in ,

Mudik Lewat Jalur Selatan Jawa? Icip 9 Makanan Ini, Ya!

Menjelang Idulfitri jalanan penghubung antar kota dan provinsi mulai padat merayap demi merayakan hari raya bersama kerabat di kampung halaman. Di Pulau Jawa biasanya ada dua jalur yang dilalui, yakni Jalur Pantura yang menyusuri kota-kota di pesisir pantai utara Jawa, dan Jalur Pansela yang melalui jalur pantai selatan.

Berhubung akan banyak kota-kota bersejarah yang dilewati, jangan lupa sekalian mencicipi kuliner khas yang ada di jalur-jalur ini.

Belanga Indonesia merangkum sembilan kuliner menarik di jalur pesisir pantai selatan Jawa. Siap-siap mampir, ya!

1. Angeun Lada, Serang

Saat memutuskan mudik melalui jalur selatan, salah satu kota yang pasti dilalui adalah Serang, Banten. Kabupaten ini punya makanan khas yakni angeun lada. Angeun berarti sayur dan lada berarti pedas.

Dalam seporsi angeun lada biasanya terdapat babat sapi dan sayuran, tak ketinggalan bahan baku utamanya: daun walang yang beraroma menyengat. Bumbunya simpel: bawang merah, kemiri, bawang putih, dan kencur.

Makanan ini memiliki kuah berwarna merah dan rasa pedas. Di Banten, angeun lada wajib ada saat perayaan besar, seperti hari raya Idulfitri.

Salah satu restoran yang menyajikan menu ini adalah restoran Frangipani di Jalan Bhayangkara, Kota Serang. Harganya berkisar Rp20.000.

2. Nasi Cikur, Tasikmalaya dan Bandung

Hidangan nasi ini begitu terkenal di daerah Tasikmalaya dan Bandung. Nasi cikur adalah nasi goreng dengan tambahan kencur muda (cikur). Aroma dan rasanya khas dan berbeda dari nasi goreng pada umumnya.

Sepiring nasi cikur biasanya memuat pula orek tempe, telur dadar rawis, kering kentang, kerupuk putih, dan sambal goreng.

Jika ada di Tasikmalaya, silakan mampir ke warung nasi cikur Ny. Iyen yang terletak di Kantin 43, Jalan Tentara Pelajar, Empangsari, Tawang. Kalau berada di Bandung, bisa mampir ke nasi cikur Mang Ucup di Jalan Buah Batu No.239.

Harga seporsi nasi cikur berkisar antara Rp10.000-15.000.

3. Yutuk Goreng, Cilacap-Kebumen

Butuh camilan untuk menemani perjalanan mudik? Tampaknya yutuk goreng bisa jadi pilihan saat melakukan perjalanan di jalur Cilacap hingga Kebumen.

Camilan ini berasal dari undur-undur laut. Ia mirip dengan udang atau kepiting. Masyarakat lokal menyebutnya yutuk.

Yutuk biasanya dimasak dengan sederhana. Cukup digoreng dan dijadikan rempeyek yang renyah atau bakwan. Harganya sangat terjangkau. Dengan 2000 rupiah saja sebungkus yutuk goreng sudah ada di tangan.

4. Sate Ambal, Kebumen

Sate Ambal. (Foto: Belanga.id/Widha Kumalasari)

Masih di daerah Kebumen, jangan lewatkan untuk mencicipi kuliner andalannya yakni sate ambal. Sepintas sate dengan daging ayam kampung ini terlihat sama saja dengan sate pada umumnya.

Yang membuatnya unik adalah bumbu yang lebih encer dan berwarna kuning tua kecokelatan menyerupai kuah masakan Padang.

Bumbu khas ini dibuat dengan tempe rebus yang dihancurkan hingga halus, sehingga menimbulkan rasa manis, pedas, gurih, ada aroma tempe serta rempah yang mampu membangkitkan selera makan.

Jika ingin mencobanya, silakan mampir ke Warung Pak Kasman yang berada di Jalan Deandles Ambalresmi. Warung ini sudah ada sejak tahun 1970-an dan menjadi pelopor populernya sate ambal. Seporsi sate dihargai Rp35.000.

