in

Pasar Petani Kota Ajak yang Urban Bercocok Tanam

Bikin ruang sempit di kota jadi lebih produktif.

Kota identik dengan pekerja kantoran, gedung tinggi, jadi tidak heran bila mendengar kata petani kota dahi langsung berkernyit. Bisakah bercocok tanam seperti petani di kota? Jawabannya ternyata bisa.

Pasar Petani Kota menjadi ajang pamer hasil cocok tanam para petani kota.

Sejak diinisiasi pada 2 Oktober 2016 silam, sekarang sudah ada sekitar 140 orang yang menjadi petani kota.

Program Pasar Petani Kota merupakan kerja sama Seru Bareng Creative Club “SBCC” dengan Pasar Tumpah Ruah dan berlangsung sepanjang tahun setiap Sabtu dan Minggu pertama tiap bulannya.

Di bulan Maret ini acaranya akan berlangsung berbarengan dengan Pasar Tumpah Ruah pada 9-10 Maret 2019 dari pukul 10 pagi sampai 10 malam. Lokasinya di Gudskul Ekosistem, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tempat ngumpul reguler para petani kota yang ada di Jabodetabek,” ungkap Julian Riezki, Ketua Program Pasar Petani Kota.

Gelaran pasar ini mencoba menangkap potensi emansipatif warga kota untuk memanfaatkan ruang-ruang sempit dan mengubahnya jadi ruang produktif untuk bercocok tanam.

Menurut Julian, menggelar sebuah pasar bersama berarti juga menciptakan ruang kolektif untuk mempertemukan pikiran, gagasan, dan tindakan dalam pengelolaan ruang bersama.

“Agar ada wadah bagi orang yang ingin memulai bercocok tanam untuk saling berbagi, juga bertukar pengalaman dan pengetahuan,” jelas Julian lebih lanjut.

Yang jelas, jumlah orang yang berminat menjadi petani kota, atau setidaknya menunjukkan antusiasme pada program ini bertambah dari tahun ke tahun.

Rata-rata ada 1.000 sampai 1.500 pengunjung tiap acara berlangsung.

Ke depannya, Julian berharap Pasar Petani Kota dapat menjadi hub bagi mereka yang ingin bercocok tanam di kota.

Kali ini di Pasar Petani Kota akan ada bazaar tanaman dan olahan pangan rumahan, serta sesi Dialogue tentang “Food Cycle” bersama Herman Andriyanto, Co-Founder Food Cycle Indonesia.

Konsep food cycle sendiri adalah menyalurkan surplus makanan dari berbagai acara, seperti pernikahan, pada mereka yang membutuhkan.

Kamu tidak perlu tiket masuk ke acara ini. Pasar Petani Kota gratis untuk pengunjung dan para petani kota yang ingin terlibat di dalamnya.

Tertarik mampir?

Pasar Petani Kota
9-10 Maret 2019, 10.00-22.00 WIB
Gudskul Ekosistem
Jalan Durian No. 30, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

7 Kuliner Khas Nyepi yang Wajib Dicoba!

Daftar Superfood yang Mudah Ditemui di Indonesia!