Membeli Kelangkaan di Pasar Langsat Jakarta

Pasar Langsat Jakarta
Interaksi dalam Pasar Langsat Jakarta. (Foto: Belanga/Randi)

Langsat identik dengan warna kulit orang Indonesia. Kata ini berasal dari buah langsat yang bulat dan berwarna kuning terang. Rasanya manis dan asam, sayang kehadirannya mulai langka di Indonesia.

Langsat juga bisa diidentikkan dengan hal lain. Suatu Minggu pagi di Kebayoran Baru misalnya, sebuah pasar dadakan dengan beberapa lapak sederhana terbuka untuk umum. Selayaknya pasar, ada beragam hal yang dijual di sana.

Namun, satu hal pembedanya: pasar ini menjual bahan-bahan sehat dan organik. Pertanyaan berikutnya, berapa uang saku yang harus dibawa ke sana?

Belanga berbincang dengan Farah Mauludynna, salah seorang pendiri Pasar Langsat Jakarta. Perempuan yang lebih senang disapa “teteh” ini mengutarakan mimpinya untuk mewadahi para artisan ibu kota yang berpotensi membawa pengaruh baik untuk lingkungan.

Pada dasarnya, pasar merupakan salah satu sentra pergerakan ekonomi. Namun, Farah percaya bahwa pasar tidak sekedar proses jual dan beli. Selesai. Ada proses lebih panjang dengan bertemunya produsen dan konsumen secara langsung. Proses ini bisa terwujud banyak hal.

“Pasar Langsat Jakarta adalah cita-cita lahirnya suatu ekosistem yang bisa mendukung semua elemen dari pasar alternatif. Jadi tujuannya direct trading, bukan lagi sekedar fair trade,” ungkap Farah.

Baca juga:

Minggu pagi (18/03) jadi momen perdana Pasar Langsat Jakarta. Ada sepuluh lapak hasil kurasi sebagai prototyping. Lapaknya sendiri sangat beragam, mulai dari sayuran, ikan, kopi, hingga kue lengkap tersedia.

Dan benar saja kata Farah. Tak hanya menjadi sarana distribusi dan promosi, Pasar Langsat Jakarta juga membuka perbincangan dalam rangka edukasi. Terutama untuk bahan-bahan yang langka kita temukan di pasar tradisional.

Namun, Farah enggan melabeli proyeknya sebagai “pasar organik dan sehat”. Dua hal tersebut bersifat kultus dan bisa dicapai melalui proses panjang masing-masing individu. Namun, Pasar Langsat Jakarta tetap memiliki standar kurasi.

“Syarat menjadi partisipan Pasar Langsat adalah produknya harus bebas 4P: tanpa penyedap (MSG), tanpa perasa, tanpa pewarna, dan tanpa pengawet,” papar Farah.

Hal ini terbukti dari lapak-lapak pasar ini. Semuanya dibuat dengan bahan yang diproses secara bertahap, alami, dan mendapat pemantauan khusus.

Seperti lapak M-Tani yang menyediakan beras-beras berkualitas tinggi. “Dari awal, kami yang menyeleksi dan mengedukasi petaninya. Selama proses dipantau terus hingga hasilnya balik lagi ke tangan kami,” ungkap Wilona Octora, perwakilan M-Tani untuk Pasar Langsat Jakarta lalu.

Soal kualitas dagangan memang tak diragukan. Selain belanja, pengunjung juga ‘membeli’ pengetahuan dan informasi dari para penjual. Ada interaksi yang lebih intens dari sekadar bertanya harga atau jenis produk yang dijual.

Daniel Tedjo, pemilik Warung Kebunku dan pendukung Pasar Langsat Jakarta, mengutarakan kekagumannya pada momen itu. “Meski panas-panas di luar, nggak nyangka ternyata banyak yang datang. Benar-benar di luar ekspetasi!”

Baca juga: 

Misi Pasar Langsat Jakarta untuk mengembalikan fungsi dasar pasar sukses terwujud pada percobaan pertama. Farah berharap kegiatan ini tidak lekas tutup buku. Cita-citanya untuk mengembangkan kegiatan ini masih terus diusahakan. Harapannya, Pasar Langsat Jakarta bisa lebih rutin seperti Pasar Milas di Jogjakarta, Pasar Organik Pizza Bagus di Ubud, dan Pasar Papringan di Temanggung.

Tak hanya sekedar pasar, Farah dan timnya hendak membentuk program-program edukatif untuk memberdayakan masyarakat sekitar. “Semoga bisa berjalan dua bulan sekali dan bisa sebulan-sekali,” tutupnya mengamini.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up