in ,

Makanan Khas Riau Ini Dibikin Film!

Namanya kue khasidah. Kue dengan pesan kuat untuk penerimanya.

Dari nama kue bisa jadi sebuah film pendek yang dibalut imajinasi di dalamnya. Ya, itulah kue khasidah. Nama yang sekaligus jadi judul film karya Nur Azizah ini adalah perantara cerita dalam film pendeknya. Perempuan yang berasal dari Kabupaten Siak, Riau, ini sengaja mempromosikan penganan khas di daerahnya ke masyarakat luas.

Film “Kue Khasidah” bahkan berhasil masuk kurasi VIU Shorts, program dari platform streaming video VIU Indonesia yang memberikan wadah bagi para anak muda untuk mengembangkan bakat di dunia film sambil membawa kearifan lokal.

Dalam film pendek yang berdurasi kurang lebih 7 menit, kue khasidah dibuat oleh tokoh utama Nur yang mendapatkan pesanan dari Syarifah. Saat Nur menerima pesanan tersebut, ia pun bertanya-tanya ada acara apa sampai Syarifah ingin memesan kue khasidah.

“Siapa yang mau nikah, Fah?” tanya Nur dengan logat melayunya.

Pertanyaan yang sama turut dilontarkan dibenak warga sekitar yang mendapatkan kue khasidah buatan Nur.

Itulah secuil pembukaan film Kue Khasidah. Plotnya membawa kisah keseharian yang menunjukkan kue khasidah sebagai penganan yang tidak sembarangan dibuat dan diberikan secara cuma-cuma.

Ada pesan di dalamnya.

kue khasidah
Nur Azizah, sutradara film Kue Khasidah. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

“Kue khasidah itu memang khasnya orang Melayu, dan hanya bisa ditemui saat ada acara pernikahan, khitanan dan pesta lainnya,” jelas Nur Azizah, sutradara film Kue Khasidah, saat ditemui di acara screening film VIU Shorts di Jakarta (22/05).

“Makanya, setiap ada orang yang pesan atau buat kue ini di hari biasa orang di sana pasti akan bertanya-tanya ada acara apa.”

Di Kabupaten Siak, Indrapura, Provinsi Riau memang kue ini akrab disebut kue khasidah atau kue asidah.

Hidangan ini berasal dari Arab. Konon, kue ini merupakan makanan yang disuguhkan hanya untuk para raja.

Munculnya pun di momen-momen tertentu, seperti kenduri adat, tunangan, hari raya keagamaan, syukuran hingga prosesi mengantarkan kue ketika orang Riau hendak menikah.

Kue ini diharapkan hanya dibuat sekali seumur hidup. Bagi pasangan yang akan menikah, kue ini dipercaya sebagai penangkal hawa nafsu dan petunjuk laku kehidupan.

“Kami masih percaya sampai sekarang. Selama saya tinggal di Riau memang belum pernah menemukan kue ini disajikan di hari biasa,” jelasnya lagi.

Kue khasidah atau asidah ini memiliki cita rasa khas melayu, yakni mengandung rempah.

Baca juga: 7 Rempah Indonesia Ini Menyehatkan Juga Erotis

Menurut Nur, kue ini terbuat dari tepung terigu, mentega, sedikit minyak sayur, telur, gula, daun pandan, dan rempah-rempah seperti kayu manis dan cengkeh.

Semuanya dicampur, kemudian digoreng di wajan dengan suhu sedang hingga adonan licin dan tidak lengket. Baru kemudian dibentuk sesuai selera.

Sebelum disajikan, kue khasidah diolesi campuran mentega dan minyak, dan ditaburi bawang goreng. Sedap!

Kue khasidah
Begini wujud kue khasidah hidangan khas Riau. (Foto: IG @fi3_an1)

Taburan bawang goreng inilah yang membuat kue khasidah unik.

Rasa manis pada kue yang bertekstur lembut berpadu dengan aroma bawang goreng, membuat sensasi tersendiri saat melahapnya.

“Bagi orang yang baru mencoba, mungkin rasanya agak aneh. Tapi memang rasanya begitu,” kata Nur sembari tersenyum.

Sebelum menyantap kue ini saat berpelesir ke Riau, ada baiknya bertanya langsung dengan warga lokal, bagaimana cara terbaik untuk mencicipi hidangan spesial satu ini.

Dengar-dengar, sih, mulai dari bagian bawah, karena jika mulai dari atas bisa dianggap tidak sopan.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by AnisaGiovanny

Content Author
Olahan Kurma

7 Olahan Kurma Bikin Buka Puasa Makin Nikmat!

Tim Dapur Cinta 2018

Dapur Cinta: Masak Sukarela, Tebar Virus Positif!