9 Menu Sarapan Ciamik dari Berbagai Daerah Indonesia

Lontong sayur Padang
Lontong sayur Padang (Foto: koleksiresepmama.wordpress.com)

Awali harimu dengan sarapan. Terutama kalau punya gangguan lambung atau darah rendah.

Ada yang bilang kalau makan siang lebih penting dari sarapan. Menurut Belanga, tubuh juga perlu asupan energi setelah tidur malam.

Supaya lebih semangat, coba aneka sarapan khas Indonesia yang menggugah selera ini. Mungkin di antaranya adalah sarapan wajibmu?

1. Lontong Sayur Padang

Lontong sayur Padang

Lontong sayur Padang (Foto: koleksiresepmama.wordpress.com)

Padang terkenal akan rendang dan lauk bersantan. Tapi, kamu harus coba menu sarapan yang gurih dan lezat ini.

Orang Minang biasa menyantap lontong sayur sebagai sarapan. Berbeda dengan Jawa, kuah lontong sayur Padang lebih kental dan berempah. Isiannya terdiri dari gulai nangka, kacang panjang/buncis, dan potongan lontong. Kalau ingin pedas tambahkan sambal lado merah. Cita rasanya pedas  dan bikin melek!

Jangan lupa lengkapi dengan taburan bawang goreng dan kerupuk merah.

2. Nasi Uduk

Nasi uduk

Nasi uduk (Foto: resepborneo.com)

Orang Jakarta mana yang tak kenal nasi uduk. Sarapan populer ibu kota ini terhitung murah dan pasti kenyang.

Konon, nasi uduk adalah bekal para petani sebelum ke sawah. Juga merupakan sajian dalam upacara adat dan keagamaan orang Betawi. Sajian ini dibungkus daun pisang dengan bentuk terpelang seperti nasi kucing. Hingga kini, beberapa warung legendaris di Jakarta masih mempertahankan nasi uduk daun pisang tersebut.

Hidangan sepinggan yang gurih ini dibuat dari nasi putih yang diaron dengan santan kelapa dan beraneka rempah. Sebutlah pala, kayu manis, jahe, daun serai dan merica.

Sajian ini biasa ditemani kerupuk, semur tahu/jengkol, telur goreng, kering tempe/kentang, hingga sambal merah atau kacang.

Baca juga: Sajian Legendaris khas Betawi Berawal di Lokasari

3. Bubur Tinotuan

Bubur berwarna kuning rasanya cuma ada di Manado, yakni bubur tinotuan.

Bubur ini memakai lima bahan utama, yaitu beras padi, labu kuning, daun gedi, daun bayam, dan kangkung. Wah, sehat banget ya? Kadang juga ditambahkan pipilan jagung manis dan ubi.

Bubur ini memiliki cita rasa yang gurih dan segar dengan sedikit hentakan merica di tiap sendoknya. Makan bubur ini tak lengkap tanpa cakalang asap, sambal dabu-dabu, dan sambal terasi. Slurp!

4. Soto Kudus

soto kudus kembang joyo

Soto Kudus (Foto: Anisa Sekarningrum)

Seperti namanya, soto bermangkuk kecil ini berasal dari Kudus, Jawa Tengah.

Dulu, soto Kudus memakai daging kerbau sebagai bahannya. Sunan Kudus, seorang dari Wali Songo, melarang konsumsi sapi untuk menghormati masyarakat Hindu di Kudus. Tradisinya berlangsung hingga sekarang. Kalau berkunjung ke warungnya, kamu bisa memilih soto ayam atau soto kerbau.

Seporsi soto Kudus disajikan dalam sebuah mangkuk kecil. Kuah gurih yang agak berempah menjadi ciri khas soto ini. Tak lupa tauge panjang, irisan daun bawang, jeruk nipis, dan taburan bawang goreng jadi pelengkap si soto segar.

Soto yang juga tak lengkap tanpa nasi ini cocok disantap bersama perkedel kentang, sate kerang, sate telur puyuh, tempe goreng, dan kerupuk.

