in

Padang Merdeka, Restoran Padang Kekinian Yang Patriotik

Di sini kamu bisa menikmati lezatnya kuliner Padang sembari mengenang jasa pahlawan.

Restoran Padang bisa ditemui di mana-mana. Masakan Padang pun terus mengalami modifikasi agar mudah diterima berbagai kalangan. Tak hanya memperhatikan rasa makanan saja, kini rumah makan Padang mulai naik kelas dengan hadirnya Padang Merdeka.

Mengusung konsep lebih modern dan nyaman, membuat Padang Merdeka jadi tempat makan yang lebih dari sekadar mengisi perut sampai kenyang.

Mendengar konsepnya yang unik, Belanga Indonesia memutuskan untuk mampir ke restoran ini suatu siang di bulan April lalu.

Bersantap siang di restoran yang baru berdiri 2017 ini memberikan pengalaman serupa mampir ke sebuah kafe kekinian. Hanya saja, bukan aroma kopi yang menyambut, tapi samar-samar aroma gurih masakan Padang.

Baca juga: Dari Soekarno Hingga Jokowi, Ini Masakan Padang Favorit Presiden Indonesia

Ruangan Padang Merdeka di Tamansari, Jakarta Barat ini cukup luas. Pengunjung disambut gunungan wayang, serta motif segitiga yang terinspirasi dari pucuk rebung padang.

Tiap cabang Padang Merdeka selalu memiliki interior bertema patriotik seperti mural ini. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Meski namanya restoran Padang, namun dekorasi yang ikut menghias segala penjuru restoran nyatanya berasal dari beragam daerah.

Contohnya saja penggunaan motif batik Solo, batik Jogja, batik Parang Kencana, hingga batik kawung terlihat menghias dinding dan koridornya.

Selain itu, pilar-pilar gedung yang kokoh dilapisi dengan motif Toraja. Konon pemilihan ini didasarkan pada era 70an sampai dengan 90an, ketika Toraja dikenal di mata dunia sebagai “tanah raja-raja surgawi”.

Di sisi kanan area pertama ini, terdapat beberapa  meja makan dan kursi kayu yang ditata rapi, dengan latar belakang mural tokoh-tokoh pahlawan bangsa.

Saat ditelusuri, ternyata pemilihan dekorasi ini punya tujuan, yaitu karena Padang Merdeka ingin membangkitkan kembali semangat perjuangan para pahlawan dan mengingatkan kembali patriotisme Indonesia.

Menjunjung tinggi semangat perjuangan dan keberagaman Indonesia menjadi pesan yang ingin mereka sampaikan, seperti tercermin dalam kata “Merdeka” yang mereka gunakan.

“Karena kita konsepnya merdeka, kami ingin memberikan semangat nasionalisme lewat gambar-gambar pahlawan ini,” ujar Calvin, Marketing Consultant Padang Merdeka pada Belanga Indonesia.

Sambil menunjukkan ragam dekorasi yang ada, ia menambahkan, “Selain itu, kita tidak hanya mengenalkan Padang saja, tapi turut mengenalkan kekayaan daerah lain seperti batik-batik ini.”

Sebagai batas area satu dan dua, terdapat koridor unik dengan spot yang instagramable, masih menggunakan wayang gunungan dengan efek berlapis-lapis kaca yang dilengkapi bingkai bermotif songket.

Masuk lebih dalam, etalase kaca dengan bentuk kubus yang cukup besar kembali membuat kami terpana. Pasalnya kami bisa melihat dengan jelas ragam menu masakan Padang yang disusun dengan rapi dan bersih.

Tepat di atasnya ada lampu-lampu yang disusun membentuk peta Indonesia yang membentang dari Pulau Sumatera sampai Papua.

Kemudian, ada mural  bertuliskan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dengan hiasan batik yang cantik.

Area kedua ini diplot sebagai tempat bebas asap rokok dengan jumlah meja dan kursi kayu yang lebih banyak.

