Pa’piong Bambu, a la Toraja

Pa’piong Bambu, a la Toraja
Pa'piong Bambu Khas Toraja

Pasti banyak yang bertanya-tanya, apa itu “Pa’Piong”? Lalu apa hubungannya dengan bambu?

Kalau kalian main ke Tana Toraja, pasti kalian akan menemukan makanan ini. Ya, Pa’piong adalah makanan yang paling khas dari daerah pegunungan Toraja. Dalam bahasa Toraja, Pa’Piong memiliki makna “Pa”, yang berarti melakulan sesuatu, dan “Piong” berarti memasak. Kalau diartikan, Pa’Piong memiliki makna “melakukan sesuatu dengan memasak”.

Namun, kalian harus tahu bahwa ada yang unik dari masakan khas Toraja ini, yaitu dimasak di dalam “bambu”. Lho kok di dalam bambu? Ya, inilah ciri khasnya dari Pa’Piong ala Toraja, yang selalu disajikan saat ada upacara Rambu Solo(kematian), Rambu Tuka(syukuran), serta setiap acara adat di Toraja.

Ada berbagai jenis Pa’Piong ala Toraja. Ada yang menggunakan bahan dasar ikan, babi, ayam kampung, dan ketan. Namun, yang paling sering dimakan orang Toraja adalah yang berbahan dasar ikan, babi, dan ayam.

Nah, cara pembuatannya cukup mudah. Pertama, kita harus menyiapkan bambunya terlebih dahulu. Bambu yang digunakan berusia sedang (tidak tua dan tidak muda). Lebar diameter lubang bambunya berkisar antara 7–9 cm, dan panjang bambu berkisar antara 40–50 cm. Bambu dicuci hingga bersih, mulai dari luar sampai ke dalam bambu.

Setelah itu, siapkan bahan-bahan, mulai dari  ikan (atau babi maupun ayam), daun miana, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, serai, lengkuas, dan jahe. Semua bahan ini dipotong-potong, lalu diaduk di dalam baskom besar, dicampur dengan daging yang sudah dipotong-potong juga. Lalu dimasukkan ke dalam bambu. Setelah dimasukkan, lubang bambu ditutup menggunakan daun pisang atau daun singkong, supaya ketika dibakar tidak kemasukan kotoran.

Nah, kemudian pa’piong dibakar dengan api sedang, kurang lebih selama 1 jam. Kalau sudah terlihat matang, angkat lalu dinginkan sejenak. Eitss, tidak langsung dimakan dari dalam bambu lhoo, sebelumnya harus dibelah dahulu bambunya, kemudian keluarkan masakannya, dan disajikan di dalam piring.

Gak afdol rasanya kalau tidak disajikan bersama dengan minuman khas Toraja, Tuak Bambu. Tuak bambu adalah minuman yang berasal dari pohon aren, diambil langsung dari atas pohon aren, lalu dimasukkan ke dalam bambu. Oleh sebab itu, minuman ini disajikan juga di dalam bambu.

Nah, itulah salah satu makanan khas Toraja. Bagaimana? Unik bukan masakan bambu ini?

Selain Pa’piong, sebenarnya masih banyak lagi makanan khas Toraja lainnya. Jadi tunggu apa lagi? Ayo kita lestarikan makanan khas daerah kita masing-masing, karena ini adalah sebagian dari kekayaan budaya Indonesia. Kita sebagai generasi muda harus lhoo menyantap makanan daerah kita, jangan malah kita sering menyantap makanan-makanan dari barat.

Artikel ini disertakan dalam Lomba Menulis Kuliner Juara Kampung Halaman berhadiah belasan juta rupiah ditambah voucher Food Tour dari Good Indonesian Food. Ayo ikutan! Info lebih lanjut, klik banner di bawah ini.

 

Suka? Vote Artikel Ini!

3 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up