in

Nasu Palekko, Si Hidangan “Galak” yang Selalu Eksis

Mencoba makanan khas Sulawesi Selatan yang memiliki cita rasa pedas.

Kasar, pedas, dan galak adalah stereotipe yang terbentuk untuk orang Sulawesi Selatan dilihat dari sudut pandang sebagian mereka yang berasal dari daerah diluar provinsi ini.

Wilayah yang dihuni oleh etnis Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja ini, memang kental akan budaya masyarakatnya yang tegas, dan lantang dalam berbicara, tapi hal ini tidak berarti bahwa sifat masyarakatnya juga kasar, galak ataupun pedas dalam bertutur.

Aksen yang terdengar straight forward mencerminkan kearifan lokal masyarakatnya yang jujur dalam bersikap dan berbicara, serta nada yang lantang menandakan ketegasan penuturnya dalam bertindak.

Terlepas dari pandangan tersebut, image kasar, pedas, dan galak agaknya lebih tepat diberikan untuk salah satu makanan khas Sulawesi Selatan ini, apalagi kalau bukan Nasu Palekko.

Nasu Palekko berasal dari daerah Rappang dan Pinrang yang merupakan daerah peternak bebek terbesar di provinsi Sulawesi Selatan.

Secara teritoris dua daerah tersebut ditempati oleh suku Bugis. Nasu berarti memasak dan palekko artinya wajan yang terbuat dari tanah, jadi nasu palekko adalah makanan yang dimasak di atas wajan yang terbuat dari tanah.

Makanan khas yang terbuat dari bebek ini tidak kalah hits-nya dengan hidangan kekinian yang populer karena sensasi pedas berlevel seperti mi pedas ataupun keripik berbahan dasar singkong dan tempe.

Sekarang, orang-orang suka mencari makanan unik dan pedasnya menantang serta bercita rasa lezat. Maka, nasu palekko adalah pilihan yang tepat untuk memenuhi hasrat dan menguji tingkat ketahanan lidah dan perut.

Nasu palekko adalah contoh hidangan tradisional yang mengandung nilai kearifan lokal, tapi tidak pudar oleh pengaruh budaya modern.

Bahkan semakin menjamurnya beberapa kedai makanan yang menjadikan nasu palekko sebagai menu andalan adalah bukti nyata kuliner lokal ini masih tetap eksis, dan menjadi salah satu pilihan utama.

Makanan ini menjadi lebih variatif dengan adanya menu “palekko manuk” atau dalam bahasa Indonesia berarti ayam, yang tentu harganya jauh lebih terjangkau dibanding harga bebek, jadi, secara finansial, akan lebih mudah dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.

Nah, bagi penikmat kuliner yang tidak hanya gemar icip-icip tapi juga suka memasak, kalian bisa mencoba membuat palekko ala kalian sendiri, tentunya akan lebih mudah mengatur tingkat kepedasnya.

Cara membuat nasu palekko juga cukup mudah, bahkah untuk pemula, palekko akan jadi menu mewah yang tidak menguras kantong dan tenaga.

Untuk membuat nasu palekko, pertama-tama, siapkan semua bahan dasar pebuatannya seperti 1 ekor bebek atau ayam, 5 lembar daun jeruk, 2 lembar daun salam, 1 sendok makan kunyit bubuk, garam secukupnya, gula secukupnya, 100 cc air asam jawa.

Setelah semua bahan dasar disiapkan, jangan lupa untuk membuat bumbu halus sebagai senjata utama dan rahasia kelezatan nasu palekko.

Untuk membuat bumbu halus, siapkan bahan-bahan berupa 10 siung bawang merah, 10 siung bawang putih, 5 buah cabai merah besar, 250 gram cabai rawit, 3 butir kemiri, lalu campurkan semua bahan tersebut dan haluskan.

Bisa menggunakan blender agar lebih praktis, tapi bisa juga dengan cara di ulek untuk mendapatkan sensasi pembuatannya yang masih bersifat tradisional.

Jangan lupa siapkan pula 1 sendok teh merica, 1 sendok makan ketumbar, 3 cm jahe, 10 batang sereh, dan 3 cm lengkuas.

Setelah semua bahan dasar dan bumbu halus tersedia, kamu langsung bisa mulai bereksperimen dengan palekko.

Untuk membuat palekko sebenarnya mudah, tapi perlu sedikit kesabaran saat menunggu bumbu halus benar-benar meresap kedalam daging ayam atau bebek hingga kuahnya habis.

Selanjutnya, proses pembuatan nasu palekko yang pertama adalah mencuci bersih ayam yang sudah dipotong-potong, biasanya ukuran potongan adalah sebesar ruas jari telunjuk atau bisa disesuaikan dengan selera sendiri.

Lalu, tuang dan balurkan dengan air asam jawa, diamkan beberapa saat.

Sambil menunggu air asam jawa meresap, panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus sampai harum, dan masukan ayam beserta air asamnya, aduk lalu masukkan serai, lengkuas, daun salam, merica bubuk, gula merah, dan garam jangan lupa aduk hingga rata dan biarkan ayam mengeluarkan airnya.

Aduk sesekali agar ayam tidak gosong, masak dengan api kecil atau sedang saja sampai ayam benar-benar matang dan empuk.

Jika ayam belum empuk boleh ditambahkan sedikit air lagi. Saat kuah sudah mulai kering jangan lupa cicipi rasa palekko hasil karya Anda.

Jika sudah pas, nikmati nasu palekko dengan nasi panas, maka anda akan merasakan sensasi pedas dan panas yang menguji tingkat adrenalin.  

Nah, mudah bukan membuat nasu palekko?

Bagi anda yang penasaran dengan cita rasa nasu palekko yang dibuat oleh masyarakat asli etnis Bugis, jangan lupa untuk singgah di kedai-kedai makan yang menyediakan nasu palekko yang berjejer sepanjang Kabupaten Pinrang, Pare-Pare, juga Rappang.

Tidak hanya rasanya yang juara, sebagai daerah asal Palekko, warung makan di sana juga menyajikan panorama khas yang menempatkan pengunjung di tengah-tengah empang tempat bebek berenang.

Jadi, pengunjung dapat menikmati pemandangan khas desa sambil merasakan sensasi super pedas nasu palekko.

Namun, tidak hanya itu, kedai-kedai makan tersebut juga menyiapkan menu lain sperti ikan bakar, jus buah dan sebagainya, yang semuanya dapat dilihat secara langsung sebelum berubah menjadi santapan lezat.

So, jangan salah lagi yah, bukan mulut orangnya yang pedas, tapi makanannya. Selamat mencoba untuk membuat nasu palekko, ataupun mencicipinya lasngsung saat berkunjung kesini  

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Participant

Written by Septa Wuriyanti

Years Of Membership

Tongseng Lezat Pengobat Rindu

Mendoan Ilang Mendo-ne