Logo Balanga

Koki Ini Bikin Hidangan Raja di Ubud Food Festival 2019

 Koki Ini Bikin Hidangan Raja di Ubud Food Festival 2019

Naniura kreasi Chef Adhitia menggunakan salmon, sea urchin, kulit salmon, kaviar, acar, dan granita kecombrang. (Foto: Belanga.id)

Selama ini kebanyakan orang mengenal kalau hidangan berupa ikan mentah itu hanyalah sashimi yang berasal dari Jepang. Namun, sebagai negara kepulauan dan budaya maritim yang mengakar dari nenek moyang, tidak perlu heran bila Indonesia memiliki hidangan serupa sashimi. Naniura namanya.

Chef Adhitia Julisiandi yang berharap agar kuliner khas batak ini dapat lebih dikenal dan diekspos lagi ke masyarakat umum.

Chef Adhitia menyiapkan naniura. (Foto: Belanga.id/Wina Pratiwi)

Makanya, koki dari restoran kontemporer ternama di Jakarta, 1945, berbagi resep naniura di sesi Teater Kuliner Fish Fit for Kings Ubud Food Festival 2019 yang berlangsung pada 28 April 2019.

Hidangan yang berasal dari daerah Tapanuli, Sumatra Utara, ini sangat spesial. Di zaman dulu, ia cuma dinikmati para Raja Tapanuli. Rakyat jelata tidak boleh memakannya.

Seiring berkembangnya waktu, seperti komoditas lainnya, kuliner yang biasanya hanya dinikmati kalangan tertentu mulai bisa dinikmati siapapun dari segala kalangan selama bahan-bahannya ada.

Semakin banyak bahan-bahan makanan yang masuk ke daerah Sumatra Utara, sejalan dengan meningkatnya minat para wisatawan yang datang dan ingin mencoba hidangan khas Tapanuli ini.

Naniura sekarang dapat dinikmati oleh semua kalangan dan menjadi suatu hidangan favorit yang di cari para wisatawan jika berkunjung ke Tapanuli.

Hidangan ini menyajikan ikan mas mentah yang diberi bumbu-bumbu khas batak, seperti rempah andaliman.

Baca juga: Andaliman, Rempah Endemik Simbol Budaya Batak

Andaliman adalah rempah yang hanya tumbuh di sekitar Danau Toba. Bentuknya menyerupai lada, namun rasanya lebih pedas dengan after taste rasa pahit di lidah.

Menyiapkan ikan salmon dengan resep naniura. (Foto: Belanga.id/Wina Pratiwi)

Chef Adhitia menyajikan hidangan Naniura yang dimodifikasi. Alih-alih ikan mas, ia gunakan ikan salmon yang ia sajikan di atas cangkang bulu babi. Rasanya masih sama. Rempah andaliman juga tidak ketinggalan sebagai ciri khas dari rasa hidangan ini.

Pertama ikan salmon dibumbui dengan bumbu halus bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, andaliman, dan garam yang sudah ditumis.

Lantas ditambahkan perasan jeruk limau dan jeruk nipis. Perasan jeruk limau dan jeruk nipis ini berfungsi untuk membunuh bakteri dan menghilangkan bau amis pada ikan. Ikan salmon yang sudah dibumbui diberi potongan kucai, digulung, lalu dipotong.

Daging salmon ditaburi kucai sebelum digulung dan dipotong-potong. (Foto: Belanga.id/Wina Pratiwi)

Yang bikin hidangan Chef Adhitia unik dan beda, adalah granita kecombrang—rebusan irisan kecombrang yang ditambahkan gula dan cuka, diaduk rata, lalu dibekukan dengan menggunakan dry ice.

Chef Adhitia juga menambahkan bulu babi (sea urchin) di atas hidangan untuk memberikan rasa fishy yang lebih mumpuni, karena ikan salmon cenderung tidak memiliki rasa amis ikan yang khas.

Sentuhan terakhir dari Chef Adhitia untuk menyempurnakan hidangan naniura adalah dengan menambahkan potongan kulit salmon yang sudah digoreng kering, kaviar, dan acar.

Naniura versi Chef Adhitia dengan kulit salmon goreng, kaviar, dan granita kecombrang. (Foto: Belanga.id/Wina Pratiwi)

Perpaduan rasa manis, gurih, pedas, dan asam membuat naniura kreasi Chef Adhitia terasa umami. Lezat!

Penulis: Wina Pratiwi
Editor: Ellen Kusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *