Nasi Timbel, Santapan Sederhana dan Bersahaja dari Tataran Sunda

Nasi Timbel, Santapan Sederhana dan Bersahaja dari Tataran Sunda
Nasi Timbel menu andalan Cafe Nortwood dengan tampilan yang menggiurkan dan rasa lezat dari ayam. (Foto: Amanda Mahardhika)
Bumi Pasundan nan rupawan selalu memiliki keistimewaan tersendiri dalam berbagai aspek kehidupan, kebudayaan dam keragaman lainnya.
Bagai cerminan dari masyarakat sunda yang terkenal akan keramahannya, masakan tradisional dari sunda selalu penggugah selera para pelancong yang datang ke wilayah Jawa Barat.
Tentu setiap daerah memiliki masakan tradisional dengan cita rasa dan keunikannya masing-masing, termaksud diantaranya adalah masakan tradisional Jawa Barat dengan goresan sejarah di dalamnya.
Salah satu masakan tradisional ‘urang sunda’ adalah nasi timbel cs.
Sebenarnya, nasi timbel hanyalah nasi yang dibuat sedemikian pulen dengan cara masak yang sangat mudah kemudian dimasukan ke dalam bakul yang dilapisi oleh daun pisang, agar nasi aroma nasi yang masih panas memiliki aroma daun pisang yang begitu natural.
Jadi untuk menikmati nasi timbel yang lezat, kita wajib menyediakan lauk pauk yang “sunda banget” seperti lalapan, sambel terasi, ikan asin, jengkol, tumis kangkung, sayur asem, tahu dan tempe bacem.
Bahkan ada juga yang menambahkan ayam goreng jika ada yang tidak terlalu suka ikan asin.
Rasanya beberapa pasukan pelengkap nasi timbel di atas membuat kita tahu betapa mudahnya mendapatkan bahan dasar, lauk pauk dan sayuran, yang sangat terjangkau harganya.
Kesan sederhana sangatlah layak diberikan kepada santapan dari bumi pasundan ini.
Walau mudah dibuat, murah bahan-bahannya, nasi timbel cs gak bisa dipandang sebagai kelas rendah loh.
Penikmat kuliner yang menyantap nasi timbel cs, akan sangat terasa semakin lezat jika dinikmati bersama teman-teman, keluarga bahkan komunitas dengan jumlah anggota yang banyak.
Tidak seperti makanan modern yang menggunakan peralaran makan seperti sendok dan garpu, kenikmatan dari santapan tradisional ini bisa langsung terasa dengam menggunakan tangan (eit,maka dari itu kalau makan nasi timbel dan kawan-kawannya, kamu wajib cuci tangan dulu).

Suasana North Wood yang selalu ramai oleh pengunjung dari kalangan muda

Dimulai mengambil nasi dengan ‘centong’ lalu mengambil lauk pauk yang siap disantap saat lapar, semakin mantap jika makan bersama di saung dekat persawahan dengan suasana pedesaan yang begitu damai dan bersahaja.
Tak heran jika di kota kaya kuliner seperti Bandung banyak menyajikan masakan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan ini, salah satunya adalah nasi liwet yang ada di kawasan Gegerkalong Hilir Bandung Jawa Barat yang bernama North Wood.
Nasi timbel yang disajikan terdiri dari nasi nan ‘pulen’ dengan lauk pauk ayam, ikan asin, tempe, tahu, bumbu kampung, serundeng, lalapan timun dan sambal ala resto khas dengan rasa pedas yang bikin ‘ketagihan’ ini
Ibu Sukirah, koki dari North Wood mengatakan bahwa menu nasi timbel biasanya di pesan oleh pengunjung yang membawa banyak teman.
“Nasi yang dibuat harus pulen tidak terasa lembek apalagi keras, untuk itu kami menggunakan beras yang berkualitas seperti Pandan Wangi agar saat dinikmati oleh lauk pauknya menambah selera makan,” paparnya.
Dia juga memberikan tips agas ayam lezat disantap harus berani bumbu seperti menggunakan sereh, bawang merah, bawang putih, laja dan kunyit.
Agar sambal tidak mudah basi dan tetap pedas gunakan cabe yang segar. Untuk menu liwetnya biasanya dia menggunakan cabe keriting yang direbus sampai empuk dan diulek dengan bawang putih kemudia ditumis dengan gula garam penyedap rasa.
“Agar cita rasa timbel semakin nikmat, ayam harus dioleh sebersih mungkin, biasanya saya membersihkan bagian ayam yang banyak darah kemudian direndam oleh jeruk lemon,”jelas Ibu Irah.
Dalam kultur dan budaya sunda, nasi timbel dan lauk pauknya merupakan cara menyatukan perbedaan, duduk santai dan menikmatinya di alam terbuka adalah karakter urang sunda yang terbuka terhadap pendatang.
Wajar saja jika rumah makan sunda baik di Bandung maupun daerah Jawa Barat selalu penuh oleh penikmat kuliner dengan membawa anggota keluarga atau teman-teman pada jam makan saat libur akhir pekan.
Artikel ini disertakan dalam Lomba Menulis Kuliner Juara Kampung Halaman berhadiah belasan juta rupiah ditambah voucher Food Tour dari Good Indonesian Food. Ayo ikutan! Info lebih lanjut, klik banner di bawah ini.

Suka? Vote Artikel Ini!

4 0

2 Comments

  1. malam, mau nanya saya sudah submit artikel tapi kok blm ditampilkan juga… apakah belum memenuhi ketentuan? terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up