Kehangatan Wedang Ronde Berbaur Citarasa Manis Legit Menggoda

Wedang memang selalu menjadi minuman hangat andalan di Yogyakarta. Berbagai jenis wedang dapat ditemukan di kota pelajar ini.

Salah satu yang terkenal dan banyak ditemukan di mana-mana adalah wedang ronde.

Wedang berarti minuman hangat. Sedangkan ronde adalah adonan bulat manis yang terbuat dari tepung ketan.

Di dalam bola sebesar kelereng ini ada campuran gula kelapa dan kacang sangrai yang ditumbuk kasar, yang menciptakan rasa legit dari ronde.

Dalam penyajiannya, wedang ronde berisi 2-3 buah ronde, kolang kaling, irisan roti tawar, kacang tanah sangrai, dan siraman air jahe hangat yang telah dicampur gula.

Wedang ronde sangat cocok dikonsumsi saat musim hujan. Kehangatan air jahe seketika menghangatkan tubuh dari cuaca dingin. Minuman hangat ini juga baik untuk kesehatan dan dapat menambah stamina, lho.

Ternyata, wedang ronde terinspirasi dari salah satu minuman Tiongkok bernama tang yuan, yang artinya kue ronde.

Ronde atau tang yuan biasa dinikmati keluarga Tiongkok saat menjelang perayaan Dongzhi Festival yang merupakan perayaan penting dalam penanggalan Imlek yang dirayakan bersama keluarga besar.

Di Tiongkok sendiri, ronde terbuat dari tepung ketan yang dibulat kecil dan diberi warna cerah seperti putih, merah, hijau, dan kuning.

Namun, ronde Tiongkok tidak diberi kuah manis, melainkan kaldu daging. Isi ronde Tiongkok dulu tidak menggunakan kacang dan gula kelapa, namun kini sering menggunakan wijen dan kacang hitam.

Ronde Tiongkok benar-benar tidak menggunakan gula sama sekali dan tidak menggunakan ragi.

Makna ronde sendiri diambil dari bahan dasarnya yaitu tepung ketan yang lengket. Hal ini bertujuan untuk merekatkan kekerabatan serta mempererat hubungan antar keluarga.

Ronde sebenarnya juga diserap dari Bahasa Belanda yaitu, ronde yang berarti bulat. Dalam Bahasa Belanda, penggunaan kata jamak diakhiri dengan sufiks ‘je’ sehingga orang Belanda menyebut ronde sebagai rondje, karena lebih mudah diucapkan dibandingkan tang yuan.

Masyarakat Indonesia yang kesulitan mengucapkan rondje pun mengubahnya menjadi ronde. Dan jadilah wedang ronde sebagai minuman hangat pilihan disaat hujan.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *