Menikmati Kuliner Nusantara Banda Neira

Sudah terlalu banyak keistimewaan untuk menggambarkan Indonesia yang menjadikan berbeda satu dari jutaan negara di dunia, menjadikan berbeda dari ribuan olahan jajanan di dunia, menjadi berbeda satu dari ratusan macam kuliner dunia, dan menjadi berbeda dari sekian mahakarya yang Kuasa.

Semua tampak biasa saat sore hari di Banda Neira, kepulauan di Maluku, timur Indonesia.

Ada nelayan yang pulang dengan pancingan, pedagang di pasar yang seharian berjualan, petani yang lelah seharian membersihkan kebun, dan pelajar yang bergegas pulang setelah selesai dengan kesibukan di sekolah.

Meyambut senja di Banda Neira kerap kali dihabiskan bersama keluarga, teman sepergaulan, bahkan pasangan kekasih. Senja menyatukan pulang setelah lelah seharian berperang menjadi obat pelepas penat bagi setiap saksi mata yang memandang.

Kumpul tidak lengkap bila tidak ada yang menghadirkan camilan sebagai teman santai. Yah, dalam bahasa Banda sendiri “baraci bakasang pala dolo ee”

Berbicara mengenai bakasang berarti identik dengan makanan yang di fermentasikan. Sedangkan fermentasi ialah proses dasar untuk mengubah suatu bahan menjadi suatu bahan lain dengan cara sederhana dan dibantu oleh mikroba. Proses fermentasi ini merupakan bioteknologi sederhana (Herry, 2008).

Secara umum, fermentasi didefinisikan sebagai proses penguraian senyawa kompleks yang terdapat dalam makanan menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh enzim atau mikroorganisme, dan berlangsung dalam keadaan lingkungan yang terkontrol sehingga menghasilkan makanan baru yang mempunyai flavor dan aroma yang khas.

Dengan cara tradisional, masyarakat Banda sendiri menjemurnya di bawah terik matahari. Olahan dari ikan yang dihaluskan dengan cara diblender atau melalui proses penumbukan.

Biasanya sering dicampurkan dengan garam dan rempah seperti; biji dari buah pala demi menghilangkan bau tengik dari daging tersebut. Perlu 3-5 hari agar olahan benar-benar matang sebelum akhirnya dapat dikonsumsikan.

Proses pembuatan bakasang:
1. Pencucian
Ikan awalnya dibersihkan menggunakan air. Setelah itu, dibersihkan sisik-sisiknya, lalu ditiris untuk mengurangi kadar air yang terkandung pada ikan. Kemudian, daging dipisahkan dari tulangnya.

2. Penghalusan
Ikan yang telah dibersihkan, lalu dihaluskan menggunakan alat penghalus, seperti blender ataupun bisa diulek menggunakan perabotan dari dapur seperti cobek.

3. Wadah fermentasi
Proses pembuatan bakasang juga memerlukan pendiaman atau proses fermentasi yang cukup lama, bahkan tiga sampai lima hari lamanya sehingga memerlukan tempat yang cukup memadai. Gunakanlah wadah dengan bahan yang anti karat untuk mencegah korosi, mengingat terasi memiliki kandungan garam yang tinggi. bisa menggunakan wadah botol kaca, bak plastik ataupun jenis bahan yang menggunakan stainless steel.

4. Penjemuran
Suhu fermentasi menentukan macam mikroba yang dominan selama proses berlangsungnya fermentasi tersebut. Untuk itu, menjemur di bawah matahari sangat dianjurkan untuk membuat bakasang. Jemur dari tiga sampai lima hari agar bakasang benar-benar siap untuk dikonsumsi.

Hasil perikanan tergolong dalam perishable product, yaitu memiliki masa simpan pendek dan cepat rusak. Ikan yang telah difermentasi akan memiliki umur simpan atau keawetan yang lebih lama daripada ikan tanpa proses fermentasi. Olahan dari fermentasi ikan salah satunya ialah terasi atau belacan (shrimp paste).

Bagi orang Banda, bakasang telah menjadi darah daging yang tidak bisa dipisahkan. Kalaupun sedang terpisah yang pastinya akan memunculkan rasa rindu bagi sesiapa yang pernah menyantapnya.

Bakasang hanya cocok dijadikan sebagai sambal atau sebagai pelengkap di meja makan, tapi bagi orang Banda sendiri menjadikannya sebagai teman ngemil yang dinikmati dengan buah-buahan, seperti pala, jambu, kedondong, dsb.

Adapun tips untuk menyimpan, bakasang boleh disimpan di tempat yang dingin seperti kulkas.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *