kecombrang)
2 sdt andaliman
50 gram kemiri sangrai
3 cm kunyit
1 ukuran jempol lengkuas
garam secukupnya

Bahan utama

500 gram daging ikan tenggiri segar
50 gram kelapa parut
20 batang serai

Cara membuat

  1. Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum.
  2. Haluskan dan campurkan daging ikan tenggiri dengan kelapa parut, bisa menggunakan food processor atau dicincang dengan tangan sampai halus.
  3. Campur adonan ikan dengan bumbu halus hingga merata.
  4. Ambil adonan yang telah dibumbui secukupnya, kepal-kepal sampai padat, dan lilitkan pada batang serai.
  5. Panggang sate hingga matang. Sajikan.

“Tunggu sampe berubah warna itu tandanya udah matang,” pungkas Chef Rahung menutup sesinya.

resep sate lilit
Sate lilit home made siap disantap. (Foto: Belanga.id/Rikko R.)

Tidak sulit untuk membuat sate lilit a la Chef Rahung ini. Jadi, kapan mau masak sate lilit?

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enthusiast

Written by Rikko Ramadhana

Work hard, pray harder.

Content Author
andaliman

Andaliman, Rempah Endemik Simbol Budaya Batak

resep agust's tempe

Gak Susah Bikin Tempe Sehat Berbasis Probiotik