in

Keripik Kentang Bantu Generasi Millennial Berkomunikasi

Ngemil juga bikin happy generasi millennial.

Keripik Kentang Japota sudah tersedia di seluruh kota di Indonesia. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Ngemil sudah jadi aktivitas lumrah yang biasa dilakukan. Saat santai di depan televisi, sibuk bekerja di tengah deadline padat, sampai jadi agenda rutin supaya hati tidak mudah bad mood, cemilan setia menemani.

Generasi millennial yang sekarang berada di usia produktif, biasanya sedang aktif dalam bersosialisasi dan bekerja.

Ini sesuai dengan riset yang dilakukan Calbee Wings dan Jakpat pada 260 orang responden di berbagai kota di Indonesia per Juni 2019.

Hasilnya anak muda di rentang usia 18-25 tahun bisa ngemil sampai 3 kali sehari. Di antaranya, sebesar 85% kerap mengonsumsi cemilan saat sedang belajar, bekerja, dan melakukan berbagai aktivitas lainnya. Mereka juga ngemil untuk membuat mood jadi lebih baik.

Dari banyaknya jenis camilan yang ada di Indonesia, 60% responden mengaku menyukai keripik kentang sebagai camilan utama.

Menanggapi hasil risetnya itu, Calbee Wings—joint venture Calbee dari Jepang dan Wings asal Indonesia—kembali hadir meramaikan pangsa pasar olahan keripik kentang dengan Japota.

Beda dari dua saudara terdahulunya—Potabee dan Krisbee—Japota punya tekstur yang lebih renyah dengan model potongan flat.

Lebih tipis juga karena diproses menggunakan thin-cut technology terbaru demi mendapatkan kerenyahan yang maksimal.

“Kita menggunakan kentang yang berkualitas. Diharapkan bisa memuaskan selera ngemil di Indonesia dengan perpaduan rasa asin, manis dan gurih,” ujar Michael Brian, Senior Brand Manager Japota saat ditemui di peluncuran produk Japota di Jakarta (11/7).

“Japota ingin para pecinta snack semangat lagi dalam menikmati keripik kentang yang asli krenyesnya.”

Ada 2 varian rasa, yakni Happy Honey Butter—perpaduan rasa gurih mentega dan manisnya madu—dan Umami Japanese Seaweed yang rumput lautnya diimpor langsung dari Jepang demi memberikan rasa sedap gurih umami.

Dua rasa ini dipilih bukan tanpa alasan. Menurut Michael kedua rasa ini adalah jenis rasa yang sedang tren di kalangan anak muda.

Tidak sekadar menghadirkan keripik kentang super tipis dengan rasa bikin ketagihan, Japota juga memberikan tiga pengalaman berbeda saat ngemil: kesenangan, kepuasan, dan keinginan berbagi.

Hal ini disambut positif oleh Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo yang hadir di acara sebagai narasumber. Menurutnya kehadiran Japota sebagai produk snacking bagi generasi muda adalah hal yang baik.

Keripik kentang Japota
Vera Itabiliana (Psikolog), Michael Brian (Senior Brand Manager Japota), dan Patricia Glouw (influencer) di acara peluncuran keripik kentang Japota di Jakarta (11/7).

Dengan camilan para generasi di rentang usia dewasa muda bisa melepas penat dalam menjalankan rutinitas dan tekanan hidup yang makin beragam.

Snacking bisa jadi salah satu cara komunikasi, karena generasi millennial umumnya melakukan snacking sambil ngobrol. Dari sana mereka akan berbagi sambil bercerita mengenai keluh kesah dan pikiran mereka,” jelasnya.

Baca juga: Udara Goreng, Cemilan Unik Seharga Setengah Juta!

Snacking dengan Japota asal tidak berlebihan tentu tidak akan membuat seseorang obesitas. Bahan-bahan yang digunakan Japota juga sudah sesuai dengan anjuran BPOM dan telah mendapatkan sertifikasi halal oleh MUI.

Japota bisa didapatkan di berbagai supermarket, mini market hingga convenience store di seluruh kota di Indonesia dengan harga terjangkau, yakni Rp2.000-9.500 saja tergantung ukuran yang dipilih. Mau kecil, sedang, hingga besar semua ada, dan bikin puas.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

halaman waroeng solo

Waroeng Solo, Rasa Khas Surakarta di Jakarta

Cara Simpan Bubuk Kopi Agar Tak “Masuk Angin” dan Seduh a la Coffee Shop