Rasanya desain interior Padang Merdeka ini memanjakan pengunjung dengan tema yang elegan dan sangat Indonesia.

Setelah puas mengamati interior, kami lekas duduk untuk memesan makan siang. Seorang pelayan wanita pun dengan ramah menghampiri kami.

“Mau disajikan semuanya atau dipilih sesuai menu?” tanyanya.

Opsi pertama yang merupakan kekhasan rumah makan Padang jadi pilihan kami. Semua lauk disajikan, tinggal memilih apa yang ingin dimakan.

Tanpa menunggu lama, beberapa pelayan yang berseragam seperti tentara zaman dulu segera menyajikan berbagai piring lauk makanan yang sudah dilapisi plastik.

Ada gulai kikil, dendeng batokok, ayam pop, sambal ijo atau lado mudo, ayam goreng, rendang, gulai otak, kerupuk kulit, dan lain sebagainya.

Kami melahap seporsi nasi, ayam pop, sambal ijo, dendeng batokok, dan rendang masuk ke dalam piring.

Juaranya adalah ayam pop dengan cita rasa gurih dari santan dan daging yang empuk. Dipadu dengan sambal ijo yang cukup pedas, rasanya makin nikmat.

Dendeng batokoknya pun empuk karena menggunakan daging has dalam (tenderloin) dengan rasa pedas yang pas di lidah.

Rendang dari Padang Merdeka juga memiliki tekstur daging yang empuk dan lembut, dengan profil rasa sedikit manis dan pedas.

Untuk minuman, kami memesan es teh tawar yang bisa di-refill dan jus markisa terong belanda, atau martabe, yang jadi rekomendasi.

Martabe dengan rasa manis dan sensasi kejut asam mampu membilas tenggorokan dari masakan Padang yang pedas dan berminyak.

Masakan Padang Merdeka memiliki rasa yang tidak terlalu medok, bumbunya lebih ringan. Ada penyesuaian dan inovasi rasa yang dilakukan demi agar rasanya pas dengan lidah orang Indonesia kebanyakan.

Hal ini diamini Iwan, Head Chef Padang Merdeka, “Kalau masakan Padang ‘kan hampir semuanya pedas dan asin. Di sini kita buat seimbang, jadi semua kalangan bisa makan.”

Ayam pop ini rasanya mantul, mantap betul! (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Iwan menuturkan, walaupun rasanya berbeda tapi bumbu rempah yang digunakan tetap dikirim langsung dari Sumatra Barat.

Proses memasaknya diupayakan serupa dengan aslinya, seperti rendang yang diberikan tungku khusus dan dimasak dengan waktu delapan jam.

Restoran Padang Merdeka yang terletak di depan gedung BNI Kota Tua ini menjadi pilihan alternatif tempat bersantap yang nyaman, baik bagi pekerja kantoran maupun wisatawan.

Harga yang ditawarkan berkisar Rp9.000-30.000, masih terbilang wajar menilai kenyamanan yang belum tentu didapatkan jika mampir ke rumah makan Padang pada umumnya.

Sampai saat ini ada sembilan cabang Padang Merdeka di seantero Jabodetabek. Ketujuh cabang lain berada di Tebet, Kota Kasablanka, Hayam Wuruk (Harmoni), Sunter, Pluit, Mal Kelapa Gading 1, SCBD, dan Mal Summarecon Bekasi.

Info selengkapnya, cek Instagram @padangmerdeka
Harga: Rp9,000-Rp30,000
Buka: 09.30-24.00 (Senin-Minggu)
Alamat: Jl. Lada No.1, Pinangsia, Tamansari, Jakarta

Bagaimana caranya ke sini?
Stasiun terdekat: JAKARTA KOTA
Halte TransJakarta terdekat: HALTE STASIUN KOTA

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Bulan Puasa Hindari Makanan Yang Bikin Bau Mulut Ini

Ada yang Menang, Huruf N Yosan Bukan Hoaks!