Makan Kol Goreng Lebih Sehat? Begini Caranya!

Kandungan vitamin tinggi dari kol segar bisa hilang jika dinikmati dengan digoreng. Namun, ada sejumlah cara untuk tetap mempertahankan khasiat kol tanpa mengurangi kenikmatannya saat digoreng.

Kol Goreng
Kol Goreng Renyah. (Foto: jalan2.com)

Bagi sebagian orang, kol goreng adalah pelengkap makan yang hakiki.

Nasi uduk dan ayam goreng belum naik level tanpa kehadiran lalapan ini. Kulit kecokelatan nan renyah, ditambah rasa sedikit manis yang menyeimbangkan rasa pedas dan asin, membuat makan jadi lebih nikmat dan berselera.

Sayang, cara pengolahan lalapan yang cukup banyak digemari ini menuai banyak kontradiksi terkait isu kesehatan.

Konon Berasal dari Yogyakarta

Terkenal sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta banyak berinovasi untuk menyajikan beragam menu yang lezat, murah, sekaligus mengenyangkan. Beragam kreasi dengan bahan-bahan sederhana justru menaikkan standar kuliner di sini.

Ingat ayam geprek? Sajian fenomenal dengan hasil pencarian terbanyak di Google 2017 ini berasal dari Yogyakarta. Ayam geprek sendiri tak lengkap tanpa kehadiran kol goreng yang menjadi penambah kualitas sajian.

Menurut data Google Trends, lauk ini pernah disinggung pada awal 2009. Tapi, titik awal melesatnya mulai dari pertengahan 2012. Masih dalam data yang sama, kol goreng kemudian banyak dicari di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Untuk mendapatkan tekstur sempurna, kol harus diolah dengan aturan warung makan. Minyaknya harus benar-benar panas. Tandanya, minyak akan terpercik saat kol mulai digoreng. Selain itu, minyak jelantah akan menghasilkan tekstur dan rasa lebih nikmat. Setelah digoreng hingga kecokelatan dan garing, kol siap diangkat dan ditiriskan.

Kandungan Baik Dalam Kol

Pada dasarnya, kol segar mengandung banyak nutrisi. Terdapat vitamin B, C, K, dan B16, juga folat, karbohidrat, protein, serat, mangan, kalsium, dan kalium. Konon, setengah cangkir kol segar dapat memenuhi 47% vitamin C dalam sehari.

Manfaat dari kandungan tersebut sangat beragam. Mulai dari merawat kesehatan jantung, menjaga sistem kekebalan tubuh dan pencernaan, mengurangi asam lambung, hingga mencegah osteoporosis.

Kol juga mengandung mineral tinggi yang terbukti dari tekstur renyah dan berair saat menyantapnya dalam keadaan segar. Kol juga mudah memercikkan minyak saat digoreng seperti ikan.


Baca juga: Resep Ayam Geprek, Pilih Jumlah Cabai Sendiri dan Nikmati Pedasnya!


Namun, kol goreng terekspos sebagai salah satu makanan penyebab kanker. Dilansir dari detikFood (28/07/17), ahli gizi Jansen Ongko mengatakan bahwa proses penggorengan dapat merusak vitamin B dan C yang terkandung dalam kol.

“Tidak hanya menggoreng dengan suhu tinggi, penggunaan minyak yang dipakai berulang kali juga akan mengalami proses oksidasi sehingga kandungan radikal bebasnya meningkat,” ujarnya.

Minyak yang dipanaskan terlalu lama juga mengalami proses hidrolisis yang bersifat karsinogenik. Kandungan inilah yang memicu pertumbuhan sel kanker. Intinya, konsumsi kol yang digoreng terlalu lama memiliki efek negatif pada tubuh.

Namun, bukan berarti kita harus benar-benar berhenti mengonsumsinya. Jika belum siap meninggalkannya, ada cara lain untuk makan kol goreng dengan versi lebih sehat dan aman.

1. Pakai minyak baru

Selama ini, kunci dari kenikmatan kol goreng milik warung makan adalah minyak jelantah. Cukup menyedihkan, ya?

Minyak jelantah adalah minyak yang dipanaskan berkali-kali hingga warnanya menjadi gelap. Kadang ada residu makanan yang tertinggal di permukaannya.

Semakin gelap minyaknya, semakin banyak kandungan zat karsinogenik si pemicu kanker.

Untuk meminimalisasi risiko tersebut, pakai minyak baru untuk menggoreng kol. Minyak bisa dipakai maksimal dua kali untuk membuat lalapan nikmat ini.

Dilansir dari Kompas (09/08/11), menurut Ahli Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Nuri Andarwulan, MR, kita harus mengganti minyak saat menunjukkan tanda-tanda berikut.

  • Jika sudah berubah warna menjadi kecokelatan, bahkan kehitaman.
  • Berbau, sangat kuat, apalagi sampai tengik.
  • Mengepulkan asap berlebihan pada suhu normal.
  • Muncul buih berlebihan di sekitar makanan yang sedang digoreng.

2. Pastikan kol tidak terlalu basah saat digoreng

Takut terciprat saat menggoreng? Pastikan tekstur kol tidak terlalu basah. Setelah dicuci, tiriskan kol hingga tidak ada air yang menetes.

Jangan lupa, air dan minyak adalah dua komponen yang tak bisa bersatu.

Walau begitu, pada dasarnya, kol akan menyerap minyak untuk menciptakan tekstur garing. Jika tekstur kol masih basah, penyerapan minyak tidak berlangsung sempurna dan kol malah jadi terlihat layu.

3. Perhatikan durasi saat menggoreng

Lama waktu menggoreng sejalan dengan suhu minyak dalam wajan.

Jika kol dimasukkan dalam minyak yang belum panas, maka waktu menggorengnya akan jauh lebih lama. Hasilnya juga tidak renyah karena kol sudah menyerap minyak dingin sedari awal.

Untuk itu, panaskan minyak terlebih dahulu sebelum menggoreng kol. Namun hindari juga minyak goreng berasap, sebab artinya sudah melebihi titik panas seharusnya.

Goreng hingga kulitnya terlihat kecokelatan dan teksturnya garing, lalu segera tiriskan.

4. Lapisi dengan tepung jauh lebih aman

Pakar gizi Amerika, Mark Bittman, menuturkan bahwa tujuan menggoreng adalah membuat tekstur renyah di luar dan matang sempurna di dalam. Selain itu, lapisan luar juga dapat meminimalisir penyerapan minyak saat menggoreng. Caranya? Gunakan lapisan tepung.

Dilansir dari The New York Times (21/10/13), Bittman menyarankan 3-4 lapis tepung saat menggoreng deep-fry.

Kamu bisa pakai lapisan tepung-telur-tepung. Kenampakkannya memang tidak seperti kol goreng warung, sih. Tapi siapa tahu rasanya lebih nikmat, kan?

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up