Makan Bedulang, Belajar Etika ala Belitung

Hidangan tradisi makan bedulang

Belitung tidak hanya terkenal dengan pantai, pulau, mercusuar, dan Laskar Pelangi, namun juga kulinernya. Salah satu kuliner yang wajib kamu coba adalah Makan Bedulang. Kamu bisa mencobanya di beberapa restoran terkenal di Belitung.

Tradisi makan bedulang
Hidangannya tersembunyi di balik tudung nasi. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Sarana Komunikasi Keluarga

Makan bedulang merupakan tradisi kuliner khas Melayu, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Namun tradisi dan kreativitas masyarakat Belitung telah menciptakan makan bedulang dengan warna tersendiri.

Secara harafiah makan bedulang berarti makan menggunakan dulang. Lebih luas, makan bedulang merupakan prosesi makan bersama dalam satu dulang. Biasanya, empat orang duduk bersila berhadapan mengelilingi dulang yang berisi sejumlah makanan khas. Dulang adalah talam atau nampan besar berbentuk bundar. Makanan yang disajikan akan dinikmati dengan tata cara dan etika tertentu.

Baca juga: Makan Bedulang, Tradisi Kuliner Belitung Memupuk Kebersamaan

Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari makan bedulang berlangsung secara informal dan menjadi sarana komunikasi antar anggota keluarga. Saat menikmati makan bedulang inilah orang tua biasanya mengajarkan etika pada anak-anaknya.

Sedangkan dalam upacara adat seperti syukuran kelahiran, sunatan, pernikahan, dan lain-lain, makan bedulang dilaksanakan dengan tata cara tertentu sehingga lebih formal.

Sesuai Kemampuan dan Ketersediaan Bahan

Pada prosesi makan bedulang, lauk-pauk khas Belitung dalam beberapa mangkuk dan piring kecil disajikan di atas dulang yang ditutup tudung saji (mentudong) dan ditutup lagi dengan kain khusus yang disebut lamba. Selain itu, ada pula nampan kecil berisi minuman, kecibokan (tempat cuci tangan), kue dan/atau buah ‘pencuci mulut’, serta nasi dalam baskom. Untuk peralatan makan akan disediakan empat piring (disebut pinggan), sehingga secara keseluruhan sajian ini disebut sedulang (disajikan untuk empat orang).

Hidangan tradisi makan bedulang
Hidangan tradisi makan bedulang. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Kuliner dalam makan bedulang biasanya disesuaikan dengan kemampuan tuan rumah dan ketersediaan bahan-bahan di suatu wilayah. Dengan demikian, jenis kuliner di kawasan pesisir akan berbeda dengan yang di pedalaman.

Gangan Darat dengan daging ayam, daging sapi, atau pelanduk merupakan salah satu contoh kuliner khas Belitung yang biasa disajikan. Contoh lain bisa berupa hidangan ayam, serati, atau cumi-cumi masak bumbu ketumbar. Sate ikan juga biasa disajikan, tidak ketinggalan sambal (sambal goreng, sambal nanas, sambal serai, dan lain-lain).

Mengajarkan Etika dan Sopan Santun

Tradisi dan tata cara makan bedulang mengajarkan beberapa etika penting bagi keluarga. Tudung saji dibuka oleh orang yang paling muda, kemudian membagikan piring secara berurutan kepada yang paling tua. Setelah semua piring dibagikan, orang yang paling tua memulai makan dengan mengambil nasi dari baskom. Demikian seterusnya hingga yang paling muda.

Sebelum makan, tangan dicuci dengan cara memasukkan tangan sebatas buku pertama jari-jari. Jadi tidak dimasukkan seluruh jari hingga telapak tangan. Lalu masing-masing mengambil lauk-pauk dengan tertib dan sopan. Cara makan juga sama seperti mencuci tangan, yaitu mengambil sejumput kecil nasi kira-kira sebuku pertama jari-jari tangan.

Makanan yang diambil dalam piring harus dihabiskan agar tidak mubazir. Sedangkan makanan yang masih ada di mangkuk dan piring tetap dijaga agar tidak kotor agar dapat dikembalikan ke dapur.

Tertarik mengikuti prosesi makan bedulang yang autentik? Podomoro University bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Belitung dan Neo Soho menyelenggarakan Pesona Bedulang Belitong Nusantara pada 29 Februari-1 Maret di Open Kitchen, Neo Soho Mall. Kamu bisa ikut mencoba tradisi Makan Bedulang dengan melakukan reservasi. Akan ada juga bazaar, talkshow, dan lomba menghias mentudong. Untuk informasi lebih lanjut kamu bisa intip Instagram @belangaindonesia.com atau @podomorouniversity.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *