in , ,

“Nyolong dan Nipu”: Tips Fotografi Makanan ala Profesional

Pada era digital, makanan tak hanya harus enak tapi juga sebaiknya memiliki penampilan yang bagus. Salah satu cara membuat makanan lebih menarik adalah mencari angle terbaik dalam pengambilan gambar.

fotografi makanan
Charlie Sugiri memberikan tip dan trik untuk membuat makanan semakin menggiurkan.

Food Fotographer profesional Charlie Sugiri memberikan berbagai tips dan trik sederhana dalam membuat fotografi makanan.

“Kita bisa motret apa aja dengan peralatan yang seadanya. Bisa juga ‘nyolong’ properti dari tempat sekitar. Masalahnya ada pada kreativitas. Jadi kita jangan terpaku harus expand ada apa aja di sekitar,” ujar Charlie dalam acara Foodelicious di Indity Co Working Jakarta, Sabtu 23 November 2019.

‘Nyolong dan nipu’ merupakan dua konsep yang harus dilakukan dalam membuat foto yang baik. ‘nyolong; yang dimaksud yakni memanfaatkan barang yang ada di sekitar kita, sementara ‘nipu’ dilakukan dengan cara plating yang bagus. Contohnya, nipu pakai tusuk gigi buat bikin efek bakso ngambang biar gampang terlihat.

Dalam kesempatan ini, Charlie mempraktikkan foto dengan satu sumber cahaya. Posisi terbaik, kondisikan cahaya dibelakang makanan. Masalah kombinasi warna dan crops menurutnya juga jangan terlalu ngasal.

Dalam setiap foto, menurut Charlile, harus ada komponen 5W + 1H. Jadi kita harus tahu fotonya siapa, jika foto makanan harus tahu bahannya apa, rasanya apa, waktunya kapan, juga harus kasih tahu bahan yang paling enak atau paling mahal dalam sebuah makanan, sehingga sisi tersebut bisa ditonjolkan.

“Kita harus kasih liat bahannya. Misalkan, makanan pedes bisa dikasih cabenya (sebagai properti), atau kalau minuman panas dikasih efel hangatnya,” ujar Charlie. Dalam memotret makanan kita juga harus menjagai kebersihan piring-piring atau wadah-wadah makanan.

Beberapa tip diberikan Charlie dalam memotret makanan. Untuk properti, Charlie menyarankan untuk manfaatkan benda sekitar atau bisa membeli properti yang murah. Kita bisa menggunakan kuas untuk membersihkan noda-noda makanan. Jangan lupa juga siapkan pinset untuk mengatur posisi makanan dan gunting untuk memotong daun-daunan.

Untuk memberikan efek tema warna yang sesuai, Charlie menyarankan untuk membeli tripod, soft box dan juga lampu. Untuk lampunya sendiri bisa diganti warnanya sesuai dengan konsep yang ingin dibuat.

“Beli lampu agar konsistensi warna makanannya. Jadi mau hujan atau panas suasananya akan sama terus. Bisa pakai lampu bohlam biasa,” ujar Charlie.

Ia menyarankan agar foto di handphone di zoom dan bukan fotografernya yang maju. Maksimal zoomnya 2x agar foto yang dihasilkan tidak pecah.

Charlie melanjutkan, foto makanan merupakan bagian dari learn by doing karena saat belajar, misalnya, di youtube, tidak akan ada hasilnya kalau tidak mencoba.

“Kalau untuk di rumah, kita harus punya sumber percahayaan. Contohnya, lampu meja atau lampu tidur, untuk reflektor kita bisa pakai kain atau benda apapun yang berwarna putih taruh di samping. Be creative lah,” tutup Charlie.

Editor: Mariska Y. Sebayang

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by Rikko Ramadhana

Work hard, pray harder.

Content AuthorYears Of Membership

Belajar Masak Sekaligus Fotografi Seru di FooDelicious

Sukses dengan Jus, Re.Juve Rilis Jamu Kekinian