5. Dawet Ireng, Purworejo

Jalur mudik lewat selatan juga punya minuman segar yang bisa diicip untuk menghilangkan rasa dahaga saat perjalanan panjang. Saat lewat Purworejo cari dawet ireng.

Nama ireng atau hitam mengacu pada dawetnya yang berwarna hitam. Ini berasal dari abu bakar jerami yang dicampur air dan digunakan sebagai pewarna dawet.

Baca juga: 7 Varian Es Dawet Ini Populer Banget di Pulau Jawa

Es dawet ireng biasanya disajikan dengan kuah santan dan diberikan air gula merah. Ada pula yang menambahkannya dengan nangka supaya makin menyegarkan. Biasanya es dawet ini dibanderol dengan harga tidak lebih dari Rp 15.000.

6. Gudeg, Yogyakarta

Saat melewati Yogyakarta, rasanya belum afdhol bila tidak mampir dan makan gudeg. Banyak rumah makan gudeg yang bisa dijajal saat melewati Yogyakarta, tapi jika ingin mencoba gudeg legendaris silahkan mampir ke Gudeg Permata Bu Pujo.

Rumah makan ini sudah berubah nama menjadi Gudeg Permata Bu Narti karena kini dikelola oleh sang anak. Gudeg ini sudah ada sejak tahun 1951 di Jalan Gajah Mada.

Buka mulai pukul 21.00 WIB sampai dini hari, Bu Narti biasa menyajikan jenis gudeg basah dan gudeg kering untuk pelanggannya. Menu spesialnya adalah gudeg basah yang menggunakan kuah areh.

Seporsi gudeg–dengan kisaran harga mulai Rp20.000–biasanya disajikan dengan nasi hangat, sambal krecek, baceman tahu, sambal dan lauk pauk sesuai selera.

7. Soto Pacitan, Pacitan

Pacitan jadi salah satu kota yang pertama dilewati saat mudik ke daerah Jawa Timur melalui jalur selatan. Kabupaten dengan pantai-pantai indah ini bisa dijadikan tempat singgah untuk istirahat sejenak saat lelah melanda.

Kalau sudah begitu, sekalian coba sajian Soto Pacitan. Varian soto ini termasuk sederhana karena kuahnya tidak bersantan, hanya kuah bening yang dibuat dari kaldu ayam kampung.

Isian kecambah, suwiran ayam kampung, taburan bawang goreng, irisan seledri dan taburan kacang tanah goreng yang menjadi ciri khasnya.

Soto Pacitan ini kerap kali diburu wisatawan yang mampir karena cita rasa yang sederhana dan mudah ditemui di warung-warung. Harga seporsinya berkisar 20.000 rupiah saja.

8. Nasi Lodho, Tulungagung

Lanjut ke daerah selanjutnya di Jawa Timur: Tulungagung. Di daerah ini para pemudik bisa menyantap kuliner khasnya, yakni nasi lodho.

Hidangan ini sebetulnya sederhana. Hanya nasi putih dengan lauk ayam kampung bakar dan berkuah santan dan rempah. Mirip opor ayam dan agak pedas.

Dulu sajian ini hanya bisa dinikmati di acara tertentu saja seperti pernikahan dan acara selamatan. Sekarang nasi lodho bisa ditemui di mana saja, kapan saja di Tulungagung.

Warung Nasi Lodho Gleduk Bu Sri yang terletak di Jalan Dr. Sutomo adalah salah satu tempat favorit untuk menikmatinya. Harganya mulai dari Rp10.000 sampai Rp15.000.

9. Mie Ongklok, Wonosobo

Sajian mie ongklok dari Wonosobo ini sudah terkenal dan bisa ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Tapi kenapa tidak mencobanya langsung di Wonosobo?

Hidangan mie kuning berkuah kental ini biasa disajikan bersama sayur kol dan disantap dengan lauk sate daging sapi atau tempe mendoan.

Salah satu tempat makan mie ongklok yang ketenaran dan kelezatannya tak diragukan lagi adalah Mie Ongklok Longkrang. Warung ini sudah ada sejak 1975. Cukup sediakan Rp20.000 saja untuk menikmati mie ongklok seporsi.

Sudah siap mudik dan berwisata kuliner?

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Udara Goreng, Cemilan Unik Seharga Setengah Juta!

Dapur Cinta 2019

Dapur Cinta 2019 Bikin Waktu Cepat Berlalu