in ,

Ingin Berbisnis Kuliner Tapi Modal Kurang? Ini 9 Cara Mengatasinya!

Mencari Modal Usaha
Ada banyak cara untuk mendapatkan modal agar bisnis kuliner berjalan lancar. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Bisnis kuliner memang menggiurkan. Semua orang butuh makan. Jadi asal ditekuni, bisnis kuliner tidak ada matinya. Memang, sih, berbisnis kuliner tidak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah kekurangan modal. 

Modal berperan penting dalam jalannya usaha. Itulah sebabnya pengusaha kuliner sering merasa khawatir kekurangan modal. Jika tidak segera diatasi, tantangan ini bisa bikin bisnis gulung tikar.

Tapi jangan khawatir. Setiap tantangan pasti ada jalan untuk mengatasinya. Berikut sembilan cara mendapatkan modal dan membuat bisnis kuliner tetap bertahan: 

1.       Pinjam Teman atau Kerabat Terdekat

Cara ini terlihat paling umum dan paling gampang. Tapi kalau gengsi ketinggian mungkin malah tak jadi pilihan pertama. Jika ingin coba cara ini, pertama Anda harus membuang gengsi terlebih dahulu dan memiliki hubungan yang cukup dekat dengan teman atau kerabat yang ingin dimintai bantuan.

Agar pinjaman disetujui lakukanlah dengan cara yang baik seperti, melakukan presentasi bisnis secara profesional. Beritahu rencana bisnis dan berapa keuntungan yang bisa diraih. Kemudian beri tenggat waktu untuk membayar pinjaman modal. 

Hal tersebut penting dilakukan agar reputasi tetap terjaga, siapa tahu mereka tak akan minta hasil lebih atau menerapkan sistem bunga.  

2.       Cari Rekan Bisnis

Bisnis kuliner bisa dilakukan sendiri atau bersama-sama. Namun jika Anda mengalami kekurangan modal, ajak beberapa orang yang punya minat sama dan memiliki dana untuk patungan modal usaha.  

Makin banyak orang, maka modal akan makin besar. Meski keuntungannya nanti harus dibagi-bagi, hal ini patut dicoba untuk mengembangkan bisnis kuliner dan sebagai tahap awal untuk membuka cabang yang bisa dikelola sendiri.

3.       Berani Jual Aset

Jalan lain untuk mendapatkan modal adalah berani menjual aset. Bisa berupa emas, kendaraan, hingga rumah. 

Meski kekurangan modal, harga jual aset harus dipikirkan dengan cermat. Jual dengan harga wajar, jangan terlalu murah meskipun kebutuhan mendesak. 

4.       Memanfaatkan Program Bantuan Modal Usaha

Pemerintah dan lembaga-lembaga keuangan di Indonesia telah banyak mengeluarkan program-program bantuan modal usaha bagi para entrepreneur. Bunga yang dibebankan untuk modal usaha, terutama untuk UKM lebih ringan.

Untuk mencoba cara satu ini, para pengusaha harus mengajukan proposal yang berisi detail mengenai usaha yang dijalankan, mengkalkulasikan kebutuhan dana, keperluan operasional, keuntungan yang bisa diraih dan rencana selanjutnya untuk mengembangkan bisnis.

Susunlah proposal dengan baik dan menarik agar lembaga yang dituju percaya.

Agar Proposal usaha bisa diterima, susunlah dengan baik dan menarik agar perusahaan atau lembaga yang dituju bisa percaya dan akhirnya memberikan bantuan. 

5.       Crowdlending

Crowdlending adalah cara mencari dana pinjaman via situs internet khusus. Contohnya adalah GandengTangan, Investress, dan Modalku. Anda harus memberitahukan usaha yang dimiliki dan berapa banyak modal yang dibutuhkan saat menggunakan aplikasi tersebut. 

Kemudian, para pembaca akan membaca cerita Anda, jika tertarik mereka akan memberikan pinjaman online. Pinjaman ini wajib dikembalikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk dengan bunga yang dibebankan. 

Telitilah sebelum melakukan cara ini, ingat lagi seberapa kemampuan Anda dalam membayar pinjaman. 

6.       Menggunakan Sistem Bagi Hasil

Sistem bagi hasil antara Anda dan investor bisa jadi pilihan yang menarik, cara ini bisa memberikan keuntungan kedua belah pihak. Anda dapat modal, investor mendapat keuntungan tanpa perlu terjun langsung ke lapangan. 

Setiap akhir bulan, keuntungan yang diperoleh pun akan dibagi sesuai kesepakatan. Dalam membuat kesepakatan harus dilakukan dengan baik agar tidak ada yang dirugikan. Buat perjanjian resmi berlandaskan hukum yang mengikat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. 

7.       Crowdfunding

Sistem ini bisa digunakan melalui  beberapa website di internet, contohnya adalah KitaBisa, AyoPeduli dan Wujudkan. Para pebisnis kuliner bisa memberikan informasi soal bisnis kuliner yang dijalani dan menginfokan berapa modal yang dibutuhkan. 

Untuk mendapatkan modal sesuai target, harus ada penjelasan yang menarik mengenai usaha yang Anda jalani. Biasanya cerita yang menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat lebih mudah menarik para pemberi dana untuk menyumbangkan uangnya. Keunggulan dari crowdfunding adalah dana yang diberikan tidak harus dikembalikan kepada pemberinya.

 8.       Mengajukan Kredit Multiguna di Bank

Meski sudah cukup umum diterapkan, menggunakan kredit multiguna di bank harus penuh kehati-hatian. Ini merupakan jenis kredit yang bisa diakses dengan cara memberikan jaminan. Pihak yang menyediakan biasanya adalah bank atau koperasi. 

Baca juga: 12 Masalah Yang Biasa Dihadapi Pengusaha Kuliner

Besar pinjaman tergantung nilai jaminan yang diberikan. Biasanya bank memberikan limit kredit cukup tinggi hingga menyentuh angka ratusan juta rupiah. Jadi, saat memutuskan menggunakan kredit multiguna perhatikanlah pemilihan bunga. Pilih yang paling rendah agar tagihan tidak membengkak. 

9.  Mengajukan KTA 

Kredit Tanpa Agunan (KTA) berbeda dari kredit multiguna. Nasabah tidak perlu memberikan jaminan untuk mendapatkan modal usaha. Konsekuensinya, Anda harus membayar bunga lebih tinggi dengan tenor (jangka waktu pinjaman) relatif lebih pendek. 

Kredit Tanpa Agunan memang menggiurkan dan bisa jadi modal usaha yang mudah, namun hati-hati ketika mengambil pinjaman ini. Apalagi bagi pebisnis yang masih merintis dari nol. Jangan sampai keuntungan tidak bisa dirasakan karena harus membayar bunga pinjaman yang tinggi. 

Nah, ada banyak cara, kan? Jadi jangan putus asa saat menghadapi tantangan kurang modal. Dari sembilan cara di atas, pilih yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bisnis kuliner Anda. Selamat mencoba!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by AnisaGiovanny

Content AuthorYears Of Membership
Koki Muda Sejati, laki-laki harus bisa masak.

Kesetaraan Gender di Dapur, Laki-laki Sejati Bisa Masak!

Jakarta Eat Festival 2019

Jakarta Eat Festival 2019, Dukung Kebangkitan Kuliner Indonesia