in

Kepiting Nyinyir Kasih 5 Tips Buka Usaha Kuliner Sendiri

Untuk kamu yang ingin mengandalkan yang online-online itu.

Membangun bisnis kuliner tidaklah mudah. Ada banyak hal yang harus dipikirkan. Tapi apakah mustahil untuk waktu-waktu sekarang? Tentu tidak. Kepiting Nyinyir dengan omzet bisa mencapai 400 juta rupiah per bulan berbagi tips mereka.

Membuka usaha kuliner pasti mempertimbangkan banyak hal. Harga sewa lokasi dan properti semakin mahal. Itu baru satu hal.

Belum lagi harus listing bahan harian, merekrut pegawai, menyediakan akomodasi seperti listrik dan air, dan detil lainnya yang tak kalah penting.

Kepiting Nyinyir baru buka Oktober 2016 silam, namun sudah memiliki tiga tempat memasak. Dapur terbaru buka tahun lalu di daerah Kemanggisan.

Sebelumnya, bisnis kepiting yang disetir Gilang Margi Nugroho dan Rachman Abdul Rachim ini sudah buka di Duren Sawit dan Bintaro.

Usaha kepiting saus yang memenangkan GOJEK Awards 2017 ini memang sengaja tidak membuka restoran fisik seperti usaha seafood lainnya.

Ia mengandalkan jasa transportasi online yang menawarkan rekanan merchant untuk menjual makanan, seperti GO-FOOD.

“Daripada orang dateng ke dapur kami, mending Kepiting Nyinyir aja yang datengin pelanggan,” jawab Gilang menjelaskan alasannya.

Walaupun sekarang ini para pembeli pun bisa mendatangi dapur mereka untuk membeli langsung, namun tidak untuk makan di tempat.

Ketika tren hidangan seafood dan kepiting meluas awal hingga pertengahan 2018, Kepiting Nyinyir laris manis.

Dalam satu hari, Gilang dan tim dapat menjual 80-100 porsi, dan puncaknya mencapai omzet ratusan jatuh.

Jadi, apa rahasia Kepiting Nyinyir yang bertahan sebagai bisnis kuliner online? Berikut hasil wawancara tim Belanga Indonesia dengan Gilang.

1. Paham produk yang mau dijual

“Dari dulu gue suka makan seafood, khususnya kepiting. Tapi karena harganya mahal, nggak mungkin makan tiap hari,” tulis Gilang saat kami bertanya melalui email.

Ketika merancang Kepiting Nyinyir sebagai usaha kuliner, Gilang paham bahwa ia harus membuat sesuatu yang ia kenal dan paham betul.

“Karena udah lama kenal sama jenis makanannya, gue paham yang bagus gimana, yang murah gimana,” terangnya.

Gilang mengakui bahwa resep awalnya pun diambil dari resep kepiting keluarga.

“Sampai akhirnya tes racik bumbu beberapa kali dan jadilah resep yang kita pakai sekarang.”

2. Riset dulu, planning kemudian

Sedia payung sebelum hujan. Sebelum itu, cek dulu laporan cuaca via internet. Hal ini yang dipraktekkan Gilang dalam berbisnis kepiting.

“Gue percaya bisnis kuliner itu bisa sukses karena (resepnya) nggak mudah ditiru dan punya ciri khas sendiri.”

“Waktu gue riset, ternyata ada dua jenis kuliner yang banyak peminat, yaitu daging-dagingan dan seafood. Nah, kebetulan kan gue sukanya seafood, jadi bismillah aja,” sahut Gilang.

Saat membangun bisnis online, riset tak melulu berbicara soal data terkait laba. Kebiasaan warganet sebagai target pasar juga perlu diperhatikan.

“Kepiting emang terkesan mahal. Oleh karena itu, kami siasati dengan ‘harga patungan’.” Gilang lalu menjelaskan lebih detail maksudnya.

