in , ,

Kenali 7 Kuliner Khas Kalimantan Timur, Ibu Kota Baru Indonesia

Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai provinsi di mana ibu kota baru Indonesia berada, Senin (26/08). Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara adalah dua kabupaten yang dipilih sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia.

Sebagai ibu kota negara yang baru, Kalimantan Timur menyimpan berbagai potensi. Salah satunya adalah kekayaan kuliner. Kaltim menyimpan banyak kuliner sedap yang wajib kamu coba, karena dari lidah bisa turun ke hati. Lalu, apa saja kuliner khas Kalimantan Timur yang wajib untuk dicicipi?

Nasi Bekepor

Nasi Bekepor (Foto: Nur Hamid)

Nasi Bekepor khas Kutai Kartanegara ini nggak akan bikin kamu gempor. Kuliner ini juga memiliki lagu daerah dengan judul serupa, dimana sebagian besar liriknya menggambarkan nikmatnya Nasi Bekepor sampai lupa dengan saudara dan mertua yang lewat. Dulunya hidangan ini merupakan makanan khas dari Kutai di zaman kerajaan, menu khas sebagai hidangan para raja Kutai.

Kamu tak perlu menyandang status raja untuk menikmati hidangan ini. Terbuat dari bahan-bahan seperti sayur labu, pirik asam pedas, sayur terong dengan bawang dayak, ikan jelawat, sambal kacang, kamu bisa menemukannya di beberapa tempat makan di Kalimantan Timur. Sebagai pelengkap biasanya ditambah dengan Gence Ruan atau ikan gabus bakar agar hidangan semakin mantap. Banyak orang yang asing dengan nama kuliner ini termasuk orang Kalimantan Timur sekalipun.

Kuliner tradisional khas Kalimantan Timur ini sering disebut memiliki nilai mistis. Konon, dahulu kala saat membuat Nasi Bekepor sambil membaca shalawat tiga kali dan menyebutkan nama seseorang yang ingin ditemui maka akan menjadi kenyataan. Hal mistis itulah yang berkembang hingga sampai saat ini, khususnya di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara.

Baca juga: Kuliner Mistis Nasi Bekepor, Menu Raja yang Turun Kasta

Gammi Bawis-Cumi

Gami Cumi (Foto: Instagram.com/@hanhanny)

Gammi, kuliner khas Bontang, pernah didaulat sebagai ikon kuliner khas Kalimantan Timur di tahun 2014 lalu. Umumnya makanan ini dibuat dengan bahan utama bawis (jenis ikan yang hidup di Bontang), kerang, udang dan cumi. 

Semua bahan makanan ditumis dengan bumbu yang dibuat diatas cobek. Bumbu tersebut isinya cabe, bawang merah dan tomat. Biasanya, Gammi Bawis-Cumi ini dihidangkan dengan kerupuk beserta nasi dan dimakan hangat-hangat. Duh, kebayang nggak, sih, nikmatnya makan nasi pakai Gammi Bawis-Cumi? Kuy, cobain!

Roti Gembong

Roti Gembong (Foto: Rahman Jurnal)

Roti Gembong merupakan kuliner Kutai Kartanegara. Diminati masyarakat Kutai karena kombinasi rasanya yang lezat di lidah. Dengan teksturnya yang bergelombang, roti ini menawarkan rasa manis bercampur gurih. Bagian dalam roti bisa diisi dengan rasa yang variatif. Paling enak kalau menurut saya, sih, isi srikaya.

Baca juga: Roti Gembong: Dari Zaman Kerajaan Hingga Zaman Millenial

Nama Gembong diambil dari bahasa setempat, yang artinya menggelembung atau mengembang. Biasanya, masyarakat menikmati Roti Gembong saat sarapan sebelum memulai aktivitas. Konon, Roti Gembong di zaman dahulu merupakan makanan wajib bagi keluarga bangsawan di Kerajaan Kutai Kartanegara. Kalau lagi mampir ke sini, jangan lupa cicipin, ya, sobat!

Amplang Kuku Macan

Amplang Kuku Macan (Foto: belanga.id)

Saat mendengar nama kuliner ini mungkin kamu akan berpikir, “Ihhh… serem banget!” Eits, tenang kamu nggak akan berurusan sama harimau atau macan si raja hutan, kok. Kudapan khas Samarinda, Kalimantan Timur ini merupakan kerupuk gurih yang terbuat dari ikan. 

