in

Mi Gomak yang Membuat “Masihol” Orang Batak Rantau

Mie Gomak, salah satu warisan  opung najolo yang sangat terkenal bagi orang Batak, khususnya Batak Toba. Aromanya yang khas dan rasanya yang sangat menggetarkan lidah membuat halak Batak yang merantau jadi masihol dengan mie gomak. Yang membuat rasa mie gomak begitu luar biasa adalah bumbu andalan khasnya, yaitu andaliman.

Andaliman hanya bisa didapatkan di daerah Samosir, Toba Samosir, dan Tapanuli sekitarnya. Pasti yang bukan orang Batak bingung dengan berbagai istilah di dalam artikel ini. Jadi, opung najolo itu artinya nenek moyang di masa lampau. Sedangkan halak Batak artinya adalah orang Batak.

Kalau masihol itu artinya rindu. Oh iya, sebelumnya, mie gomak ini berasal dari bahasa Batak Toba, yaitu gomak, yang artinya mengambil dengan tangan. Jadi, dapat diartikan mie gomak itu artinya mie yang diambil dengan tangan. Untuk membuat mie gomak, mie yang digunakan adalah mie lidi. Adapun cara membuatnya adalah merebus mie lidi terlebih dahulu hingga kenyal dan lembut.

Kemudian, tiriskan mie dan beri minyak goreng sedikit supaya mie tidak lengket. Lalu, semua bumbu, yaitu cabai merah, bawang merah, bawang putih, merica, lengkuas, sereh, kunyit, dan yang pasti senjata rahasianya andaliman. Setelah semua bumbu dihaluskan, lalu tumis bumbu hingga kecoklatan dan harum.

Kemudian, tuangkan santan encer, lalu masukkan labu siam yang sudah diiris, dan masak hingga matang. Jika labu siam sudah matang, masukkan santan kental sambil diaduk perlahan supaya santan tidak pecah. Kemudian, masukkan kelapa yang sudah dihaluskan dan aduk semuanya hingga matang.

Jangan lupa tambahkan garam secukupnya untuk menambah cita rasa. Kemudian, siram bumbu ke atas mie yang di dalam mangkuk atau wadah lainnya, lalu aduk hingga merata. Jika melihat dari asal-usul katanya, mie seharusnya dituangkan bumbu di atasnya, lalu digomaki (diambil dengan tangan) hingga bumbu meresap dan merata. Akan tetapi, itu cara yang dulu yang digunakan opung najolo.

Untuk mempertimbangkan kebersihan atau kehigienisan, maka mie yang telah disiram bumbu tersebut diaduk dengan sendok makan. Mie gomak harganya sangat terjangkau, sekitar Rp 4.000,00- Rp 5.000,00. Mie gomak ini banyak tersebar di Samosir, Porsea, Lagu Boti, Balige, daerah Toba Samosir lainnya, dan daerah sekitar Tao Toba (Danau Toba).

Saya memposting foto ini karena ini porsi keempat mie gomak yang saya makan. Rasanya yang luar biasa dan membuat masihol anak Toba rantau inilah yang membuat saya menghabiskan 4 mangkuk mie gomak. Saya makan mie gomak ini pada saat pulang kampung ke Lumban Siringo, Kec. Lagu Boti, Kab. Tobasa.

Harganya yang hanya Rp 4.000,00 membuat saya tambah 3 mangkuk hingga kenyang dan puas. Benarlah mie gomak warisan nenek moyang orang Batak Toba ini luar biasa dan menggetarkan lidah dengan bumbu andaliman yang khas tersebut.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Participant

Written by Peter Dameian

Years Of Membership

Nikmat Hakiki Kearifan Lokal Melalui Nasi Liwet

Makanan Khas Padang