in , ,

Jakarta Eat Festival 2019, Dukung Kebangkitan Kuliner Indonesia

Jakarta Eat Festival 2019
Jakarta Eat Festival 2019 mengusung tema Indonesian Food Raising. (Foto: dok. JEF)

Jakarta Eat Festival (JEF) hadir kembali dengan tema dan konsep yang lebih segar bagi para pelaku dan pecinta kuliner tanah air.

Festival kuliner ini mengangkat tema Indonesian Food Raising, yang menggambarkan pertumbuhan luar biasa dari sektor kuliner, dinikmati para foodpreneur, dan didukung kehadiran online food distribution. 

Baca juga: Bisnis Kuliner di Era Digital, Makanan Lokal Lebih Unggul

“Jakarta Eat Festival  merupakan platform yang diciptakan sebagai ajang diskusi bagi semua pelaku kuliner, pakar industri, maupun start up. Kami juga berharap acara ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat soal kuliner Indonesia,“ jelas Svida Alisjahbana, CEO GCM dan Ketua Umum JEF, saat memberi sambutan pada acara pembukaan di Jakarta, 21 Agustus 2019.

Menurut pakar kuliner William Wongso yang hadir pada acara pembukaan JEF, adanya online food distribution memang sangat membantu para penikmat dan pelaku kuliner untuk lebih kenal kuliner Nusantara, namun ada hal yang tidak bisa mereka dapatkan dari itu. 

“Di Google semua ada. Resep, informasi, hingga istilah makanan. Tapi ada satu yang tidak bisa di dapatkan, yaitu rasa. Kita harus mencicipinya sendiri dan saya rasa kehadiran Jakarta Eat Festival ini bisa jadi ajang mencicipi aneka makanan Indonesia,“ kata William. 

William Wongso dalam pembukaan JEF 2019.
William Wongso hadir pada acara pembukaan Jakarta Eat Festival 2019. (Foto: dok. JEF)

Jakarta Eat Festival berlangsung pada 29 Agustus-1 September 2019 di Gandaria City. Bukan hanya menghadirkan bazar berbagai makanan, minuman, dan produk UMKM, JEF juga menghadirkan rangkaian workshop, talkshow, hingga demo masak. Acara ini juga dimeriahkan lebih dari 44 pengisi acara yang pakar di bidang kuliner.

“Kami ingin mengedukasi publik tentang spektrum luas dibalik santapan yang dinikmati sehari-hari,“ ujar Ade Putri, Content Director JEF. 

Untuk mengikuti aneka acara tersebut, pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis, tapi harus melakukan registrasi terlebih dahulu melalui website jakartaeatfestival.com

Konsep Lebih Ramah Lingkungan

Bukan hanya sebagai tempat bersenang-senang dan menghabiskan akhir pekan. Tahun ini JEF berani mengambil langkah untuk membuat acara yang lebih ramah lingkungan.

Para pengunjung diimbau membawa botol minuman sendiri. Panitia pun sudah menyediakan water station yang bisa digunakan secara gratis 

WWF membawa kampanye Pangan Bijak Nusantara.
Kampanye Pangan Bijak Nusantara mendorong masyarakat mengubah pola konsumsi dan produksi pangan. (Foto: dok. JEF)

Pengunjung juga sebaiknya tidak menggunakan sedotan plastik, lebih baik menggunakan sedotan stainless steel yang bisa dipakai berulang kali. Tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, agar tempat acara selalu nyaman dan bersih. 

Jakarta Eat Festival juga menggandeng  WWF Indonesia untuk mengampanyekan “Beli yang Baik”, bertujuan untuk membuat masyarakat bisa lebih peduli mengenai berbagai aspek produk yang mereka beli dan dampaknya terhadap lingkungan. 

Selain itu, JEF membawa kampanye lain WWF, yaitu “Pangan Bijak Nusantara“, yang mendorong masyarakat untuk mengubah pola konsumsi dan produksi pangan menjadi sehat, lokal, adil dan lestari. 

Pada gelaran kedua ini, JEF berharap dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama soal kuliner dan bisa menjadi wadah untuk melestarikan dan mengenalkan kuliner Indonesia dari berbagai aspek.

Editor: Mariska Y. Sebayang

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by AnisaGiovanny

Content AuthorYears Of Membership

Ingin Berbisnis Kuliner Tapi Modal Kurang? Ini 9 Cara Mengatasinya!

Kopi dari berbagai daerah Nusantara

Jakarta Coffee Week 2019, Surga Para Pecinta Kopi