Baca juga: Amplang Kuku Macan, Rasa dan Tampilannya Tak Seseram Namanya

Lalu, kenapa namanya seram? Karena jika diperhatikan, bentuknya seperti kuku macan dengan bagian meruncing di satu sudut. Kuliner Kalimantan Timur ini pas banget kamu makan sambil nonton Netflix, main Twitter atau sebagai camilan pas kerja.

Amplang kuku macan terbuat dari ikan tenggiri yang dicampur tepung tapioka. Ikan tenggiri ini memang banyak ditemukan di Sungai Mahakam, yang membentang 920 km dari Kabupaten Kota Samarinda. Kalau pensaran sama rasanya, kudapan ini sudah banyak dijual secara online, loh!

Sate Payau

Sate Payau (Foto: instagram.com/@sigitwd)

Saat ini keberadaan Sate Payau sudah cukup sulit ditemukan. Bisa dibilang kuliner Kalimantan Timur ini langka karena bahan yang digunakan termasuk spesial. Kenapa dikatakan spesial? Karena Sate Payau menggunakan daging rusa yang hanya dihadirkan pada festival-festival atau upacara adat di Kutai Kartanegara.

Larangan perburuan rusa dan status rusa sebagai hewan yang dilindungi mempengaruhi eksistensi kuliner tersebut. Penamaan payau sendiri berasal dari bahasa daerah setempat, dimana payau memiliki arti seekor rusa. Secara tampilan, sate ini sama dengan sate pada umumnya yang menggunakan bumbu kacang sebagai pelengkap. Pembedanya hanya terletak pada daging yang digunakan saja.

Bubur Ancus Paddas

Bubur Ancur Paddas (Foto: pustaka-bpnbkalbar.org )

Sesuai namanya, mungkin kamu sudah bisa menebak bagaimana rasanya. Ya, Bubur Ancur Paddas ini merupakan kuliner yang berasal dari Kabupaten Berau. Sama seperti bubur pada umumnya yang masih menggunakan beras sebagai bahan utamanya, namun ditambah dengan berbagai bumbu seperti ketumbar, jintan putih, lada, serai, kunyit, jahe, lengkuas dan kemiri.

Makanan ini mudah ditemukan jika kamu berkunjung ke sana, khususnya pada bulan Ramadhan ataupun perayaan Hari Besar Islam lainnya. Salah satunya bazar makanan di Masjid Agung Baitul Hikmah yang selalu dipenuhi masyarakat untuk mencari hidangan berbuka puasa.

Bubur ini juga sering dihadirkan saat momen Hari Jadi Kabupaten Berau dengan nama tradisi Ancur Paddas. Harapan adanya kegiatan tersebut dapat menyatukan seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Nasi Kuning Samarinda

Nasi Kuning Samarinda (Foto: instagram.com/@hanhanny)

Nasi kuning merupakan makanan yang selalu ditampilkan saat ada acara syukuran atau sering dibilang tumpengan. Secara kasat mata, nasi kuning khas Samarinda mungkin serupa dengan kuliner sejenis di berbagai daerah.

Baca juga: Nggak Cuma Satu, Ada 3 Jenis Nasi Kuning Khas Sumatera!

Bedanya, warna kuning pada kuliner asal Kalimantan Timur ini dibuat dari kunyit yang dicampurkan dengan aneka rempah-rempah lainnya. Masyarakat umumnya menghidangkan nasi kuning sebagai panganan saat sarapan sebelum memulai aktivitas.

Keunikan lainnya, ada satu daerah di Samarinda yang disebut sebagai Kampung Nasi Kuning, tepatnya di Jalan Lambung Mangkurat. Hal itu terjadi karena di tempat itulah banyak pedagang nasi kuning yang beroperasi dari malam hingga dini hari.

Nah, dari sekian kuliner Kalimantan Timur tersebut, mana yang ingin kamu cicipi? Jadi nggak sabar mau pindah ibu kota rasanya.

Editor: Mariska Y. Sebayang

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by Rikko Ramadhana

Work hard, pray harder.

Content AuthorYears Of Membership

Es Krim Wall’s Rasa Baru, Lumerkan Perbedaan

Koki Muda Sejati, laki-laki harus bisa masak.

Kesetaraan Gender di Dapur, Laki-laki Sejati Bisa Masak!