Logo Balanga

Kudapan Para Raja Yogyakarta Zaman Dahulu

 Kudapan Para Raja Yogyakarta Zaman Dahulu

Yang satu ini mirip kue sus, tapi rasanya gurih. Namanya Songgo Buwono, berasal dari kota gudeg, Yogyakarta.

Dulu, Songgo Buwono ini dianggap sajian yang sangat istimewa.  Tidak semua golongan masyarakat boleh menyajikan hidangan ini.

Songgo Buwono termasuk kudapan favorit Raja Yogyakarta saat itu. Hanya kalangan keraton, bangsawan, dan orang kaya saja yang dapat menyajikan sanggabuana ini sebagai jamuan makan mereka.

Namun sekarang zaman telah berubah, kita semua dapat menikmati hidangan para bangsawan di zaman dahulu.

Songgo Buwono dulu lazim ditemui di acara resepsi pernikahan. Tapi kini, sudah semakin banyak yang menyediakan kudapan ini, baik di toko kue atau pasar tradisional.

Kulit luar Songgo Buwono dibuat dari adonan yang serupa dengan kue sus. Hanya saja isiannya terdiri dari isian daging giling (bisa juga ragout ayam) dan telur. Disediakan juga daun selada, acar mentimun, dan mayonaise.

Sekilas, Songgo Buwono mirip dengan burger.

Untuk menyantap kudapan yang satu ini, siramkan mayonaise,  lalu campur dengan selada dan acar. Rasanya? Gurih, manis, bercampur sedikit asam dari acar. Nyam!

Songgo Buwono,  ternyata juga punya makna filosofis.

Selada yang ditempatkan paling bawah melambangkan tumbuhan yang menjaga dan menjadi sumber kehidupan di bumi.

Sedangkan bumi, disimbolkan dengan roti sus.

Daging melambangkan penduduk, dan telur menggambarkan gunung.

Kuah berupa mayonaise diartikan sebagai langit, dan acar melambangkan bintang-bintang.

Kudapan ini penuh makna, juga penuh gizi.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *