Kue Bingka Banjar Sang Primadona

Dulu kue untuk golongan ningrat. Kini harganya merakyat.

Kue Bingka Banjar Sang Primadona
Kue bingka banyak dijajakan di Banjar, Kalmantan(Foto: Nia Rahmania)

Banua Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin memiliki banyak kue khas atau yang disebut wadai dalam bahasa banjar.

Primadonanya kue di Banjar ini yaitu kue bingka.

Bingka adalah kue basah dan sedikit lemak yang memiliki bentuk cantik seperti bunga yang rasanya identik dengan manis.

Dulu bingka hanya punya satu rasa saja yaitu rasa telur.

Namun semakin berkembangnya zaman warga Banjarmasin membuat inovasi-inovasi terhadap rasa bingka yang semakin beraneka ragam yaitu seperti rasa kentang, tapai, pandan, nangka, waluh (labu), keju, dan kismis.

Bingka memiliki bahan dasar tepung, gula, telur, dan juga santan. Kue Bingka juga merupakan salah satu kue yang dipakai dalam tradisi Banjar untuk menyajikan 41 kue khas Banjar dalam acara pernikahan.

Bingka bisa ditemukan  di pasar-pasar daerah Banjarmasin atau juga di rumah-rumah yang memproduksi bingka.

Pada saat bulan Ramadhan bingka bisa ditemukan di Pasar Wadai Banjarmasin yang biasanya bertempat di depan kantor walikota Banjarmasin. Pada saat inilah kue bingka menjadi sang primadona karena dibanjiri oleh para pembeli.

Menurut pembeli kue bingka sangat cocok sebagai teman berbuka puasa. Harga kue bingka pun bervariasi tergantung dari ukuran bingka, yang pastinya cukup terjangkau.

Menurut sejarah, resep kue bingka didapatkan dari Putri Junjung Buih yang merupakan seorang putri dari Kerajaan Daha yang mana merupakan nenek moyang dari raja Kerajaan Banjar yaitu Sultan Suriansyah.

Pada saat itu Putri Junjung Buih membuat kue bingka untuk disajikan kepada para bangsawan yang dapat disantap oleh kaum ningrat saja namun sekarang kue bingka menjadi kue tradisional Banjar yang bisa disantap oleh siapa saja yang menginginkannya.

Sebagai orang yang lahir dan besar di Banjar aku dan keluarga sangat menyukai bingka.

Rasanya yang manis, teksturnya lembut, penampilannya yang menarik, dan ketika kena lidah membuat ketagihan ingin memakannya, serta harganya yang merakyat, membuat semua kalangan pun bisa menikmatinya, dari anak-anak hingga lanjut usia.

Bingka memiliki sensasi yang beda dengan kue yang lain yang tidak akan bisa temukan di tempat lain.

Ketika aku mengikuti seminar kewirausahaan, ada seorang pemateri yang berasal dari Jawa, beliau mengatakan bahwa kue bingka adalah kue yang enak dan harus dikembangkan lagi, seperti dalam hal pengemasannya karena kebanyakan wadai bingka di Banjarmasin hanya dibungkus dengan plastik ataupun kertas tanpa desain yang menarik.

Oleh sebab itu aku sebagai warga Banjarmasin asli ingin mengembangkan wadai bingka tersebut baik dalam hal pengemasannya ataupun yang lainnya.

Karena dengan pengemasan yang menarik membuat orang tertarik untuk mencobanya, dan orang yang sudah mencoba akan ketagihan untuk membelinya.

Sehingga dapat dikembangkan hingga ke mancanegara.

Artikel ini disertakan dalam Lomba Menulis Kuliner Juara Kampung Halaman berhadiah belasan juta rupiah ditambah voucher Food Tour dari Good Indonesian Food. Ayo ikutan! Info lebih lanjut, klik banner di bawah ini.

Suka? Vote Artikel Ini!

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up