Logo Balanga

Lebih dari 100 Pembicara Ramaikan Ubud Food Festival 2019

 Lebih dari 100 Pembicara Ramaikan Ubud Food Festival 2019
Anggara Mahendra (berbaju merah) didampingi Chef Rinrin Marinka di kitchen stage “Sambal Smackdown” pada Ubud Food Festival 2018.

Ubud Food Festival (UFF) 2019 Presented by ABC (UFF) mengumumkan jajaran lengkap nama pembicaranya, Senin (25/02).

Lebih dari 100 pembicara terdiri dari chef, pemilik restoran, pengusaha, petani, penulis buku makanan, dan pegiat kuliner, akan meramaikan acara tahunan yang masuk tahun kelima ini, bertema Spice Up the World.

“Kami sangat antusias mengumumkan jajaran lengkap pembicara yang akan bergabung dalam festival untuk tahun kelima ini,” ujar Founder & Director UFF Janet DeNeefe, dikutip dari siaran pers yang diterima belanga.id

Janet menyebutkan, festival bangga menyambut pakar kuliner Indonesia yang sangat dicintai para penggemar makanan sekaligus penerima UFF Lifetime Achievement Award 2018 Sisca Soewitomo, dan penulis lebih dari 60 buku mengenai budaya kuliner Indonesia Murdijati Gardjito.

Festival juga akan menghadirkan peraih penghargaan Chef of the Year Bali’s Best Eats Award 2018, Wayan Kresna Yasa. Global Executive Chef dari Potato Head Beach Club dan KAUM itu dinilai berhasil memainkan peran penting dalam menempatkan masakan Indonesia dalam peta dunia.

Tidak ketinggalan, Ragil Imam Wibowo, Chef of the Year Jakarta’s Best Eats Award 2018 dan Asian Cuisine Chef of the Year 2018 (Regional) dari World
Gourmet Summit – Award of Excellent 2018 di Singapura.

Pada UFF19, chef yang berdedikasi melestarikan kuliner nusantara ini akan berbagi hidangan Aceh yang menggunakan 20 rempah.

UFF juga menyambut mantan juri MasterChef Indonesia yang kerap mempromosikan kuliner Indonesia melalui acara Asian Food Channel Rinrin Marinka.

Chef Marinka akan bergabung dengan Gerry Girianza, chef sekaligus pembawa acara Exploresep by Kecap ABC, acara perjalanan yang menampilkan keindahan Indonesia dan masakan Indonesia sehari-hari yang dibuat lebih lezat dengan Resep Perasan Pertama dari Kecap ABC, serta Ade Putri Paramadita, pembawa acara Akarasa dari seri web VICE Indonesia sekaligus bagian dari Aku Cinta Makanan Indonesia, yang mempromosikan pelestarian kuliner tradisional Indonesia.

Suasana seru Kitchen Stage Salted Egg Showdown, Ubud Food Festival 2018


Beberapa chef dari Jakarta juga ikut hadir untuk memeriahkan UFF tahun ini. Salah satunya adalah Chef de Cuisine di 1945 Restaurant – Fairmont Jakarta, Adhitia Julisiandi, yang akan menyajikan kuliner Batak Toba yang istimewa.

Ada pula Chef de Cuisine di View Restaurant – Fairmont Jakarta Hans Christian, Executive Chef di Cork & Screw Country Club Fernando Sindu, Executive Chef di Mr. Fox Vebrina Hadi, Head Chef di Mother Monster Gloria Susindra dan masih banyak lagi.

Selain itu, UFF akan menghadirkan pendiri eko-wisata Cengkeh Afo dan Gamalama Spices di Ternate Kris Syamsudin, sosok di balik Indonesian Tempe Movement dan Fit & Healthy Community Wida Winarno, serta spesialis pengelolaan limbah dan energi Aretha Aprilia.

Dari kancah internasional, Thitid Tassanakajohn (Chef Ton) yang mengepalai Le Du di Bangkok, Thailand (#14 dari 50 Restoran Terbaik di Asia 2018) akan bergabung dengan chef Amerika Serikat-Korea Judy Joo yang populer dengan acaranya Korean Food Made Simple.

UFF kali ini juga merayakan kehadiran chef yang telah berhasil mengembangkan kuliner lintas budaya dari dapur-dapur di mana mereka biasa berkreasi dengan masakan- masakannya.

Debbie Teoh asal Malaysia, telah berhasil melestarikan hidangan Peranakan dan menyampaikan diskusi tentang warisan budaya Malaysia dalam berbagai acara di seluruh dunia.

Luca Fantin, satu-satunya chef Italia di Jepang yang meraih bintang Michelin dan dijuluki sebagai “Chef Italia Terbaik di Dunia” oleh majalah Identità Golose pada tahun 2017. Selanjutnya, hadir pula Carlos Montobbio, yang berhasil membawa cita rasa Spanyol ke Esquina di Singapura.

UFF juga akan menyambut Jordy Navarra yang menyajikan hidangan bercita rasa Filipina dalam menu-menunya di Toyo Eatery di Manila.

Sementara itu, Darren Teoh dari Dewakan di Kuala Lumpur, berhasil menciptakan hidangan Malaysia modern dengan menggabungkan cita rasa dan budaya Malaysia. Mereka akan bergabung dengan Jimmy Lim Tyan Yaw, yang memadukan warisan kuliner Singapura dan kreasi kuliner Taiwan di JL Studio di Taipei.

Nama-nama di atas juga akan tampil berdampingan dengan para pionir kuliner yang selalu konsisten mendukung UFF seperti Petty Elliot, Chris Salans, Eelke Plasmeijer dan lainnya.

Kolaborasi kuliner antara chef internasional dan Indonesia di restoran dan resort terbaik di Ubud akan mendorong pertukaran lintas budaya dan meningkatkan kesempatan bagi para profesional industri kuliner.

“Dari Aceh ke Ternate, kami akan memiliki lebih banyak hidangan Indonesia yang disajikan di atas meja dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Janet.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *