in ,

Ketika Rasa Lokal Dapat Face Over di Jakarta Dessert Week!

Ketika dessert dapat face over dan taste over, rasanya mantul!

Dessert, makanan penutup yang umumnya dikenal sebagai makanan dengan cita rasa manis dan ringan di lidah yang menjadi penutup setelah menu utama selesai disantap. Salah satu ungkapan yang termasyhur tentang dessert yang saya ingat adalah, selalu ada ruang untuk dessert.

Saya tidak tahu dengan yang lainnya, tapi ungkapan ini tepat untuk saya. Menolak es krim setelah kenyang menyantap pasta, misalnya, tidak ada dalam kamus saya.

Sore itu saya mendapatkan kiriman pesan dari seorang teman baik.

“Kamu tidak mau ikutan?” tanyanya sembari turut meneruskan sebuah poster.

Sederet kalimat langsung menarik minat saya: Jakarta Dessert Week (JDW) 2019 Ternyata poster tersebut adalah ajakan untuk menikmati dessert dengan cara dessert hopping ke beberapa kafe. Menariknya lagi, dessert yang disajikan khusus dibuat untuk para penikmat Jakarta Dessert Week.

Baca juga: Merayakan Manisnya Dessert di Jakarta Dessert Week 2019

Sabtu siang itu, saya berangkat dengan penuh semangat. Menuju Namelaka, yang terletak di dalam Shophaus Menteng, pemberhentian pertama saya.

Pattiserie yang menawarkan dessert modern dengan twist lokal Indonesia ini bermula dengan menu andalan choux dengan 6 pilihan rasa dan tampilan cantik yang mengugah untuk tangan mengklik shutter kamera terlebih dahulu sebelum memakannya.

Namun mata saya langsung tertuju pada menu Kolak Pisang, dessert jar khusus untuk meramaikan Jakarta Dessert Week yang mengambil tema retro tahun ini.

Yoan S. Tjahjadi dan suaminya, Ivan Setyawan, yang merupakan chef owners dari Namelaka menyebutkan pilihan mereka jatuh pada kolak pisang karena nilai nostalgia dan comfort food saat menyantapnya.

Selama seminggu sebelum JDW 2019 dimulai, mereka berdua menyulap kolak pisang menjadi hidangan pencuci mulut dengan tampilan dessert jar.

Kolak pisang dessert jar kreasi Namelaka. (Foto: Belanga.id/Ellen Kusuma)

Hasilnya unik karena satu dessert jar kolak pisang Namelaka memiliki komponen yang cukup kompleks baik rasa maupun teksturnya.

Sebut saja ada palm sugar panna cotta di lapisan paling bawah, lalu diikuti palm sugar génoise (kue sponge Italia), caramelised pisang tanduk, soft coconut cremeux, dan caramelised banana cremeux.

Di paling atas, dengan warna oranye kecokelatan yang menggugah adalah pumpkin bobba sebagai pengganti biji salak yang khas di kolak pisang. Terakhir, agar rasanya makin nikmat ada coconut cream sauce untuk dituangkan sebelum mulai kolak pisang kreasi Namelaka ini.

Puas mencicipi rasa kolak pisang yang klasik namun dengan tekstur yang berbeda dari biasanya, saya makin semangat untuk menuju destinasi berikutnya.

Kali ini lokasinya berada di lantai satu Plaza Indonesia, tepatnya di Mother Monster. Dessert yang disiapkan di sini adalah Mooster Sundae, kolaborasi Mother Monster dan Cold Moo yang terkenal dengan es krimnya.

Tidak perlu waktu lama, sebuah gelas cocktail berisi sundae dengan brownies Mother Monster, es krim stroberi Cold Moo, salty peanut crumble, potongan pisang, dan lelehan cokelat di atasnya, lengkap dengan sebutir cherry on top.

Mooster Sundae hasil kolaborasi Mother Monster dan Cold Moo. (Foto: Belanga.id/Ellen Kusuma)

Rasa brownies yang dominan dengan dark chocolate dipadukan dengan es krim stroberi yang creamy, sedikit manis, dan sedikit asam membuat lidah bergoyang nikmat.

Tiap suapan sundae bikin suasana hati makin segar, ditambah dengan mood restoran Mother Monster yang rileks, sungguh pengalaman menikmati dessert yang menyenangkan.

Konsep dessert hopping JDW 2019 ini memang sengaja didesain agar para penikmat dessert bisa menikmati rasa seutuhnya.

Gupta Sitorus, Co-Founder dari JDW 2019 menjelaskan, “Karena menikmati dessert itu juga termasuk menikmati suasananya. Ambience yang dihadirkan di sebuah kafe atau restoran itu adalah bagian dari menikmati sajiannya, termasuk dessert.”

Puas dengan es krim yang selalu menjadi personal mood booster saya, perjalanan pun berlanjut ke destinasi berikutnya: BEAU by Talita Setyadi di kawasan Cikajang, Senopati.

Kafe yang terkenal dengan bakery-nya satu ini tidak main-main dalam menghadirkan menu khususnya untuk JDW 2019. Dengan konsep afternoon tea seat, BEAU menyajikan 12 jenis hidangan sekali lahap (fingerfood), termasuk 7 hidangan manis dan 5 hidangan gurih yang disajikan dalam dessert stand tiga tingkat.

Afternoon tea set di BEAU by Talita. (Foto: Belanga.id/Ellen Kusuma)

Biasanya hidangan gurih disajikan paling bawah, seperti croissant dan rerotian sandwich, kemudian scones beserta selai dan krim di tingkat dua, dan terakhir hidangan manis yang terletak paling atas.

Mulailah melahap dari yang paling bawah terlebih dulu sebelum berakhir menghabiskan pastry manis nan cantik.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah klepon yang tampil sebagai modern pastry. Rasanya masih serupa, namun teksturnya lebih kaya.

Klepon versi pastry! (Foto: Belanga.id/Ellen Kusuma)

Sambil menikmati afternoon tea set, saya mengobrol dengan Primo Rizky, Co-Founder JDW 2019.

Bagi Primo yang mencintai dunia dessert, ia ingin menjadikan Jakarta Dessert Week sebagai ajang tahunan yang dapat membuat dunia dessert Indonesia lebih semarak, tidak kalah dengan dunia kuliner yang sering menyorot hidangan utama.

Sekaligus, tuturnya, untuk mengedukasi publik tentang dessert yang bukan sekadar makanan manis dengan harga mahal saja. Ada teknik dan suasana yang dirancang khusus agar dessert bisa dinikmati dengan maksimal.

Terakhir, sebelum hari berakhir. Saya menyempatkan untuk mampir ke salah satu partner JDW 2019 yang juga punya menu spesial.

Mbok Ndoro yang berlokasi di M Bloc Space menyajikan es krim Jowo dengan rasa klepon. Katanya, rasa ini tidak akan ada selamanya, karena mereka berencana membuat rasa-rasa baru di waktu ke depan.

Sudah mencicipi klepon milik BEAU yang renyah, menikmati hidangan tradisional ini dalam bentuk es krim juga tidak kalah nikmatnya.

Klepon tapi es krim di Mbok Ndoro, wajib nyobain! (Foto: Belanga.id/Ellen Kusuma)

Bagi saya yang mencintai es krim apa adanya, es krim Jowo Mbok Ndoro ini bisa dibilang pilihan tepat untuk mengakhiri dessert hopping saya seharian waktu itu.

Legitnya saus gula merah dengan es krim klepon yang creamy dan taburan parutan kelapa, hm, yakin kamu tidak ingin bertualang seharian menjajal dessert seperti saya?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Participant

Written by Ellen Kusuma

Years Of Membership

Saatnya Puaskan Nafsu Makan Mi Kamu!

Finalis Home Chef Competition

3 Finalis Home Chef Competition Siap Beradu Demi Rp50 Juta!