Baca juga: Nasi Megono, Hidangan Merakyat Khas Pekalongan

5. Gudeg

Nasi gudeg

Nasi gudeg (Foto: Agni Gomol)

Saat berkunjung ke Yogyakarta, sajian ini pasti masuk daftar kuliner wajib. Tak hanya nasi, gudeg juga nikmat dengan bubur nasi yang hangat. Bubur ini terasa gurih karena dimasak dengan santan dan bumbu penyedap.

Jenis gudeg Yogyakarta terbagi dua, yaitu versi basah dan kering. Gudeg basah cenderung berkuah dan lebih pedas. Sedangkan gudeg kering cenderung manis dan awet.

Bubur gudeg biasa memakai versi basah. Dilengkapi dengan kuah pedas, sayur daun pepaya, telur pindang, serta sambal goreng krecek. Untuk nasi gudeg biasa memakai gudeg kering.

Baca juga: 

6. Kupat Tahu Magelang

Kupat tahy Magelang (Foto: Flickr/Fany Arlasari)

Kalau Padang ada lontong sayur, Magelang juga punya kupat tahu. Salah satu yang terkenal berasal dari Blabak.

Sajian ini memakai potongan ketupat, irisan kol, tauge, suwiran bakwan, dan tahu goreng. Semua isian disiram kuah dari campuran gula aren dan kecap manis.

Proses pembuatannya terbilang unik. Bumbunya langsung diulek di atas piring hingga halus, lalu disiram dengan kuah kaldu. Bumbu yang dipakai adalah bawang putih, cabai rawit, garam, dan kacang tanah goreng. Terakhir, sepiring kupat tahu ditaburi bawang goreng, irisan daun bawang, dan kerupuk. Nyam!

7. Burgo

Burgo Palembang (Foto: ksmtour.com)

Ingat Palembang pasti ingat pempek, tekwan, dan mie celor. Namun setelah coba menu sarapannya, kamu juga akan teringat si nikmat burgo.

Burgo merupakan sajian dari tepung beras yang disiram kuah kental dan gurih. Lebih spesifik, burgo dibuat dari tepung beras, tepung sagu, ketumbar, lengkuas, kencur, kunyit, kemiri, bawang putih, santan, dan ikan gabus.

Burgo dimasak seperti dadar gulung yang kemudian diiris kasar. Setelahnya, sajian ini disiram kuah santan dan dilengkapi suwiran ikan gabus. Sarapan ini semakin mantap dengan sambal merah dan kucuran jeruk nipis.

Baca juga: Fakta Unik Nama dan Filosofi Pempek Palembang

8. Lotek

Lotek

Lotek (Foto: danang24.wordpress.com)

Familier dengan gado-gado? Nah, lotek khas Bandung mirip panganan Jakarta tersebut.

Lotek terdiri dari aneka sayur rebus yang dicampurkan dengan sambal dan saus kacang. Sayur yang wajib ada dalam lotek adalah bayam, kacang panjang, kapri, dan daun kacang kedelai.

Potongan kentangnya makin menambah cita rasa. Tambahan kencur dalam bumbu kacang makin menggugah selera. Tak jarang bumbu kacangnya juga dicampur sedikit terasi agar makin mantap!

9. Nasi Kuning Bumbu Habang

Nasi kuning bumbu habang

Nasi kuning bumbu habang (Foto: feronicanickha.blogspot.co.id)

Nasi kuning adalah menu nasi andalan masyarakat Indonesia. Tak hanya sarapan, sajian berwarna cerah ini juga kerap disantap saat acara khusus atau perayaan adat.

Kalimantan punya bumbu spesial untuk nasi kuningnya, yakni bumbu habang. Bumbu ini terdiri dari cabai merah kering, gula merah dan rempah lainnya. Meski begitu, bumbu ini tidak sepedas penampakannya. Cita rasanya cenderung manis dan gurih saat menyentuh lidah.

Menu sarapan ini dilengkapi serundeng atau abon kelapa. Tak lupa ditemani aneka lauk seperti ikan haruan (gabus), ayam, dan telur rebus. Ketiga lauk juga biasa dimasak bumbu habang.

Baca juga: Nasi Kapau, “Saudara” Nasi Padang dari Tanah Minang

Semua terlihat menggiurkan, ya. Apa menu sarapanmu hari ini?

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up