in

Ada Ratusan Sambal Nusantara, Yang Mana Favoritmu?

Ada 322 jenis sambal nusantara, dan masih akan terus bertambah.

Bicara seputar makanan pedas, rasanya tak lengkap tanpa bicara sambal. jika tak membahas sambal. Sebelum makanan pedas berlevel viral karena bantuan sosial media, menyajikan sambal di meja makan sudah menjadi budaya yang dianut hampir seluruh orang Indonesia.

Secara garis besar, sambal adalah kuliner Indonesia yang merujuk pada saus pedas, dengan bahan utama cabai yang dilumatkan.

Layaknya kimchi di Korea Selatan, wasabi di restoran sushi, atau saus tomat di rumah makan bergaya Amerika, makan tanpa sambal di Indonesia nyaris terasa seperti sayur tanpa garam.

Menurut laporan CNN, sambal masuk ke dalam 40 jenis makanan lokal yang masyarakat Indonesia tidak akan bisa hidup tanpanya.

Kenikmatan sambal itu tak kenal batasan, tidak pandang bulu.

Tidak memandang mau berprofesi sebagai insinyur, ataupun pedagang. Mau naik kendaraan mobil alphard atau lamborghini sekalipun, jika sudah terpapar nikmatnya sambal, bisa nambah berkali-kali saat makan.

Sebagai penikmat sambal, tentu Indonesia punya beragam jenis sambal.

Jika kita mencari di Google dengan kata kunci “resep sambal Indonesia”, kiranya akan ada 9 juta hasil yang ditemukan.

Dari banyaknya resep itu, setidaknya ada 10 sambal khas Indonesia yang populer karena mudah dibuat dan ditemui.

Sepuluh sambal itu adalah sambal cabai hijau, sambal bawang , sambal terasi, sambal mangga, sambal kecap, sambal dabu-dabu, sambal kacang, sambal matah, sambal bajak, dan sambal petai.

Ada juga beberapa sambal yang mungkin namanya belum terlalu akrab di telinga, sebut saja sambal dadak khas Sunda yang hanya akan dibuat secara dadakan saat mau makan.

Juga sambal serai khas Bali yang punya cita rasa pedas namun wangi secara bersamaan karena menggunakan serai sebagai bahan utamanya.

Ada pula sambal sarai khas Dayak Ngaju yang menggunakan terasi, suwiran ikan dan serai dalam pembuatannya.

Atau sambal andaliman khas Batak yang menggunakan merica khusus sebagai bahannya.

Sambal-sambal tersebut hanya sebagian contoh kecil dari banyaknya sambal Indonesia.

Menurut buku Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942 (2011) setidaknya ada 30-an jenis sambal zaman kolonial yang masih disantap di Indonesia.

Baca juga: Kuliner Indonesia Ini Bisa Dikasih Level Pedas

Buku yang ditulis pakar kuliner Fadly Rahman itu juga menyebutkan ada 6 sambal goreng dari era kolonial yang masih eksis sampai sekarang.

Penelitian terbaru dari Universitas Gadjah Mada yang diketuai Prof. Mudjiati Garjito berhasil mengidentifikasi ratusan jenis sambal khas Indonesia.

Menurut pengumuman di situs web UGM tertanggal 8 Maret 2018, temuan tentang sambal-sambal nusantara ini akan dibukukan.

“Ada 322 jenis sambal, di mana 257 di antaranya digunakan untuk hidangan masakan, kemudian dikelompokkan lagi menjadi sambal mentah 199 macam, dan sambal masak 138 macam,” tulis artikel tersebut.

Angka ini tidaklah mutlak. Bisa jadi jenis sambal yang diidentifikasi atau dikreasikan akan terus bertambah seiring waktu.

Sajian Puluhan Sambal di Berbagai Restoran

Kesukaan masyarakat Indonesia akan sambal tentu dianggap positif bagi pengusaha bisnis kuliner.

Semakin beragam jenis sambal, semakin pedas rasanya semakin banyak pengunjung yang penasaran untuk mencobanya.

Tak heran jika kini terdapat beberapa restoran yang menyajikan puluhan menu sambal dan siap menaikkan nafsu makan para pecinta pedas.

Waroeng SS, misalnya. Restoran satu ini sanggup menyajikan lebih dari tiga puluh jenis sambal dengan cita rasa beragam, ada yang pedas murni, pedas manis sampai pedas asam.

Beberapa sambal pedas di Waroeng SS antara lain sambal bawang, sambal cabai ijo, sambal terasi segar, dan sambal ati. Dengan rasa sambal yang juara, makan hanya dengan nasi hangat saja rasanya sudah nikmat.

Waroeng SS tersebar ke berbagai kota, dari Jabodetabek hingga Bali dan tak pernah sepi pengunjung apalagi saat jam makan siang.

Beda lagi dengan Sambal Karmila. Meski terbilang anak kemarin sore karena baru meramaikan restoran sambal sejak 2015, namun Sambal Karmila dengan cepat diterima masyarakat.

Mereka sukses mencuri perhatian dengan dua belas jenis sambal yang pedas menggigit dengan harga terjangkau, berkisar 30ribuan rupiah per menu.

Favorit pengunjung adalah sambal doba merah membara, sambal manis si mbak berupa sambal kecap dengan irisan cabai dan bawang, dan sambal mangga yang segar dan asam.

Ada pula Dapur Sambal, yang sesuai namanya menyajikan aneka sambal khas Indonesia. Ada 20 jenis sambal yang bisa dipilih.

Sebut saja sambal tomat, sambal teri, sambal dabu-dabu, ataupun sambal goyang lidah. Semua disajikan dengan harga yang ramah dikantong.

Penyetan Cok sebagai restoran dengan makanan Jawa Timuran, khususnya Surabaya, menyajikan aneka ayam dan ikan yang dipenyet dengan sambal pedas.

Sambal yang ditawarkan di resto ini pun berjumlah 20 jenis dengan yang paling terkenal adalah sambal jancok yang merupakan sambal khas Penyetan Cok, sambal korek, sambal tahu, dan sambal kemangi.

Nama-nama restoran di atas hanyalah contoh dari restoran Indonesia yang menggunakan sambal sebagai menu andalannya.

Masih banyak restoran lain yang menyajikan sambal sebagai menu pelengkap, dari yang kaki lima hingga bintang lima, semua bisa ditemukan dan dicoba.

Pedas dan sambal bagi satu kesatuan yang sulit dipisahkan bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Negara kepulauan ini pun bukan hanya penikmat tetapi juga kaya akan jenis sambal dan kreatif dalam menciptakan berbagai menu dengan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Meski kadang rasanya menyiksa, namun lidah selalu merasa terpanggil untuk mencoba menjadi dilema orang Indonesia yang mencintai sambal-sambal khas negeri ini.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Kari Lam dan Resep Setua 46 Tahun

Kepiting Nyinyir Kasih 5 Tips Buka Usaha Kuliner Sendiri