Logo Balanga

Nasi Timbel, Santapan Sederhana dan Bersahaja dari Tataran Sunda

 Nasi Timbel, Santapan Sederhana dan Bersahaja dari Tataran Sunda
Bumi Pasundan nan rupawan selalu memiliki keistimewaan tersendiri dalam berbagai aspek kehidupan, kebudayaan, dan keragaman lainnya.
 
Bagai cerminan dari masyarakat Sunda yang terkenal akan keramahannya, masakan tradisional dari Sunda selalu menjadi penggugah selera para pelancong yang datang ke wilayah Jawa Barat.
 
Tentu setiap daerah memiliki masakan tradisional dengan cita rasa dan keunikannya masing-masing, termasuk diantaranya adalah masakan tradisional Jawa Barat dengan goresan sejarah di dalamnya.
 
Salah satu masakan tradisional ‘urang sunda’ adalah nasi timbel cs.
 
Sebenarnya, nasi timbel hanyalah nasi yang dibuat sedemikian pulen dengan cara masak yang sangat mudah. Kemudian, nasi dimasukkan ke dalam bakul yang dilapisi oleh daun pisang agar aroma nasi yang masih panas memiliki aroma daun pisang yang begitu natural.
 
Jadi, untuk menikmati nasi timbel yang lezat, kita wajib menyediakan lauk pauk yang “Sunda banget” seperti lalapan, sambel terasi, ikan asin, jengkol, tumis kangkung, sayur asem, tahu, dan tempe bacem.
 
Bahkan ada juga yang menambahkan ayam goreng jika ada yang tidak terlalu suka ikan asin. Rasanya beberapa pasukan pelengkap nasi timbel di atas membuat kita tahu betapa mudahnya mendapatkan bahan dasar, lauk-pauk dan sayuran, yang sangat terjangkau harganya.
 
Kesan sederhana sangatlah layak diberikan kepada santapan dari bumi Pasundan ini. Walau mudah dibuat, murah bahan-bahannya, nasi timbel cs tidak bisa dipandang sebagai kelas rendah, loh.
 
Penikmat kuliner yang menyantap nasi timbel cs, akan sangat terasa semakin lezat jika dinikmati bersama teman-teman, keluarga bahkan komunitas dengan jumlah anggota yang banyak.
 
Tidak seperti makanan modern yang menggunakan peralaran makan seperti sendok dan garpu, kenikmatan dari santapan tradisional ini bisa langsung terasa dengam menggunakan tangan (eits,maka dari itu kalau makan nasi timbel dan kawan-kawannya, kamu wajib cuci tangan dulu).
 
 Dimulai mengambil nasi dengan centong, lalu mengambil lauk-pauk yang siap disantap saat lapar, semakin mantap jika makan bersama di saung dekat persawahan dengan suasana pedesaan yang begitu damai dan bersahaja.
 
Tidak heran jika di kota kaya kuliner seperti Bandung banyak menyajikan masakan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Salah satunya adalah nasi liwet yang ada di kawasan Gegerkalong Hilir Bandung, Jawa Barat, yang bernama North Wood.
 
Nasi timbel yang disajikan terdiri dari nasi nan pulen dengan lauk-pauk ayam, ikan asin, tempe, tahu, bumbu kampung, serundeng, lalapan timun dan sambal ala resto khas dengan rasa pedas yang bikin “ketagihan” ini
 
Ibu Sukirah, koki dari North Wood mengatakan bahwa menu nasi timbel biasanya di pesan oleh pengunjung yang membawa banyak teman.
 
“Nasi yang dibuat harus pulen, tidak terasa lembek apalagi keras, untuk itu kami menggunakan beras yang berkualitas seperti Pandan Wangi agar saat dinikmati oleh lauk-pauknya menambah selera makan,” paparnya.
 
Dia juga memberikan tips agar ayam lezat disantap harus berani bumbu seperti menggunakan serai, bawang merah, bawang putih, laja, dan kunyit.
 
Agar sambal tidak mudah basi dan tetap pedas, maka gunakan cabai yang segar. Untuk menu liwetnya, biasanya dia menggunakan cabai keriting yang direbus sampai empuk dan diulek dengan bawang putih, lalu ditumis dengan gula garam penyedap rasa.
 
“Agar cita rasa timbel semakin nikmat, ayam harus diolah sebersih mungkin. Biasanya saya membersihkan bagian ayam yang banyak darah, lalu direndam oleh jeruk lemon,” jelas Ibu Irah.
 
Dalam kultur dan budaya Sunda, nasi timbel dan lauk-pauknya merupakan cara menyatukan perbedaan, duduk santai dan menikmatinya di alam terbuka adalah karakter orang Sunda yang terbuka terhadap pendatang.
 
Wajar saja jika rumah makan sunda baik di Bandung maupun daerah Jawa Barat selalu penuh oleh penikmat kuliner dengan membawa anggota keluarga atau teman-teman pada jam makan saat libur akhir pekan.
 
Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *