in

Kari Lam dan Resep Setua 46 Tahun

Resep turun temurun memang terbukti lezat!

Tidak bisa diragukan, kuliner di Glodok memang beraneka ragam. Mau jajan sampai kenyang? Bisa! Mau makan di tempat-tempat legendaris yang menyajikan resep keluarga turun temurun? Juga bisa dilakukan hanya dengan mampir di kawasan pecinan di Jakarta ini.

Ada dua gang kuliner yang terkenal di sana, Gang Kalimati dan Gang Gloria.

Yang hobi ngemil boleh pilih Gang Kalimati untuk mencoba cong fan, mi pan, atau choi pan, atau masih banyak lagi jajanan yang bikin diri ingin mencecap semuanya.

Baca juga: 7 Jajanan Legendaris Glodok Ini Bikin Nagih!

Sebaliknya bagi penggemar makanan berat, seperti saya, Gang Gloria suka bikin galau! Mau makan nasi campur, soto betawi, kari ayam, atau mie kangkung, atau- duh, bingung!

Akhirnya, di suatu Sabtu di awal Februari, saya memutuskan untuk mencoba Kari Lam.

Rumah makan Kari Lam di Gang Gloria, Glodok. (Belanga/Anisa Sekarningrum)

Kari Lam dengan asap yang terus mengepul menandakan banyak pesanan yang harus disajikan.

Akiong, pemilik generasi ketiga Kari Lam, terlihat sibuk memotong ayam kampung, kentang, sembari membagi porsi mie sama banyak di setiap mangkok.

Rumah makan spesialis kari ini sudah ada sejak 1973 dan masih mempertahankan resepnya sedari dulu. Pemiliknya pasti ikut turun langsung untuk meracik bumbunya.

Akiong sedang menyiapkan pesanan. (Belanga/Anisa Sekarningrum)

Kari Lam menyediakan dua menu, kari ayam kampung dan kari daging sapi. Mau ditambah kentang atau bihun juga bisa. Keduanya dihargai sama, Rp45.000 per porsi.

“Di sini yang paling laris yang ayam, pakainya ayam kampung,” jelas Akiong saat saya bingung mau memesan yang mana.

Ia mengambil kuah kari untuk disiram ke bihun dan daging yang sudah dipotong kecil-kecil.

Asap membumbung dari aktivitasnya, membawa aroma harum kari yang menggunakan rempah-rempah rahasia. Glek! Itu baru aromanya, belum rasanya.

Saya terayu dengan rekomendasinya dan memesan menu paling laris Kari Lam. Pak Akiong, sebagaimana saya memanggilnya, dengan sigap langsung membuatkan pesanan.

Tangan-tangannya bergerak cepat dan terlatih hingga tidak butuh waktu lama sepiring kari ayam kampung langsung tersaji di hadapan saya.

Semangkuk Kari Lam dengan topping ayam kampung. (Belanga/Anisa Sekarningrum)

Seruputan pertama kuah Kari Lam yang hangat langsung menghasilkan rasa gurih dengan bumbu rempah yang sedap.

Kuah karinya tidak terlalu kental karena tidak menggunakan santan seutuhnya, tapi ditambah susu untuk membuat rasanya lebih gurih dan khas.

Ditambah empuknya daging ayam kampung bersama bihun dan potongan kentang, Kari Lam jadi begitu nikmat.

Rumah makan ini buka setiap hari dari pukul 9 pagi hingga 3.30 sore.

Selain di Gang Gloria, ada juga cabang di daerah Muara Karang yang dikelola oleh keluarga juga. Cita rasanya tetap sama.

Menghabiskan seporsi Kari Lam membuat saya kenyang. Ah, rasa dari resep turun temurun memang bisa dipercaya.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enthusiast

Written by AnisaGiovanny

Content Author

Ubud Food Festival 2019 Sajikan Aneka Program yang Dijamin Nikmat!

Ada Ratusan Sambal Nusantara, Yang Mana Favoritmu?