in

Legendaris, Mereka Bertahan di Jakarta Lebih dari Setengah Abad!

Usia panjang suatu kuliner, pertanda rasa yang membuat penikmatnya selalu terkenang-kenang.

Soal kuliner, Jakarta memang tidak ada matinya. Hampir tiap waktu muncul berbagai tempat makan yang menawarkan menu kekinian dan menarik kerumunan. Selain yang baru-baru, kota ini juga jadi rumah berbagai restoran legendaris yang bertahan lebih dari setengah abad lamanya.

Usia panjang ini tidak luput dari upaya mempertahankan cita rasa lamanya yang khas. Resep turun temurun tidak kalah dengan yang kekinian.

Apa saja sih yang sudah bertahan lebih dari 50 tahun dan masih punya banyak penggemar di Jakarta?

1. Kopi Es Tak Kie

Kedai kopi Tak Kie berdiri sejak 1927 di Gang Gloria, Glodok. Kedai sederhana namun legendaris ini sekarang dikelola generasi ketiga dari pemilik pertamanya.

Tempat ini menghadirkan menu kopi a la rumahan. Hanya ada dua jenis, yaitu es kopi susu seharga Rp20.000, atau es kopi hitam seharga Rp17.000.

Es kopi hitamnya dominan dengan rasa asam dari kopi arabika, namun tetap enak dan ringan di lidah.

Baca juga: Kedai Kopi Tak Kie yang Tak Lekang oleh Waktu

Sedangkan es kopi susu memiliki perpaduan harmonis rasa pahit, asam dan manis. Keduanya menyegarkan dan bikin ketagihan.

Selain menyediakan kopi, kedai ini juga menyediakan berbagai kudapan dan makanan berat, seperti pangsit goreng, nasi campur, bakso, dan bakcang. Ada yang halal dan tidak halal, jadi silakan bertanya agar tak salah memesan.

Kedai Kopi Es Tak Kie buka setiap hari pukul 06.30-14.00 WIB.

2. Es Krim Ragusa

Di tengah es krim pabrikan yang memenuhi pasar, ada es krim legendaris yang masih bertahan, yaitu Ragusa.

Kedai es krim ini berdiri pada 1932 dan mulai menetap di Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, sejak 1947.

Ragusa menghadirkan es krim dengan menggunakan susu sapi Australia dan bahan-bahan berkualitas lainnya. Resepnya tidak berubah sejak puluhan tahun lalu.

Mampir ke Ragusa, pengunjung disambut dengan bangunan klasik dan nuansa tradisional a la Italia. Dibuai dengan rasa manis di lidah dan pemandangan vintage, membuat pelanggan betah.

Ada empat jenis es krim Ragusa, yaitu regular flavored, premium flavored, mixed flavored, atau fancy flavored.

Harganya berkisar antara Rp15.000-35.000. Kalau mau mampir, mereka buka setiap hari dari pukul 10.00-22.00 WIB.

3. Soto Betawi H. Ma’ruf

Menikmati soto betawi di Jakarta tidak sulit, tapi jika ingin yang legendaris silakan mampir ke Soto Betawi H. Ma’ruf.

Soto ini sudah ada sebelum Indonesia merdeka, tepatnya sejak 1940. Sekarang usaha ini diteruskan generasi ketiga yang mempertahankan cita rasa otentik dengan menggunakan resep turun temurun.

Yang membuat sotonya otentik adalah perpaduan santan dan susu yang membuat rasanya gurih tanpa MSG. Tentu bintangnya tidak ketinggalan: potongan daging sapi empuk yang melimpah di dalam sotonya.

Selain menyajikan soto, tempat makan ini juga menyediakan laksa betawi, ayam goreng, sate dan lain-lain, dengan harga berkisar dari Rp20.000-42.000.

Soto Betawi H. Ma’ruf sementara ini pindah ke Jl. Pramuka No.64, RT.8/RW.2, Cikini, Kec. Menteng. Lokasi aslinya di Taman Ismail Marzuki sedang dalam tahap revitalisasi.

4. Restoran Trio

Berdiri sejak 1947, Restoran Trio masih eksis hingga sekarang di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Konon, ia jadi salah satu tempat makan favorit Gubernur Ali Sadikin dan keluarga Presiden Soeharto

Restoran dengan eksterior hijau ini memiliki ruangan kecil dengan tampilan rumah makan kuno. Biarpun demikian, ia selalu ramai pengunjung dari berbagai generasi.

Hidangan di Restoran Trio adalah cantonese cuisine—masakan Tiongkok khas daerah Guangdong—yang masih menggunakan resep turun temurun, dipertahankan oleh Effendy, pemilik generasi kedua.

Ada ratusan hidangan yang bisa dipilih, namun untuk memudahkan pelanggan ada 42 menu yang tercantum di papan menu yang paling sering dipesan.

Baca juga: Kari Lam dan Resep Setua 46 Tahun

Menu favoritnya antara lain adalah lumpia udang a la Trio, sup asparagus telur kepiting, ayam wud kee, sup burung walet, dan fuyunghai ayam saos.

Harganya bervariasi dari Rp45.000-375.000. Restoran ini hanya buka di jam makan siang (10.00-14.00 WIB) dan makan malam (17.00-21.30 WIB).

5. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Sudah ada sejak 1958, Nasi Goreng Kebon Sirih memang punya banyak penggemar lintas generasi. Setiap harinya selalu ramai dengan pembeli, terkadang sampai harus mengantri panjang.

Yang menarik dari Nasi Goreng Kebon Sirih, selain rasanya yang kaya rempah dan dan potongan daging kambing empuk, adalah melihat nasinya digoreng dalam wajan super besar.

Seporsi nasi gorengnya seharga Rp41.000 dan dapat dinikmati di beberapa lokasi, yaitu di Jalan Kebon Sirih, Jalan Sabang, kawasan Bintaro, Cinere, Blok M, dan Pamulang.

6. Bakmi Gang Kelinci

Bakmi legendaris ini sudah berdiri sejak 1957. Ia terletak di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, tepatnya di Gang Kelinci.

Tidak susah mencarinya, karena letaknya tidak jauh dari gang dan pula ada plang nama berukuran besar sebagai penanda.

Menu yang ditawarkan adalah bakmi ayam lebar, bakmi ayam cah jamur, sayap goreng GK, i fu mie, cah ayam, dimsum, dan lain-lain. Menunya nyaris tidak berubah sedari dulu.

Tidak heran bisa bertahan lebih dari setengah abad, mienya enak dengan bakso yang dibuat sendiri untuk menjaga kualitas.

Semangkuk bakmi dihargai mulai dari Rp27.500. Ada pula ukuran mini atau sedang, jika tak sanggup melahap seporsi bakmi.

Bakmi Gang Kelinci buka setiap hari dari 07.00-21.00 WIB. Jika libur, jam operasionalnya mulai dan tutup satu jam lebih awal dari 06.00-20.00 WIB.

7. Gado-Gado Bon Bin

Hidangan sederhana dan merupakan salad a la Indonesia ini bisa ditemukan hampir di mana saja. Namun, bila ingin mencoba rasa yang sudah ada dari 1960, mampirlah ke Jalan Cikini IV, yang dulunya bernama Jalan Bonbin III.

Gado-gado Bon Bin ini sekarang dikelola Hadi Lingga Wijaya yang melanjutkan usaha sang ibu. Ia setia menggunakan resep gado-gado dari ibunya, agar rasanya tidak berubah.

Gado-gadonya selalu menggunakan bahan segar dan berkualitas. Konon, telur dan sayurannya selalu dibeli di pagi buta, supaya mendapatkan bahan-bahan yang pertama kali tiba di pasar.

Selain menjual gado-gado, di Gado-gado Bon Bin kamu bisa menikmati asinan yang enak. Seporsi gado-gado dihargai Rp37.000 dan buka setiap hari dari pukul 10.00-17.00 WIB.

Bagaimana, sudah siap berwisata kuliner legendaris di Jakarta?

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by AnisaGiovanny

Content AuthorYears Of Membership
kukus kue belitung

Sarapan Khas Belitung, Pilih Kue, “Tumpeng”, atau Mie?

Hidangan tradisi makan bedulang

Makan Bedulang, Tradisi Kuliner Belitung Memupuk Kebersamaan