Makanan Primadona dari Kota Yogyakarta

Halo teman-teman semua, pasti kalian tahu kan makanan khas dari Yogyakarta yang satu ini? Ya, namanya nasi gudeg. Makanan dengan cita rasa dominan manis dan sedikit gurih ini menjadi salah satu pilihan makanan ketika aku sedang ke kampung halaman.

Sedikit cerita, bapak aku asli orang sana, tepatnya di jalan Patangpuluhan, Wirobrajan. Tapi, kami berdomisili di Lampung karena orangtua saya bekerja di Lampung. Pertama kali aku tahu bahwa gudeg itu enak pada tahun 2010.

Saat itu aku berumur 12 tahun dan sedang berkunjung ke Yogyakarta karena kebetulan ada acara pernikahan dari adik bapakku. Sampai saat ini rasa kangen dengan gudeg pun masih melekat, karena terakhir kali aku ke Yogyakarta sekitar dua tahun yang lalu. Nggak kebayang deh kangennya gimana.

Gudeg adalah makanan tradisional yang terbuat dari nangka muda (sering disebut gori) yang direbus selama beberapa jam dengan gula merah dan santan. Memasak gudeg dilengkapi dengan berbagai bumbu tambahan yang membuatnya terasa manis di lidah dan memiliki rasa yang khas dan enak sesuai dengan selera masyarakat Jawa pada umumnya.

Pada penyajiannya, gudeg biasa dilengkapi dengan nasi putih, ayam, telur rebus, tahu atau tempe, dan rebusan yang terbuat dari kulit sapi segar atau lebih dikenal dengan nama sambal goreng krecek.

Ada beberapa jenis gudeg yang dikenal saat ini, yaitu gudeg kering dan gudeg basah. Gudeg kering hanya memiliki sedikit santan, sedangkan gudeg basah mencakup lebih banyak susu dan kelapa atau santan.

Hingga saat ini, belum diketahui secara jelas tentang sejarah gudeg. Beberapa pandangan mengkaitkan gudeg sebagai makanan dari Kraton Yogyakarta, sementara lainnya berpandangan bahwa gudeg telah lama ada sejak penyerbuan pertama ke Batavia pada 1726-1728 oleh pasukan Sultan Agung yang tercatat dalam sejarah meski belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa gudeg adalah makanan masyarakat zaman dulu karena bahan bakunya dari nangka muda yang mudah untuk ditemukan di pekarangan sekitar rumah warga. Nangka tersebut kemudian diolah dan dikembangkan sehingga gudeg menjadi makanan khas masyarakat Yogyakarta sampai saat ini.

 

Oh iya, buat teman-teman, aku punya resep simple untuk membuat gudeg yang enak di rumah kalian.

Bahan-bahan:

  1. 2 batang nangka muda
  2. 5 butir telur rebus
  3. 1/2 papan tempe
  4. 400 ml santan cair
  5. 125 gr gula merah
  6. 1/2 sdm garam
  7. 2 cm lengkuas geprek
  8. 2 lembar daun salam
  9. 1 bh batang serai geprek
  10. 8 lembar daun jati
  11. Segelas air kaldu ayam (saya menggunakan air + 1 sdt penyedap rasa ayam untuk membuat kaldu)

Bumbu halus:

  1. 8 bh kemiri sangrai
  2. 6 siung bawang merah
  3. 4 siung bawang putih
  4. 2-3 sdm ketumbar
  5. air secukupnya untuk memblender semua bumbu halus

Langkah-langkah :

  1. Potong-potong buah nangka, lalu letakkan di dalam panci. Kemudian, masukkan bumbu halus, daun salam, serai, lengkuas, gula merah, garam, tuang santan dan air kaldu. Setelah itu, tutup dengan daun jati.
  2. Masak hingga 30 menit, lalu masukkan telur rebus dan tempe. Aduk bagian telur dan tempe saja agar air bumbu sedikit meresap.
  3. Masak hingga air menyusut habis dan kering (kalau saya, menunggu kurang lebih sekitar dua jam).
  4. Angkat telur dan tempe.
  5. Goreng tempe sebentar dan angkat.
  6. Sajikan gudeg dengan nasi dan pelengkap lainnya.

Jadi gimana, tertarik buat coba makan gudeg? Buat kalian yang belum pernah mencoba, jangan lupa  setiap kalian berlibur ke Yogyakarta, hal pertama yang wajib dilakukan adalah makan nasi gudeg, ya.

Dijamin deh, kalian pasti ketagihan dan nggak akan lupa sama rasa dan kenangan dari kota itu. Atau kalian bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah menggunakan resep di atas. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *