in

Makin Sehat, Makin Unik, Makin Sering Dicari

Produk-produk dengan cerita yang menghangatkan hati bakal makin disukai.

Kopi Wings dan Kopi Awan yang dipesan dari Koptul. (Foto: BelangaID/Kaningga)

Tren kuliner 2018 terbaca dari sibuknya para mitra Gojek mengantarkan pesanan GO-FOOD di jam makan malam sepanjang tahun lalu.

Dibandingkan tahun 2017, popularitas ayam, nasi, kopi, mie, gorengan dan martabak meningkat secara meyakinkan sepanjang 2018. Hampir 7 juta martabak dijual.

Secara keseluruhan, jumlah merchant mitra GO-FOOD juga bertambah nyaris mencapai total 300.000 pada tahun ke-empat operasional.

“Hampir 50% gelombang pengguna baru GO-FOOD memesan menu populer itu,” ujar Aristo Kristandyo, VP Marketing GO-FOOD, di Jakarta, Selasa (7/1).

Meski menu populer tergolong mainstream, analisis big data mereka menunjukkan tren pencarian menarik.

Makin banyak konsumen yang mencari makanan sehat dengan kata kunci seperti salad, green tea, dan burger sushi. Jajanan unik juga makin sering dicari. Misalnya cheese tea, indonut (olahan mie berbentuk donat, dan sushinut (varian sushi dengan beragam rasa unik), sehingga sempat menjadi tren kuliner 2018.

Masyarakat kita cukup mudah menerima dan mencoba jenis makanan baru.

Aristo Kristandyo, VP Marketing GO-FOOD

Pesan saja lah!

Dari tahun ke tahun, kebiasaan memesan makanan dan minuman secara online rupanya juga telah merambah kota-kota di luar Jabodetabek. Pada 2018, kota Sukabumi, Samarinda, Balikpapan, Padang dan Cirebon mencatatkan pertumbuhan transaksi makanan paling tinggi.

Secara global, kebiasaan order makanan dan minuman melalui aplikasi memang semakin populer di kalangan konsumen ataupun pengusaha. Bahkan barangkali, data di ponsel Anda saat ini lebih didominasi catatan panggilan dari pengantar makanan.

Laporan  “Online Food Delivery Market: Global Industry Trends, Share, Size, Growth, Opportunity and Forecast 2018-2023” menyebutkan, konsumen menyukai kemudahan, kesesuaian, dan kecepatan.

Sedangkan bagi pengusaha penyedia kuliner, aplikasi online disukai karena meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya pegawai dan human error. Inilah kenapa ghost resto makin menjadi pilihan paling realistis bagi pebisnis kuliner pemula karena tak perlu menyediakan fasilitas makan di tempat.

Temuan riset itu tentu saja tidak terlalu mengejutkan. Data Grubhub, penyedia jasa antar makanan yang menguasai 34% pasar Amerika Serikat juga menunjukkan kecenderungan serupa.

Alasan seperti “sedang malas masak”, atau “malas buang waktu buat beres-beres setelah masak” memicu meningkatnya pemesanan makanan online.

Aplikasi berbasis di Chicago itu juga mendapati satu dari lima responden mulai order makanan secara oline setelah memiliki bayi.

Makin maraknya pesan antar akan jadi peringatan bagi produsen alat masak. Homemade food dan kemampuan memasak di tengah kesibukan dipandang sebagai hal yang seksi.

Tria Nuragustina -Content Director Jakarta Eat Festival
Third Wave Coffee Company, memberdayakan para bapak petani kopi dan anak-anak barista. (Foto: BelangaID/Kaningga)

Brand Story

Enak atau tidaknya sajian kuliner mungkin bisa dianggap sebagai penilaian subyektif, alias tergantung selera. Namun konsumen tahun depan, terutama generasi muda, tak sekadar menuntut rasa. Mereka meminati produk dengan cerita dibaliknya.

Misalnya, Kedai Koptul dengan para barista tuna grahita yang meracik kopi. Lewat produk kopi, mereka menyampaikan pesan kesetaraan bagi seluruh manusia termasuk kelompok difabel.

Jika pesan online, kopi akan dikirim dengan kemasan gelas plastik dilengkapi rumus bahasa isyarat. Rupanya ini disukai oleh para konsumen muda sehingga popularitas Koptul pun melesat.

Proses bisnis yang etis dan ramah lingkungan juga menjadi perhatian konsumen usia muda tahun mendatang.

“Penikmat kuliner bakal makin kritis karena mulai merasa jenuh, dan mereka mencari inpirasi yang lebih autentik. Pemasak rumahan akan mengisi daftar selebritas kuliner,” tambah Tria.

Makanan Sehat

Tren kuliner sehat juga terlihat dari tren pemesanan para pengguna Grubhub, ditandai dengan makin populernya makanan berbasis sayur, diwakili bean buritto dan olahan kembang kol menjadi menu cauliflower rice bowls.

Infused water yang populer dalam beberapa tahun terakhir tak lagi cukup dengan tambahan lemon atau timun. Mengutip 2019 Healthy Snacking Trend Report dari KINDS, orang akan mencari rasa baru yang berbeda dangan tambahan vitamin, mineral dan prebiotik untuk diet.

Yang diprediksi akan tren di AS ialah air kaktus, diyakini memberi banyak zat antioksidan dengan kalori dan kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan air kelapa.

Restoran makanan sehat juga diprediksi akan banyak bermunculan mewarnai tren kuliner 2019. Tempat makan sehat akan bertambah banyak, seperti Green Wook, atau Loka Padang yang menawarkan menu khas Padang dengan bahan ramah bagi penganut gaya hidup vegan.

Dengan pilihan yang makin bervariasi, harusnya tak sulit lagi memulai gaya hidup sehat.

Dalam aspek kesehatan, yang menjadi fokus tahun ini adalah plant based diet, sebisa mungkin mendekat ke alam. Istilahnya, sebentar di dapur, lama di meja makan.

“Fokusnya ke whole food, makanan yang enggak diproses,” ujar nutrisionis holistik Susan Hartono, M.Sc., CHt, di Jakarta, Rabu (9/1).

Namun, ia pun mengingatkan agar tak sembarangan mengadopsi gaya diet, apalagi semata mengikuti tren. Tiap tubuh, lanjut Susan, punya kebutuhan yang berbeda-beda.

Ada orang yang lapar pagi hari, sehingga butuh sarapan demi produktivitas. Tapi ada juga yang tak pernah lapar pagi hari. Jika ia memaksakan diri untuk sarapan karena melihat kebiasan orang lain, hasilnya tentu tak akan baik.

Kadang-kadang kita mencoba mengakali tubuh kita dengan logical thinking hanya karena orang bilang ini itu, padahal setiap orang punya biological que beda-beda.

Susan Hartono, M.Sc., CHt -Holistic Nutritionist & Intuitive Healing Practitioner

Dengan ragam pilihan sajian untuk 2019, pengalaman melahap kuliner Indonesia bakal semakin kaya. Beranikan diri mencoba menu baru, dan jangan ragu bagikan ceritanya kepada kami. Selamat berkelana!

Editor: Sica Harum

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Tren Kuliner 2018, Antara Level Pedas dan Salted Egg

Seketika Bersama Nona, Mau Yang Ini atau Yang Itu?