“Misalnya satu porsi kami bikin untuk 3-4 orang, mix produknya juga gue perhatiin. Nah kalau gitu angka rupiahnya ‘kan kelihatan murah, gue-nya juga nggak rugi bandar.”

Ia menambahkan bahwa dengan cara begitu ia mendapatkan banyak pelanggan.

3. Jangan asal pilih target pasar!

Jakarta sebagai kota melting pot memang terasa pas untuk bisnis baru. Fakta ini pun diamini oleh Gilang.

“Jakarta jelas pasar yang bagus. Berbagai kultur ada di sini dan mayoritas haus akan hal baru. Maunya cari experience.”

Kepiting Nyinyir menyasar milenial dengan segmen umur 24 tahun ke atas.

Menurut Gilang, milenial Jakarta memiliki kemampuan daya beli untuk produknya, entah untuk makan siang atau malam.

Milenial boleh jadi target pasar yang besar, tapi apakah bisnis kuliner yang akan dimulai harus cocok dengan karakter mereka?

Baca juga: Festival Jajanan Bango 2019 Sajikan Kelezatan Asli Lintas Generasi

“Nggak harus kok, semuanya bisa di-set.” Gilang yakin, target pasar yang sudah ditentukan sejak awal terbukti menguntungkan untuk bisnisnya.

“Sejak awal, kita harus tentuin gender, usia, tipikal orang, lokasi target pasar, dan kebiasaannya. Baru deh bikin promosi yang sesuai dengan itu.”

Menurutnya, dengan demikian saat dipraktikkan jadi lebih efisien serta tidak makan banyak tenaga dan cost.

4. Update tren itu penting buat referensi

Kesuksesan Kepiting Nyinyir tentu mengundang pesaing baru. Tak hanya itu, tren kuliner juga terus bergerak dan berubah dengan cepat.

Meski begitu, Gilang percaya bahwa memahami tren kuliner juga memberi keuntungan tersendiri.

“Selain jadi referensi, tren itu juga bisa jadi penyemangat loh. Lebih banyak tahu jadi lebih bagus. Tapi jangan lupa di-filter supaya bisa diaplikasikan ke bisnis kita.”

Di sisi lain, Gilang menyarankan para pebisnis baru untuk tidak gampang tergoda dan terbawa arus tren.

“Yang namanya tren pasti datang dan pergi. Pastikan produk yang kita jual punya umur panjang,” ujarnya.

“Ibarat lomba lari nih, lebih baik maraton daripada sprint. Biar lambat asal selamat.”

5. Dekati pelanggan dari hati ke hati

“Kami percaya nggak cuma jual produk, tapi harus merawat kepercayaan pelanggan.”

Salah satu trik Kepiting Nyinyir adalah berbagi kepada pelanggan. Entah dalam bentuk diskon, promo, hingga sharing session.

“Ada satu kegiatan rutin kami, yakni #NyinyirSharing,” terang Gilang.

“Bentuknya Live Instagram setiap minggu untuk bahas startup, tips dan trik usaha, tanya-jawab soal Kepiting Nyinyir, bahkan ngobrol sama teman-teman follower Instagram.”

Lelaki kelahiran 1989 ini percaya dengan memperkenalkan sosok di balik Kepiting Nyinyir, kedekatan antara penjual dan pembeli makin terasa.

“Bangun relasi itu penting banget! Kami percaya dengan memperluas pertemanan berarti memperluas rezeki.”

“Harapannya setelah online, kami juga mau bikin versi kopi darat dan workshop, doain ya,” tutup Gilang.

Tidak ada kesuksesan tanpa usaha. Semoga tips dari Kepiting Nyinyir ini membantu langkahmu dalam memulai usaha kuliner, ya!

Penulis: Manggarayu

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Ada Ratusan Sambal Nusantara, Yang Mana Favoritmu?

7 Resep Sambal Khas Indonesia Paling Terkenal