in ,

Rasa Rijsttafel Ajak Cicip Rasa dari Masa Hindia Belanda!

Mau mencoba hidangan masa lalu, jangan lewatkan kesempatan ini!

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!”

Bung Karno pernah tegas mengatakan hal di atas. Jas merah, begitulah seruan itu disingkat dan diingat. Ada banyak cara untuk tidak meninggalkan sejarah dan belajar darinya. Misalnya, ngetrip ke tempat bersejarah atau mencoba langsung secuil pengalaman dari masa lalu.

Mau merasakan keduanya? Bisa! Akhir-akhir ini sudah banyak perjalanan-perjalanan yang menggabungkan kisah sejarah dan pengalaman di dalamnya.

Salah satunya adalah tur “Rasa Rijsttafel” yang akan berlangsung pada Sabtu, 3 Agustus 2019 di kawasan Kota Tua, Jakarta.

“Rasa Rijsttafel” adalah sebuah tur jalan kaki di kawasan Kota Tua Jakarta yang menawarkan icip rasa hidangan khas masa Hindia Belanda, rijsttafel.

Ikut tur ini, peserta dapat belajar mengenai sejarah rempah Nusantara dan sekaligus mencicipi rasa dari masa lalu. Budaya makan rijsttafel ini berkaitan dengan kedatangan bangsa Eropa di Nusantara.

Trip yang digagas IndoEpic Travel—platform yang menyajikan pengalaman berwisata epic di Indonesia—ini memang ingin menambah opsi pengalaman unik traveling di ibu kota.

Kali ini untuk mengenalkan gastronomi Indonesia melalui sejarah.

Dengan konsep experience tour, peserta akan jalan-jalan ke Museum Fatahillah dan Museum Wayang sambil napak tilas kejayaan rempah Nusantara bersama Chef Wira Hardiyansyah.

Kisah tentang kedatangan rempah pepper linn pertama kali datang ke Nusantara, orang kaya di Ternate, sampai Oud Batavia menjadi pusat pemerintahan VOC, akan menemani peserta sepanjang tur berlangsung.

Terakhir, peserta tur akan mencicipi menu rijsttafel yang dihidangkan di Historia Cafe oleh Chef Abdul, sedang Chef Wira akan berbagi tentang rijsttafel.

“If you don’t know history, then you don’t know anything. You are a leaf that doesn’t know it is part of a tree.”

Michael Crichton

Kisah perjalanan manusia pada masa lalu, bisa dijadikan pedoman ataupun pembelajaran pada masa sekarang dan masa depan.

Makanan pun tidak sekadar bicara enak atau tidak, tapi bisa berhubungan dengan agama, politik, sejarah, seni, dan budaya.

Untuk mengikuti tur berdurasi tiga jam ini, masing-masing peserta dikenakan biaya Rp250.000, sudah termasuk biaya walking tour, tiket masuk museum dan makan siang dengan menu Rijsttafel di Historia Cafe.

Silakan daftar langsung ke bit.ly/RasaRijsttafel atau hubungi nomor 0812 1811 8095 bagi kamu yang tertarik ikutan. Pesertanya dibatasi hanya 20 orang saja!

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

semangkuk laksa betawi

Laksa, Digemari di Nusantara Sejak Dahulu Kala

IGA Beri Apresiasi pada Tiga Tokoh Perempuan Ini!